Selasa, 03 MARET 2026 • 11:10 WIB

Cara Melihat Blood Moon 3 Maret 2026 di Indonesia dan Waktu Terbaiknya

Author

Blood Moon (Freepik)

INDOZONE.ID - Cara melihat Blood Moon 3 Maret 2026 di Indonesia menjadi fenomena menarik yang banyak dicari, terutama bagi pecinta astronomi dan masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total ini. 

Berdasarkan laman BMKG, Selasa (03/03/2026) masyarakat Indonesia dapat melihat fenomena Gerhana Bulan Total secara langsung pada Selasa, 3 Maret 2026, selama kondisi cuaca cerah.

Fenomena ini menjadi satu-satunya gerhana bulan total di tahun 2026 yang dapat diamati dari Indonesia, sehingga momen ini sayang untuk dilewatkan.

Baca juga: Apakah di Bulan Ada Gerhana Bumi?Berikut Penjelasannya

Apakah Blood Moon 3 Maret 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia?

Berdasarkan informasi resmi BMKG, Gerhana Bulan Total (GBT) pada 3 Maret 2026 dapat disaksikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena ini terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus saat fase bulan purnama.

Ketika ketiganya sejajar, Bulan akan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Pada fase inilah Bulan tampak berwarna merah, yang dikenal dengan istilah Blood Moon.

Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk fase parsial terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas (saat Bulan sepenuhnya berada di dalam umbra Bumi) berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Baca juga: Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Punah?

Waktu Terbaik Melihat Blood Moon 3 Maret 2026

Menurut data BMKG, gerhana Bulan akan mulai terjadi pada pukul 18.03 WIB. Sementara puncak gerhana berlangsung pada:

  • 18.33 WIB
  • 19.33 WITA
  • 20.33 WIT

Fenomena ini berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau mendekati tengah malam waktu Indonesia Timur), saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

Wilayah Indonesia bagian Timur disebut memiliki peluang visibilitas lebih baik karena dapat menyaksikan fase awal gerhana sejak Bulan mulai terbit.

Sementara itu, wilayah Indonesia bagian Barat umumnya akan melihat Bulan sudah memasuki fase gerhana ketika baru terbit.

Agar mendapatkan pemandangan terbaik, masyarakat disarankan memilih lokasi yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan bebas ke arah timur, tempat Bulan terbit.

Baca juga: Gerhana Matahari Total Terlama dalam Sejarah, Ini Faktanya

Mengapa Bulan Berwarna Merah Saat Blood Moon?

Warna merah pada Blood Moon bukanlah karena Bulan berubah warna secara fisik. Fenomena ini terjadi akibat proses hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Saat gerhana berlangsung, cahaya Matahari tetap melewati atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan Bulan.

Cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar, sedangkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah tetap diteruskan. Cahaya merah inilah yang akhirnya membuat Bulan tampak kemerahan saat fase totalitas.

Jika langit cerah, perubahan warna ini akan terlihat jelas oleh pengamat.

Baca juga: Deretan Negara yang Diprediksi Gelap Saat Gerhana Matahari Terlama Abad Ini!

Peralatan untuk Menyaksikan Blood Moon

Salah satu kelebihan gerhana bulan total adalah dapat diamati tanpa alat khusus. Berbeda dengan gerhana Matahari, fenomena ini aman dilihat dengan mata telanjang.

Namun, untuk pengalaman yang lebih maksimal, beberapa peralatan bisa digunakan, seperti:

  • Kamera ponsel atau kamera digital, untuk mengabadikan momen puncak gerhana.
  • Teleskop atau teropong, untuk melihat detail permukaan Bulan saat fase totalitas.

Bagi yang ingin memotret, pilih lokasi dengan cahaya minim dan gunakan tripod agar hasil gambar lebih stabil.

Pengambilan gambar saat puncak gerhana menjadi waktu terbaik karena warna merah Bulan terlihat paling jelas.

Baca juga: Viral Gerhana Matahari Terpanjang Abad ke-21: Akankah Seluruh Dunia Gelap Gulita?

Tips Pengamatan Agar Lebih Maksimal

Agar momen menyaksikan Blood Moon 3 Maret 2026 lebih optimal, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG, karena kondisi langit cerah sangat menentukan keberhasilan pengamatan.
  • Datang lebih awal ke lokasi pengamatan, terutama di wilayah timur Indonesia untuk melihat fase awal gerhana.
  • Hindari area dengan polusi cahaya tinggi, seperti pusat kota dengan banyak lampu.
  • Pastikan perangkat fotografi siap digunakan sebelum fase puncak berlangsung.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi fenomena astronomi yang istimewa, karena hanya peristiwa ini yang dapat diamati dari Indonesia pada tahun tersebut.

Dengan mengetahui waktu terbaik dan cara melihatnya, masyarakat dapat menikmati momen Blood Moon dengan lebih terencana dan maksimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMKG

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU