INDOZONE.ID - Pernah nggak sih lo tidur dengan masalah, terus bangun-bangun langsung dapet solusi?
Ternyata otak lo emang kerja lembur tanpa digaji. Tapi sekarang, ilmuwan mencoba mengarahkan proses itu dengan sengaja.
Metodenya? Mirip-mirip film Inception, tapi versi lab dengan alunan musik kecil-kecilan.
Studi baru di jurnal Neuroscience of Consciousness nyoba lihat apakah peneliti bisa mengarahkan konten mimpi pakai isyarat audio selama tidur REM.
Terus dicek, apakah itu membantu orang memecahkan teka-teki kreatif yang gagal mereka selesaikan sehari sebelumnya.
Baca juga: Fenomena Planet Sejajar akan Hadir di Februari 2026, Catat Tanggalnya!
Basically, Inception banget, minus jet pribadi dan drama eksistensial.
Mimpi Dikendalikan Pakai Jingle
Peneliti merekrut 20 orang yang punya pengalaman atau tertarik sama lucid dreaming (mimpi sadar).
Sebelum tidur, mereka diberi tugas kreatif terbatas waktu, termasuk teka-teki batang korek api.
Setiap teka-teki punya soundtrack sendiri: riff gitar, siulan, atau nada steel drum—semacam nama sonik buat masalah yang belum terpecahkan.
Begitu peserta tidur, tim memonitor aktivitas otak dan gerakan mata.
Baca juga: Masa Depan Penjelajahan Antariksa: Tak Akan Ada Lagi Misi Pengiriman Manusia ke Luar Angkasa?
Saat fase REM, mereka memutar ulang soundtrack teka-teki tertentu, berusaha mengaktifkan ulang ingatan soal masalah yang belum selesai.
Setelah itu, peserta dibangunkan dan diminta cerita mimpinya.
Yang Mimpi Lebih Cepat Nyelesain Masalah
Hasilnya? Sekitar 75 persen peserta melaporkan mimpi yang nyambung sama teka-teki yang belum terpecahkan.
Mimpi lebih sering merujuk ke teka-teki yang dikasih isyarat suara.
Dan yang paling keren: ketika sebuah teka-teki muncul dalam mimpi, kemungkinan peserta bisa nyelesainnya keesokan hari lebih besar dibanding teka-teki yang nggak masuk alam mimpi.
Ken Paller, ilmuwan kognitif dari Northwestern yang jadi penulis studi, bilang ke Live Science: "Motivasi penelitian ini adalah buat lihat apakah mimpi punya peran dalam manfaat tidur buat pemecahan masalah."
Baca juga: Krill, Pahlawan Super Kecil Penjaga Ekosistem Paling Murni di Bumi dari Keruntuhan
Plot Twist: Lucid Dreamer Malah Kalah
Tapi ada kejutan: peserta yang bisa lucid dreaming (sadar lagi mimpi) justru lebih sedikit memecahkan teka-teki dibanding yang nggak sadar.
Paller ngaku belum yakin karena sampelnya sedikit. Emma Peters, dream engineer dari Universitas Bern yang nggak terlibat studi, punya teori: "Ide dasarnya, lo bisa pecahkan masalah kreatif dalam mimpi karena mimpi itu absurd. Mimpi bikin asosiasi yang nggak bakal lo buat saat sadar."
Studi ini memang skala kecil, dan penulisnya ngaku nggak bisa menyimpulkan semua kemenangan kreatif semata-mata karena mimpi.
Tapi tetap aja keren: otak lo saat tidur ternyata bisa nangkep kode. Dan kadang kode itu berupa suara steel drum yang menenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vice.com