INDOZONE.ID - Di langit malam, terdapat banyak objek luar angkasa yang memiliki bentuk unik dan menarik. Salah satunya adalah Butterfly Nebula atau yang dikenal juga sebagai Nebula Kupu-Kupu.
Sesuai namanya, objek ini memiliki bentuk menyerupai kupu-kupu dengan “sayap” yang tampak indah dan bercahaya.
Butterfly Nebula terletak sekitar 3.800 hingga 4.000 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di rasi bintang Scorpius.
Baca juga: Fakta Ilmiah di Balik Keindahan Aurora yang Menghiasi Cakrawala
Meski terlihat seperti kupu-kupu yang lembut, sebenarnya objek ini terbentuk dari proses luar biasa dahsyat di luar angkasa.
Apa Itu Butterfly Nebula?
Berdasarkan laman NASA, Kamis (26/03/2026) Butterfly Nebula adalah jenis nebula planetarium, yaitu awan gas dan debu yang berasal dari bintang yang sedang “sekarat”.
Ketika sebuah bintang kehabisan energi, lapisan luarnya akan terlepas dan menyebar ke luar angkasa, membentuk nebula dengan berbagai bentuk.
Dalam kasus Butterfly Nebula, gas yang terlepas tersebut membentuk pola seperti sayap kupu-kupu yang simetris.
Bentuk ini terjadi karena dorongan kuat dari bintang di pusatnya yang memancarkan energi ke dua arah.
Proses Terbentuknya yang Dahsyat
Di balik keindahannya, Butterfly Nebula terbentuk dari proses yang sangat ekstrem. Gas yang menyusun “sayap” nebula ini memiliki suhu yang sangat tinggi dan bergerak dengan kecepatan luar biasa cepat.
Gas tersebut melesat hingga ratusan ribu mil per jam, bahkan cukup cepat untuk menempuh jarak dari Bumi ke Bulan hanya dalam waktu sekitar 24 menit.
Baca juga: Gak Cuma Hiasan Langit, Inilah Fakta Rasi Bintang yang Bikin Kamu Berasa Jadi Navigator Pro!
Selain itu, suhu gasnya bisa mencapai puluhan ribu derajat, jauh lebih panas dibandingkan kebanyakan nebula lainnya.
Di bagian tengah nebula, terdapat bintang yang sudah berada di akhir masa hidupnya. Bintang ini sangat panas, bahkan termasuk salah satu yang terpanas di galaksi, dengan suhu permukaan yang mencapai ratusan ribu derajat.
Mengapa Bentuknya Seperti Kupu-Kupu?
Bentuk khas Butterfly Nebula tidak terjadi begitu saja. Di pusatnya terdapat cincin debu tebal berbentuk seperti donat (torus) yang menghalangi sebagian cahaya bintang.
Cincin debu ini mengarahkan aliran gas ke dua sisi, sehingga terbentuklah struktur memanjang yang menyerupai sayap kupu-kupu.
Pola ini sering disebut sebagai bentuk “bipolar”, yaitu gas yang keluar ke dua arah berlawanan.
Selain itu, angin bintang yang sangat kuat juga ikut membentuk dan mengubah struktur nebula, menciptakan detail yang kompleks seperti gelombang dan pola menyerupai jari.
Baca juga: Mengapa Luar Angkasa Tetap Gelap Meski Banyak Bintang? Ini Penjelasan Sainsnya
Keindahan yang Tertangkap Teleskop
Keindahan Butterfly Nebula berhasil diabadikan dengan jelas oleh Hubble Space Telescope pada tahun 2009.
Gambar yang dihasilkan memperlihatkan warna-warni gas bercahaya dari berbagai unsur seperti hidrogen, nitrogen, dan sulfur.
Warna-warna tersebut bukan hanya indah, tetapi juga membantu ilmuwan memahami suhu, kepadatan, dan komposisi gas yang membentuk nebula ini.
Butterfly Nebula bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan kisah dramatis tentang akhir kehidupan sebuah bintang. Dari proses ledakan dan pelepasan gas yang ekstrem, terciptalah bentuk menyerupai kupu-kupu yang memukau.
Baca juga: Rasi Bintang Scorpius Disebut Sulit Ditemukan, Ini Penjelasan dan Manfaatnya
Objek ini menjadi bukti bahwa di balik keindahan luar angkasa, terdapat proses alam yang sangat kuat dan kompleks.
Bagi pengamat langit maupun orang awam, Butterfly Nebula adalah salah satu contoh terbaik bagaimana sains dan keindahan bisa berjalan berdampingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA