Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 18:01 WIB

Arti Gerakan Ekor Kucing saat Tidur yang Jarang Diketahui

Author

Ilustrasi kucing (Sumber : Freepik)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu memperhatikan kucingmu tiba-tiba membanting ekornya saat sedang asyik terlelap?

Meski tampak biasa, gerakan ini sebenarnya menyimpan rahasia tentang apa yang sedang dirasakan si anabul. 

Secara ilmiah, membanting ekor adalah salah satu cara kucing berkomunikasi tanpa suara, bahkan di saat mereka sedang tidur. 

Penasaran dengan alasannya kenapa kucing bisa melakukan hal tersebut?

Simak penjelasan mendalam di balik alasan kucing melakukan gerakan unik di bawah ini!

Baca juga: Urban Legend Jepang Okesa Neko: Kisah Kucing Jelmaan Geisha dari Jepang

Kegunaan Ekor Kucing

Ekor kucing merupakan struktur anatomi yang kompleks, terdiri dari 19 hingga 23 ruas tulang yang terjalin dengan jaringan saraf yang sensitif. 

Di balik bulu halusnya, ekor berfungsi sebagai penyeimbang utama saat kucing bermanuver di area sempit atau melakukan lompatan presisi. 

Lebih dari itu, saraf di area ini terhubung langsung dengan otot pengendali fungsi kemih dan ekskresi.

Mengingat peran vitalnya, menarik ekor kucing sangat dilarang karena risiko kerusakan saraf permanen yang dapat melumpuhkan fungsi tubuhnya.

Adanya ekor juga membantu kucing untuk mengatur suhu tubuh dengan cara melingkar agar tubuhnya tetap hangat.

Tak hanya itu, ekor kucing juga berfungsi untuk melindungi anus saat mereka bergerak, serta menjadi sumber informasi sensorik yang penting berkat saraf-saraf di ujungnya.

Mengenali Bahasa Tubuh Kucing 

ilustrasi Mimpi Kucing Mati (Freepik/ wirestock)

Bahasa tubuh kucing adalah bentuk komunikasi visual yang melibatkan telinga, mata, hingga cakar.

Untuk mengetahui suasana hatinya, cukup lihat posisi telinganya: tegak ke depan berarti rileks, sedangkan terlipat ke samping berarti sedang cemas atau merasa dalam bahaya. 

Menariknya, telinga yang condong ke belakang justru sering menandakan kucing sedang antusias bermain.

Dengan memperhatikan detail-detail kecil ini, kita bisa lebih mudah memahami apa yang dirasakan si anabul tanpa perlu mendengar suaranya.

Memahami variasi gerakan ekor dapat membantu kita mengenali suasana hati kucing lebih dalam.

Ekor yang tegak lurus berfungsi sebagai tanda salam yang bersahabat, sementara kibasan ekor di lantai adalah sinyal ketidaksenangan. 

Jika ekornya tampak menggantung rendah, kucing tersebut kemungkinan sedang dalam kewaspadaan tinggi. Komunikasi ini juga didukung oleh tatapan matanya. 

Pupil mata yang membesar (dilatasi) biasanya merupakan reaksi terhadap rasa cemas, sementara pupil yang menyempit menandakan kucing tersebut siap untuk bertindak agresif.

Baca juga: Kucing Chimera dan Fenomena 2 DNA dalam Satu Tubuh: Fakta Ilmiah yang Lebih Aneh dari Sekadar Fiksi

Ini Alasan Kenapa Kucing Suka Membanting Ekornya saat Tidur?

Hentakan ekor kucing saat tidur merupakan kombinasi antara aktivitas mimpi dan insting perlindungan diri. 

Memiliki pola tidur REM seperti mamalia lainnya, kucing sering kali berakting di dalam mimpi mereka, entah itu sedang mengejar mangsa atau sekadar bermain. 

Namun, gerakan ekor juga bisa terjadi saat mereka tertidur ringan sebagai bentuk deteksi dini terhadap ancaman. 

Kibasan lembut biasanya menandakan mimpi yang santai, sementara hentakan kuat adalah respons terhadap aroma atau kebisingan yang mengusik tidur mereka. 

Intinya, gerakan ekor tersebut adalah cara tubuh kucing merespons pengalaman di alam bawah sadar maupun lingkungan sekitar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sheba UK

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU