Bukan Sekadar Terowongan Cahaya, Penelitian Baru Ungkap Realita Pengalaman Jelang Kematian
INDOZONE.ID - Ilmuwan asal Belgia memiliki riset terbaru soal mengungkap pengalaman menjelang kematian yang dialami seseorang.
Pandangan umum selama ini tentang near-death experience (NDE) merupakan datangnya cahaya terang, merasakan damai, atau masuk ke dalam terowongan.
Fakta menariknya, menurut studi yang terbit dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience edisi 13 Juni 2017 itu mengungkap, tiap orang mengalami NDE yang berbeda.
Studi berjudul "Temporality of Features in Near-Death Experience Narratives" ini menjadi riset pertama yang menyelidiki secara formal dan ketat.
Baca juga: Rahasia Belalai Gajah Terkuak: Ribuan Kumis dengan "Teknologi" Super Canggih di Ujung Hidung
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi frekuensi serta gambaran fenomena NDE, terutama mengenai kronologi kejadiannya. Melalui data yang dihimpun dari 154 subjek, tim peneliti menemukan keragaman yang luar biasa dalam pengalaman menjelang ajal.
Analisis data menyimpulkan bahwa setiap orang setidaknya mengalami elemen NDE yang berbeda, membuktikan bahwa fenomena ini tidak memiliki pola tunggal yang kaku.
Melansir dari Daily Mail, salah satu pengalaman menjelang kematian (near-death-experience) yaitu memasuki terowongan kemudian melihat ruh dan merasakan kedamaian.
"Pengalaman yang paling banyak adalah merasakan kedamaian," ujar Charlotte Martial, peneliti neurologi dari Universitas Liege, Belgia, seperti dilansir laman berita Daily Mail.
"Lalu, melihat cahaya terang dan bertemu seseorang yang dianggap sebagai ruh," lanjutnya.
Berdasarkan penjelasan Martial, aspek prekognisi merupakan elemen yang paling jarang dilaporkan dalam studi NDE.
Fenomena ini, yang identik dengan kemampuan memprediksi peristiwa masa depan, sering kali diposisikan sebagai antitesis dari deja vu.
Dari sisi urutan kejadian, tim peneliti mengidentifikasi sebuah pola dominan, sepertiga subjek memulai fase NDE dengan pengalaman ekstrasensorik di luar tubuh, sementara fase terakhir biasanya ditandai dengan kembalinya kesadaran ke dalam raga.
Temuan ini mengindikasikan bahwa inti dari pengalaman menjelang kematian dipicu oleh persepsi keterlepasan jiwa dari dimensi fisik manusia.
Baca juga: Kenapa Cuma Manusia yang Punya Dagu? Ilmuwan Bilang Itu Kecelakaan Evolusi
Sebagian besar responden mengalami kejadian pengalaman di luar tubuh, melewati lorong gelap, melihat cahaya terang, dan akhirnya merasakan kedamaian.
"NDE merupakan sesuatu pengalaman psikologis yang unik, tapi belum tentu terjadi di semua orang dalam kronologi yang tetap," kata Martial.
Martial menegaskan bahwa ada dua hal yang bisa diambil dari NDE, yaitu bersifat universal dan khusus. Universal karena tiap orang memiliki pengalaman yang sama. Khusus karena kronologinya tidak tetap pada setiap orang.
Dalam jurnal tim mengusulkan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hal-hal lain soal NDE. Khususnya, tulis tim, pengaruh latar belakang budaya dan harapan yang memengaruhi tingkat kematangan psikologis seseorang. Serta, misteri dari mekanisme neurofisiologis yang mendasari NDE.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail