Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 20:20 WIB

Macam-macam Fenomena Langit yang Dapat Disaksikan Desember 2025

Author

Ilustrasi Fenomena Langit Yang Dapat Terjadi di Bulan Desember 2025 (Freepik)

INDOZONE.ID -Bagi pecinta astronomi maupun penikmat fenomena langit, bulan Desember 2025 akan menjadi periode yang sangat istimewa. 

Setelah fenomena aurora besar yang sempat viral di November, langit akan kembali menghadirkan serangkaian peristiwa menakjubkan untuk menutup tahun.

Mulai dari supermoon, dua hujan meteor, momen terbaik mengamati planet, hingga komet interstelar langka yang semuanya dapat dinikmati langsung dari Bumi.

Baca juga: Reuni Akbar 212: Memahami Sejarah dan Makna Aksi Demonstrasi 2 Desember 2016 Silam

Macam-Macam Fenomena Langit yang Dapat Disaksikan Desember 2025

4 Desember — Cold Moon, Supermoon Terakhir di Tahun 2025

Fenomena pertama yang membuka Desember adalah hadirnya Cold Moon, supermoon terakhir di tahun 2025.

Supermoon dapat terjadi ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi (perigee), sehingga terlihat hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibanding biasanya.

Baca juga: Kisah Billy Milligan: Kriminal yang Punya 24 Kepribadian dengan Vonis DID Pertama di AS

7 Desember — Merkurius pada Titik Elongasi Maksimum

Pada 7 Desember, Merkurius mencapai titik elongasi terbesarnya dari Matahari. Momen terbaik untuk melihat planet tercepat ini adalah dengan mata telanjang. 

Yang membuat menarik dari fenomena ini adalah karena jarang terjadi. Selain itu, Merkurius biasanya tertutup cahaya Matahari, sehingga sayang jika fenomena ini dilewatkan.

13–14 Desember — Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor Geminid sudah lama dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling terang. Pada puncaknya, Geminid dapat menghasilkan 60–120 meteor per jam di langit gelap tanpa polusi cahaya.

Meteor Geminid akan mulai terlihat sekitar pukul 22.00. Tahun ini menjadi sangat ideal karena bulan sabit tua yang hanya 30% baru terbit sekitar pukul 02.00 dini hari. 

Baca juga: Candi Sumur: Situs Mini Majapahit yang Menyimpan Misteri Hilangnya Tokoh Penting

4. 15 Desember — Waktu Terbaik Mengamati Nebula Orion

Nebula Orion (Messier 42) adalah salah satu wilayah pembentukan bintang paling terkenal dan dapat dilihat bahkan dengan mata telanjang. 

Pada 15 Desember, nebula berada pada posisi terbaiknya di titik tertinggi langit sekitar tengah malam.

Nebula akan berada tepat di bawah tiga bintang sabuk Orion. Jika menggunakan teleskop, warna kabut gas dari Nebula yang berwarna biru, merah muda, dan kehijauan akan terlihat lebih jelas dan juga memukau.

Baca juga: Viral Gerhana Matahari Terpanjang Abad ke-21: Akankah Seluruh Dunia Gelap Gulita?

19 Desember — Komet Antar Bintang 3I/ATLAS

Komet 3I/ATLAS merupakan objek antar bintang ketiga yang tercatat melintasi tata Surya. Walaupun tidak cukup terang untuk dilihat tanpa teleskop, melihat komet 3I/ATLAS dapat dilakukan melalui observatorium untuk memantau kondisinya setelah melewati Matahari.

Komet ini juga dapat ditemukan di dekat rasi Leo dan menjadi salah satu fenomena langka pada bulan ini.

 21 Desember — Solstis Musim Dingin & Peluang Aurora

Tanggal 21 Desember menandai solstis musim dingin di belahan Bumi utara, hari dengan durasi malam terpanjang dalam setahun. 

Kondisi ini menjadi peluang yang menarik bagi pemburu aurora borealis, terlebih  kita masih berada di puncak aktivitas Matahari (solar maximum) yang meningkatkan kemungkinan kemunculan aurora. Namun, bagi wilayah belahan selatan, tanggal ini merupakan hari dengan siang terpanjang.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Keguguran Padahal Tidak Hamil Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

21–22 Desember — Hujan Meteor Ursid

Masih di periode yang sama, hujan meteor Ursid diperkirakan akan terjadi pada 21-22 Desember 2025. Walaupun tidak seaktif Geminid, Ursid tetap layak dinanti karena berpotensi menghasilkan hingga 10 meteor per jam dengan kondisi langit yang gelap.

Fenomena ini dapat dilihat saat menjelang fajar, di saat titik radian Ursa Minor berada paling tinggi.

Akhir Desember — Jupiter Bersinar Paling Terang

Planet Jupiter akan tampak semakin cerah menjelang oposisi pada 10 Januari 2026. Sepanjang minggu terakhir Desember, Jupiter akan muncul setelah matahari terbenam dari arah timur laut dan terlihat sepanjang malam sebagai objek paling terang setelah Bulan.

Baca juga: Peneliti Oxford Sebut Gurita Diprediksi Menjadi Penerus Peradaban Bumi Saat Manusia Punah

Desember 2025 menjadi bulan yang penuh kejutan astronomi. Mulai dari supermoon, komet langka, dua hujan meteor, hingga parade planet. Semua fenomena ini memberikan kesempatan luar biasa untuk menyaksikan keindahan langit malam. 

Jika tetarik untuk melihat berbagai macam fenomen ini, persiapkan lokasi terbaik yang minim cahaya. Perlu diingat, kondisi cuaca juga menjadi penentu untuk melihat fenomena ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: National Geographic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU