Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 11:47 WIB

Apa Itu Angin Monsun Asia? Fenomena yang Picu Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem

Author

Ilustrasi petir saat musim hujan. (Pixabay/Gundula Vogel)

INDOZONE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah hingga 21 Februari 2026. Peringatan tersebut dirilis sejalan dengan menguatnya monsun Asia dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini berpotensi memicu cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang, petir, hingga risiko banjir dan longsor di daerah rawan.

Lantas, apa penjelasan di balik angin monsun Asia dan mengapa fenomena ini kerap dikaitkan dengan meningkatnya intensitas hujan di Indonesia? Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Mengenal Angin Santa Ana, Fenomena Alam yang Disebut Berperan dalam Kebakaran Los Angeles

Mengenal Angin Monsun

Melansir laman resmi BMKG, angin monsun merupakan angin yang bertiup secara periodik dan berganti arah setiap setengah tahun. Pola angin musiman ini sangat berpotensi terhadap perubahan musim di Indonesia, khususnya musim hujan dan musim kemarau.

Sistem monsun secara umum terbagi menjadi dua fase utama: monsun barat yang mengalirkan massa udara lembap dari Asia, serta monsun timur yang bersifat kering dari arah Australia. 

Dinamika ini dipicu oleh gradien tekanan udara yang kontras antara daratan dan samudra. Perbedaan tekanan tersebut merupakan hasil dari pemanasan matahari yang tidak merata di seluruh permukaan bumi. 

Saat suhu di suatu benua menurun, wilayah tersebut akan bertransformasi menjadi pusat tekanan tinggi (antisiklon).

Begitu pun sebaliknya, saat benua lain mengalami pemanasan lebih kuat, wilayah itu membentuk pusat tekanan rendah. 

Perbedaan tekanan udara inilah yang mengakibatkan pergerakan angin dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah.

BMKG menyebutkan bahwa Indonesia termasuk dalam bagian sistem monsun Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga pola monsun sangat berpengaruh terhadap cuaca harian di Tanah Air.

Jenis Angin Monsun di Indonesia

Pergerakan angin monsun di Indonesia tidak selalu seragam, karena arahnya sangat ditentukan oleh kondisi tiap wilayah serta waktu berlangsungnya musim. 

Setiap tahunnya, Indonesia melewati beberapa pola monsun tetap yang menjadi penentu utama dinamika cuaca di seluruh wilayah tanah air.

1. Angin Monsun Barat

Angin monsun barat mengalir dari wilayah Asia dan Siberia ke arah tenggara menuju Australia antara bulan Desember dan Februari. 

Pergerakan angin inilah yang mendatangkan musim penghujan bagi sebagian besar wilayah Indonesia. 

Khusus untuk daerah di selatan garis khatulistiwa seperti Jawa hingga Nusa Tenggara, angin ini cenderung datang dari barat daya. 

Karena menempuh perjalanan panjang di atas lautan, angin ini membawa kandungan uap air yang sangat tinggi, yang kemudian jatuh sebagai hujan.

2. Angin Monsun Timur

Sirkulasi monsun timur bergerak dari arah tenggara menuju barat laut, dengan periode aktif antara bulan Juni hingga Agustus. Fenomena ini dicirikan oleh aliran massa udara kering yang berasal dari daratan Australia. 

Akibat minimnya kandungan uap air yang dibawa, monsun timur menjadi faktor pendorong utama terjadinya musim kemarau di sebagian besar wilayah kepulauan Indonesia.

3. Monsun Timur Laut dan Monsun Barat Daya

Selain sirkulasi utama, beberapa zona di Indonesia juga terpapar oleh dinamika monsun sekunder. 

Monsun timur laut sering kali terdeteksi di area Sumatera Utara serta Kalimantan Barat, yang dipicu oleh aktivitas tekanan udara saat musim dingin di Belahan Bumi Utara (BBU). 

Sementara itu, ketika BBU mengalami musim panas, monsun barat daya muncul dan berdampak pada karakteristik cuaca di wilayah Indonesia yang terletak di utara ekuator.

Mengapa Monsun Asia Memicu Hujan Lebat?

Siklus angin monsun barat saat ini tengah menguat seiring dengan pergerakan matahari ke belahan bumi selatan antara Desember dan Februari. 

Pada masa ini, Benua Australia menerima panas matahari yang lebih besar sehingga tekanan udaranya menurun. Di sisi lain, suhu dingin di Asia menciptakan pusat tekanan udara yang tinggi. 

Baca juga: Ahli Klimatologi BRIN Sebut Angin Kencang di Rancaekek adalah Tornado Pertama di Indonesia, Beda dengan Puting Beliung?

Sesuai hukum alam, angin kemudian berembus dari wilayah Asia menuju Australia, membawa dampak signifikan bagi cuaca di Indonesia.

Di Indonesia, angin ini dikenal sebagai angin monsun Asia. Angin tersebut membawa banyak uap air lantaran melintasi samudra luas, seperti Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan.

Tingginya akumulasi uap air tersebut menjadi pemicu utama terbentuknya sel-sel awan konvektif secara masif. 

Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya hujan dengan intensitas moderat hingga ekstrem di sebagian besar wilayah Nusantara, yang sering kali disertai dengan aktivitas kelistrikan atmosfer (petir) serta peningkatan kecepatan angin secara mendadak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMKG

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU