Kerangka dinosaurus. (REUTERS/Charles Platiau)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu terpikir bahwa bahan bakar minyak berasal dari dinosaurus? Mitos ini begitu populer sehingga beberapa generasi percaya begitu saja.
Berdasarkan infromas dari laman Thoughtco, mitos ini bermula pada tahun 1933, ketika Sinclair Oil Corporation memamerkan dinosaurus raksasa di Pameran Dunia Chicago, sambil mengklaim bahwa minyak terbentuk dari makhluk prasejarah tersebut.
Brontosaurus hijau raksasa mereka bahkan menjadi maskot ikonik yang melekat di benak banyak orang, dan ide ini terus diulang selama puluhan tahun, membentuk kesan bahwa minyak adalah “darah dinosaurus”.
Baca juga: Mengenal Jenis dan Nama-nama Dinosaurus, Makhluk Penguasa Bumi Jutaan Tahun Lalu
Namun, faktanya jauh lebih menakjubkan dan jauh dari hewan dinosaurus.
Bahan bakar minyak sebenarnya terbentuk dari mikroorganisme bersel tunggal, bukan reptil raksasa. Bakteri ini hidup di lautan bumi sekitar tiga miliar tahun yang lalu, jauh sebelum dinosaurus muncul.
Walaupun kecil, koloni mereka bisa menumpuk hingga jutaan ton. Saat organisme ini mati, mereka tenggelam ke dasar laut dan tertimbun sedimen selama jutaan tahun.
Baca juga: Mengenal Larapinta, Nama Lain Sungai Tertua di Dunia yang Eksis Sejak Zaman Pra Dinosaurus
Tekanan dan panas yang besar kemudian “memasak” lapisan organik ini, menghasilkan hidrokarbon cair yang kita kenal sebagai minyak bumi.
Bayangkan saja, bakteri kecil yang mati berulang kali selama miliaran tahun lah yang menyumbang sebagian besar minyak bumi, bukan dinosaurus yang hidup “hanya” 165 juta tahun.
Dari perspektif waktu geologi, kontribusi dinosaurus terhadap cadangan bahan bakar fosil hanyalah titik kecil dibandingkan lautan mikroba yang terus hidup dan mati selama jutaan generasi.
Ada banyak orang mengira batu bara berasal dari dinosaurus, hal ini juga salah besar. Sebagian besar batu bara terbentuk selama periode Karboniferus, sekitar 300 juta tahun yang lalu sebelum dinosaurus pertama muncul.
Saat itu, bumi dipenuhi hutan lebat, dan tumbuhan yang mati terkubur di sedimen. Lapisan organik ini kemudian berubah menjadi batu bara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thoughtco.com