INDOZONE.ID - Pernah melihat serangga kecil yang suka menempel di dinding rumah? Yup, serangga tersebut ternyata bisa memberi kita tanda bahwa rumah atau ruangan terdapat debu. Serangga kecil ini sering disebut, Kamitetep.
Kamitetep, atau yang dikenal juga dengan sebutan plaster bagworm, adalah serangga kecil yang termasuk jenis ngengat.
Baca juga: Serangga sebagai Makanan Masa Depan: Fakta atau Konspirasi?
Kamitetep banyak ditemukan di wilayah tropis, seperti di Indonesia. Serangga ini paling sering dikenali pada tahap larvanya, yaitu bentuk ulat kecil yang menyerupai cacing dan hidup di dalam “kantung pelindung” berwarna abu-abu.
Larva ini membuat kantung pelindungnya sendiri dari serat sutra, kemudian memperkuatnya dengan menempelkan partikel pasir, serabut, sisa serangga, atau debu rumah tangga.
Selama tumbuh, larva membawa kantung ini bersamanya sebagai tempat berlindung dan sumber keamanan. Ketika sudah siap berkembang menjadi ngengat dewasa, kantung ini juga berfungsi sebagai tempat kepompong.
Baca juga: Fakta Unik: Sapi Ternyata Sulit Turun Tangga, Ini Alasannya
Kehadiran Kamitetep di Rumah
Tahap larva inilah yang paling sering ditemukan di rumah. Larva kamitetep bisa menjadi hama, karena memakan wol, sutra, bulu rambut, debu rumah tangga, sarang laba-laba, dan bahkan sisa serangga mati. Larva akan terus berkembang seiring konsumsi makanannya, begitu pula kantungnya ikut membesar.
Kamu biasanya akan menemukan kantung ini di area rumah dengan kelembapan tinggi, seperti kamar mandi, garasi, lemari, atau dapur. Pada kasus infestasi parah, kantung-kantung ini bahkan bisa ditemukan di bagian luar rumah.
Baca juga: Alasan Nyamuk Jadi Serangga Paling Mematikan di Bumi
Perkembangan Menjadi Ngengat Dewasa
Setelah larva siap menjadi dewasa, ia akan bertransformasi menjadi ngengat bersayap di dalam kantung pelindungnya. Kadang, kantung yang ditemukan di rumah kosong karena larva sudah berubah menjadi ngengat, tapi kadang masih ada larva di dalamnya. Ukuran kantung penuh bisa mencapai panjang 14 mm dan lebar 5 mm.
Jika infestasi cukup parah, kamu mungkin melihat ngengat abu-abu terbang di sekitar area yang terinfestasi. Ngengat dewasa akan kawin, dan betina dapat meletakkan hingga 200 telur di celah atau debu.
Baca juga: Ulat Sagu, Larva Kumbang Penggerek yang Nikmat
Larva yang menetas dapat langsung menggunakan debu tersebut sebagai sumber makanan. Pola reproduksi cepat ini membuat infestasi bisa meningkat jika tidak ditangani.
Mengatasi Hadirnya Kamitetep
Karena kemunculannya yang mengganggu, terutama di dapur dan kamar mandi, kamu bisa membersihkannya sendiri, atau jika sudah banyak Kamitetep yang muncul sebaiknya menggunakan jasa ahli pengendalian hama profesional.
Petugas akan memeriksa kondisi rumah dan memberi solusi untuk menghilangkan sumber masalah. Selain itu, perawatan profesional dapat menurunkan populasi larva dan memberikan perlindungan residual di area yang rawan dilewati serangga ini.
Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Spesies Serangga Kian Meningkat, Apakah Hewan Lain Bisa Punah?
Tips Mencegah Kamitetep di Rumah
Mencegah serangga kecil ini cukup menantang karena banyak sumber makanan tersedia di rumah, seperti debu, rambut, dan sisa serangga. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Rutin membersihkan rumah: Vakum dan lap area yang sering menjadi tempat bersarang larva untuk mengurangi sumber makanan.
- Mengurangi kelembapan: Gunakan kipas angin atau AC untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi kadar air di ruangan.
- Perawatan profesional: Langkah pencegahan terbaik adalah kombinasi pembersihan rutin dengan perawatan dari jasa pengendalian hama profesional, termasuk menyemprot celah dan area yang rawan menjadi tempat bersembunyi larva.
Baca juga: Selain Dimakan dan Dipelihara, Serangga Juga Pernah Dipakai untuk Keperluan Manusia
Dengan langkah pencegahan dan perawatan rutin, serangga kamitetep bisa dicegah sebelum menjadi masalah besar terjadi di rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bugs.com