INDOZONE.ID - Apa itu lucid dream? Lucid dream merupakan kondisi di mana seseorang sadar bahwa ia sedang bermimpi, dan terkadang bahkan bisa mengendalikan alur mimpinya sendiri.
Melansir laman Thoughtco, fenomena ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu, digunakan dalam praktik spiritual seperti yoga nidra di India dan dream yoga di Tibet. Bahkan filsuf seperti Aristoteles hingga dokter Galen pernah menyinggung pengalaman mimpi sadar ini.
Baca juga: Memahami Deja Vu, Perasaan Misterius yang Sering Dialami Manusia
Lucid dream berbeda dari mimpi biasa karena saat mengalaminya, seseorang tidak hanya “menjadi penonton”, tetapi bisa mengamati mimpi dengan kesadaran yang mirip dengan saat terjaga.
Penelitian modern menunjukkan lucid dream terjadi pada fase tidur Rapid Eye Movement (REM), namun beberapa bagian otak bekerja lebih aktif dibanding mimpi biasa.
Kelebihan dan Kekurangan Lucid Dream
Lucid dream bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Beberapa orang menggunakannya untuk mengurangi mimpi buruk, karena mereka bisa mengubah atau menghadapi mimpi tersebut.
Ada pula yang menemukan inspirasi dari lucid dream, seperti komposer yang mendapatkan ide lagu atau ilmuwan yang mendapatkan pemecahan masalah dari mimpi.
Baca juga: Benarkah Manusia Hanya Menggunakan 10 Persen Otaknya?
Namun, tidak semua orang cocok dengan lucid dream. Beberapa merasa takut karena sadar akan fenomena sleep paralysis, atau mengalami perasaan “terjebak” dalam mimpi.
Orang dengan gangguan mental tertentu juga disarankan berhati-hati, karena lucid dream bisa memperburuk kebingungan antara realitas dan fantasi.
Cara Mengalami Lucid Dream
Bagi yang tertarik untuk mengalami lucid dream, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Tidur Cukup
Lucid dream lebih mungkin muncul di tidur malam yang berkualitas, terutama di paruh kedua malam saat REM lebih dominan. - Belajar Mengingat Mimpi
Catat mimpi segera setelah bangun agar ingatan terhadap mimpi tetap segar. Membiasakan diri menulis jurnal mimpi akan sangat membantu.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Mimpi Bisa Memiliki Makna
- MILD (Mnemonic Induction to Lucid Dreaming)
Teknik ini melibatkan pengingat diri, misalnya dengan mengulang kalimat “Saya tahu saya sedang bermimpi” sebelum tidur, atau memfokuskan diri pada objek tertentu seperti tangan atau cermin. - Reality Check
Selama terjaga atau di mimpi, periksa kenyataan seperti membaca teks dua kali atau memeriksa cermin. Perbedaan yang aneh menandakan Anda sedang dalam lucid dream. - Bangun dan Kembali Tidur
Lucid dream lebih mudah diingat jika bangun sejenak setelah mimpi, kemudian kembali tidur dengan fokus pada teknik reality check.
Baca juga: Otak Astronot Alami Perubahan Usai Misi Antariksa, Ini Penyebabnya!
Nikmati Prosesnya
Jika tertarik untuk mengalami lucid dream, prosesnya membutuhkan latihan dan kesabaran. Jangan terburu-buru mencoba mengendalikan mimpi di awal, cukup amati dulu.
Seiring waktu, kemampuan untuk mengenali dan mengarahkan mimpi akan meningkat. Banyak orang yang menemukan lucid dream sebagai pengalaman unik yang memadukan dunia sadar dan bawah sadar.
Dengan memahami fenomena ini, lucid dream bisa menjadi alat untuk eksplorasi diri, kreativitas, dan bahkan hiburan yang aman di dunia mimpi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thoughtco.com