Ilustrasi angin Tornado di Rancaekek. *Twitter/@EYulihastin)
INDOZONE.ID - Baru-baru ini, wilayah Bandung-Sumedang mengalami serangan angin kencang yang menyebabkan kerusakan bangunan dan bahkan membalikkan truk. Banyak yang menduga angin tersebut hanya Puting Beliung, namun pihak salah satu ahli Badan Riset Nasional (BRIN) menyebutkan bila angin tersebut lebih kencang atau yang disebut Tornado.
Seorang ahli klimatologi, Dr. Erma Yulihastin, lewat akun EYulihastin di Twitter yang dilihat Indozone, Kamis (22/2/2024) mengemukakan kemungkinan bahwa angin kencang ini dapat diidentifikasi sebagai tornado pertama yang terjadi di Indonesia.
"Kronologi yang terdokumentasi dalam foto-foto dan video dari masyarakat dan media sangat membantu peneliti dalam mencatat kejadian ekstrem ini yang dapat dianggap sebagai tornado pertama di Indonesia," ungkap Erma Yulihastin, seorang pakar klimatologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca Juga: Tornado Paling Mematikan dalam Sejarah yang Menewaskan 695 Orang di tahun 1925
Erma juga menyoroti bahwa durasi kejadian ini berbeda dari kejadian puting beliung biasa di Indonesia. Ia dan tim periset dari BRIN secepatnya akan melakukan rekonstruksi dan investigasi tornado Rancaekek.
Pertama ia memperlihatkan struktur, durasi dan efek dari angin tornado yang berbeda dengan puting beliung.
Ilustrasi angin Tornado di Rancaekek. *Twitter/@EYulihastin)
Dalam unggahan di Twitternya, ia memperlihatkan foto perbandingan tornado di Rancaekek dan tornado yang terjadi di Amerika.
"Struktur tornado Rancaekek, Indonesia, dibandingkan dengan tornado yang biasa terjadi di belahan bumi utara, Amerika Serikat. Memiliki kemiripan 99,99% alias mirip bingits!"
Baca Juga: Fenomena Brinicle, Tornado Es Bawah Laut
Ilustrasi angin Tornado di Rancaekek. *Twitter/@EYulihastin)
Brin juga mengkaji bila angin tornado memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari angin puting beliung biasa.
"Beda dengan puting beliung, tornado punya skala kekuatan angin lebih tinggi dan radius lebih luas. Angin tornado minimal kecepatan angin mencapai 70 km/jam. Dalam kajian kami di BRIN, angin puting beliung terkuat: 56 km/jam."
Yang terakhir perbedaannya ada di durasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Twitter/EYulihastin