INDOZONE.ID - Penemuan fosil bayi dinosaurus ditemukan di Korea Selatan. Menariknya, dinosaurus ini diberi nama Doolysaurus huhmini, yang diambil dari nama karakter kartun dinosaurus legendaris di Korea, bernama Dooly.
Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Fossil Record pada 19 Maret 2026 ini memberikan gambaran baru tentang kehidupan prasejarah di Semenanjung Korea.
Baca juga: Aplikasi AI Kini Bisa Identifikasi Spesies Dinosaurus Lewat Jejak Kaki
Mengapa Namanya Doolysaurus?
Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan. Dikutip dari laman EarthSky, Kamis (26/03/2026) Jongyun Jung, peneliti dari Universitas Texas di Austin, menjelaskan bahwa Dooly adalah ikon nasional yang dicintai oleh berbagai generasi di Korea. Karena fosil yang ditemukan adalah seekor dinosaurus muda atau "bayi", nama Dooly dirasa sangat cocok untuk menghormatinya.
Para peneliti menggambarkan dinosaurus ini memiliki ciri-ciri yang unik, sebagai berikut:
- Ukuran Tubuh: Masih muda (berusia sekitar 2 tahun), besarnya hanya seukuran burung kalkun dengan berat sekitar 8,3 kg.
Baca juga: Mengenal Larapinta, Nama Lain Sungai Tertua di Dunia yang Eksis Sejak Zaman Pra Dinosaurus
- Penampilan: Berjalan dengan dua kaki belakang dan diduga memiliki bulu halus yang menutupi tubuhnya, membuatnya terlihat seperti anak domba kecil yang lucu.
- Pola Makan: Ia adalah pemakan segala (omnivora), mulai dari tumbuhan hingga serangga kecil.
Mengintip ke Dalam Batu dengan Teknologi Sinar-X
Penemuan ini dianggap sangat langka. Selama 15 tahun terakhir, sangat sulit menemukan tulang fosil dinosaurus di Korea Selatan karena biasanya hanya ditemukan jejak kaki atau telurnya saja.
Baca juga: Apakah Bahan Bakar Minyak Berasal dari Dinosaurus? Ini Faktanya!
Fosil Doolysaurus pertama kali ditemukan pada tahun 2023 di Pulau Aphae oleh peneliti Hyemin Jo. Awalnya, fosil ini terjebak di dalam bongkahan batu yang sangat keras.
Jika menggunakan metode manual, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengeluarkan tulang-tulang rapuh tersebut tanpa merusaknya.
Namun, para ilmuwan menggunakan teknologi canggih bernama Mikro-CT, yaitu pemindaian sinar-X dengan resolusi tinggi. Dengan metode ini, mereka tidak perlu membedah batu untuk melihat isinya.
Melalui pemindaian, ilmuwan berhasil mendapatkan gambar 3D tulang-tulang yang tersembunyi, termasuk bagian tengkorak lengkap beserta giginya, penemuan yang menjadi yang pertama dalam sejarah paleontologi di Korea Selatan.
Selain itu, para peneliti menemukan 40 kerikil kecil di dalam perut dinosaurus, yang dikenal sebagai gastrolit. Sama seperti ayam atau buaya modern, Doolysaurus menelan batu-batu ini untuk membantu menggiling makanan di dalam perut.
Baca juga: Mengenal Jenis dan Nama-nama Dinosaurus, Makhluk Penguasa Bumi Jutaan Tahun Lalu
Keberadaan batu-batu inilah yang awalnya memberi petunjuk kepada para ilmuwan bahwa ada kerangka lengkap yang tersembunyi di dalam bongkahan batu tersebut, karena posisi batunya terkumpul rapi di satu titik.
Doolysaurus hidup sekitar 113 hingga 94 juta tahun yang lalu pada periode Kapur Pertengahan. Penemuan ini membuktikan bahwa teknologi modern seperti pemindaian Sinar-X dapat membuka tabir masa lalu tanpa harus merusak peninggalan sejarah yang berharga.
Para peneliti berharap, ke depannya akan ada lebih banyak "sepupu" Doolysaurus yang ditemukan di daratan Korea.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earthsky.org