Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 13:27 WIB

Apa Itu Dugong? Mengapa Disebut sebagai Putri Duyung dan Berkaitan dengan Klenik?

Author

Dugong. (Pixabay/PublicDomainImages)

INDOZONE.ID - Ada yang menyebut dugong dan duyung adalah sama, tapi ada juga yang mengatakan beda. Lalu apa sebenarnya dugong tersebut dan mengapa sering disebut berkaitan dengan putri duyung?

Secara bahasa dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), dugong dan dan duyung memiliki arti yang sama, yaitu sejenis mamalia laut yang merupakan bagian anggota Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup. 

Dugong bukanlah ikan karena mesyusui anaknya dan masih kerabat evolusi dari gajah. Hidupnya sendiri ada di 37 negara di wilayah Indo Pasifik, seperti Indonesia dan bagian utara Australia.

Asal usul kata Dugong

Dugong semula diklasifikasikan oleh seorang peneliti Müller pada tahun 1776 sebagai Trichechus dugon, salah satu ahli genus manatee yang sebelumnya didefinisikan sebagai Linnaeus. Ia kemudian ditetapkan sebagai jenis spesies Dugong oleh Lacépède dan diklasifikasikan lebih lanjut di dalam keluarganya sendiri oleh Gray dan subfamilinya oleh Simpson.

Baca juga: Habitat Dugong Terbesar Ditemukan di Maluku, Ada Peran Besar Masyarakat Adat Jaga Ekosistem Laut

Ernst Christoph Barchewitz menggunakan istiliah 'dugung' dan 'manate'ketika ia tinggal dipulau Leti 1714-1720. Perkataan "dugong" dalam bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain, berasal dari istilah dalam bahasa Melayu yakni duyung, kedua-duanya memiliki makna yakni "perempuan laut' lantaran ia menyusui anaknya.

Mengapa sering disebut putri duyung?

Banyak cerita dan informasi yang timbul di masyarakat bahwa Dugong jika berenan terlihat seperti seseorang manusia yang sedang berenang. 

Dan pada malam hari dikatakan akan terlihat seperti seorang perempuan yang sedang berenang dengan gerakan ekornya yang naik turun. 

Habitat dugong atau duyung di Indonesia

Mengutip situs Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dugong dalam  merupakan salah satu dari 35 jenis mamalia laut yang hidup laing banyak di Indonesia. Aarea tempat tinggalnya tidak terbatas pada perairan pesisir.  

Namun saat ini habitat lamun semakin berkurang, berdasarkan data hanya 5% yang tergolong sehat, 80% kurang sehat, dan 15% tidak sehat  dari 1,507 km2 luas padang Lamun .

Baca juga: Dugong dan Suara Bernada Miliknya yang Digunakan untuk Berkomunikasi

Ciri-ciri dugong

Dugong dalam bentuk fisik (Britannica)

Beberapa ciri dugong berdasarkan situs tersebut diri beberapa ukuran dan lama hidup. Dugong berukuran besar dengan panjang tubuhnya bisa mencapai 3 meter dengan berat 450 kg dan berumur panjang, bisa hidup sampai 70 tahun

Dugong juga disebut sebagai satu-satunya mamalia laut pemakan lamun, dan turut menyeimbangkan ekosistem lamun. Selain itu, dugong juga ampu menahan napas di dalam air sampai 12 menit, sambil mencari makan dan berenang.

Mamalia laut yang dilindungi

Dugong dilindungi oleh Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Pemerintah no. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan & Satwa. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Dugong dikategorikan sebagai biota perairan yang dilindungi. 

Hal ini dikarenakan Dugong termasuk mamalia laut yang populasinya terus menurun dan terancam punah. Walaupun Dugong sudah ditetapkan sebagai biota yang dilindungi di Indonesia, namun populasi Dugong secara nasional diindikasikan terus mengalami penurunan dan apabila tidak dilakukan langkah-langkah penanganan maka dikhawatirkan Dugong dapat mengalami kepunahan di Indonesia.

 Keberadaan dugong mendapat ancaman

Pergerakan dugong yang lambat menyebabkannya mudah terjerat jaring nelayan. Berbeda dengan lumba-lumba, dugong cenderung menghindari pertemuan dengan manusia.

Penjelasan tentang dugong (Istimewa)

Penangkapan yang tidak disengaja pada alat tangkap (misalnya jaring insang), jaring ikan hiu untuk perlindungan bather, penangkapan IUU terutama jika daging dijual kemudian untuk pengkajian cepat terperinci berdasarkan kuesioner untuk memberikan informasi tentang hotpots konservasi untuk Dugong di 18 negara di empat wilayah geografis.

Baca juga: Legenda Putri Duyung Paling Awal Berasal dari Syiria, Muncul 1000 Tahun SM

Dugong dikaitkan dengan klenik?

Air mata Dugong masih dianggap sebagai bahan ritual klenik. Padahal cairan tersebut hanya lendir pelembab mata Dugong yang keluar dari kelenjar air matanya ketika Dugong sedang tidak berada di dalam air. 

Sayangnya, penangkapan Dugong oleh masyarakat masih sering terjadi sampai dengan saat ini di beberapa tempat akibat kurangnya kesadartahuan masyarakat bahwa Dugong termasuk satwa liar yang dilindungi oleh Pemerintah.

Nah, itulah penjelasan tentang penjelasan dugong dan duyung yang #kamuharustau

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: KKP RI

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU