Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 18:05 WIB

The Great Pacific Garbage Patch: Ketika 100 Ribu Ton Sampah Mengambang di Samudra Pasifik, Salah Siapa?

Author

Ilustrasi 100 Ribu Ton Sampah di Samudra Pasifik (Youtube/Nessie Judge).

INDOZONE.ID - Bayangin lagi naik kapal jauh banget di tengah Samudra Pasifik. 

Yang kamu lihat bukan pemandangan laut biru yang indah, tapi hamparan sampah sejauh mata memandang. 

Nah, ini yang dialami Kapten Charles Moore tahun 1997 - momen yang akhirnya buka mata dunia tentang salah satu bencana ekologi terbesar: The Great Pacific Garbage Patch.

Awal Mula Penemuan Sup Sampah Raksasa

Waktu itu, Kapten Charles lagi berlayar dari Honolulu ke Santa Barbara. Karena badai, kapalnya nyasar keluar jalur. 

Baca juga: Apa Itu Siklon Tropis Senyar? Begini Penjelasannya Menurut BMKG

Dari situ dia mulai liat benda-benda aneh terapung. Semakin lama, sampahnya makin banyak sampai akhirnya dia sadar: ini bukan sampah biasa, tapi jumlahnya gila-gilaan! 

Dia sampai bilang rasanya kayak lagi berada di lautan "sup sampah" - air lautnya aja nggak kelihatan lagi.

Yang dia temuin ternyata zona sampah terapung terbesar di bumi. Dan yang bikin merinding, ini cuma salah satu dari lima zona sampah raksasa yang ada di lautan dunia!

Seberapa Gede Sih?

Biar kebayang gede bangetnya:

  • Luasnya sekitar 1,6 juta km² - hampir segede Indonesia!
  • Total sampahnya sekitar 100.000 ton
  • Ada sekitar 1,8 triliun potongan plastik mengambang
  • Hampir semuanya (99,9%) adalah plastik

Baca juga: Deretan Negara yang Diprediksi Gelap Saat Gerhana Matahari Terlama Abad Ini!

Banyak sampah yang udah dari tahun 80-an, bahkan ada yang dari 1977 - artinya udah puluhan tahun ngambang tanpa hancur!

Yang lebih serem lagi, para ahli percaya 70% sampah laut udah tenggelam ke dasar laut. Jadi yang kita liat di permukaan cuma "puncak gunung es" aja.

Sampahnya Datang dari Mana? 

Sebagian besar (sekitar 80%) datang dari daratan: sampah rumah tangga, industri, tempat wisata, sampai sampah yang hanyut lewat sungai. 

Sisanya (20%) dari kegiatan di laut kayak jaring ikan dan barang-barang dari kapal.

Menurut penelitian, sebagian besar sampah di area ini datang dari enam negara termasuk Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, AS, Taiwan, dan Kanada. 

Tapi Indonesia juga nggak lepas dari salah, soalnya kita jadi penyumbang sampah laut terbesar kedua di dunia. Jadi ya... kita juga ikut berkontribusi.

Baca juga: Viral Gerhana Matahari Terpanjang Abad ke-21: Akankah Seluruh Dunia Gelap Gulita?

Dampaknya: Dari Hewan Laut Sampai ke Kita

Nih bagian yang bikin sedih:

  • Penyu ngira plastik itu ubur-ubur
  • Burung laut nyuapin anaknya butiran plastik
  • Anjing laut kejerat jaring dan plastik

Tiap tahun, sekitar 100.000 mamalia laut dan 1 juta burung laut mati karena polusi plastik. 

Sampah plastik juga ngehalangin sinar matahari yang dibutuhin plankton dan alga - dasar rantai makanan laut. 

Kalau mereka mati, seluruh ekosistem ikutan runtuh.

Baca juga: Peneliti Oxford Sebut Gurita Diprediksi Menjadi Penerus Peradaban Bumi Saat Manusia Punah

Dan ingat: ikan-ikan yang makan mikroplastik itu... ya, itu juga yang akhirnya kita makan. 

Plastik bawa zat kimia berbahaya yang bisa sebabkan kanker. Jadi dampaknya nggak cuma ke hewan, tapi juga ke tubuh kita sendiri.

Dampak Ekonomi yang Nggak Main-Main

Rusaknya ekosistem laut bisa nurunin nilai ekonomi kelautan sampai 500 miliar - 2,5 triliun dolar per tahun. 

Buat negara maritim kayak Indonesia, ini bisa bikin rugi nelayan dan industri perikanan.

Bisakah Kita Bersihin?

Jawaban jujurnya: susah banget.

Baca juga: Keajaiban Jamur Hitam yang Ditemukan di Lokasi Chernobyl: Mengubah Radiasi menjadi Kehidupan

Lokasinya jauh banget dari negara mana pun, dan nggak ada negara yang mau tanggung biayanya. 

Beberapa organisasi kayak The Ocean Cleanup udah coba, tapi hasilnya baru bisa ngurangin 0,1% dari total sampah.

Butuh puluhan kapal yang kerja nonstop bertahun-tahun cuma buat bersihin sebagian kecil aja.

Terus Kita Bisa Apa?

Meski kedengerannya susah, kita masih bisa mulai dari hal-hal kecil:

Baca juga: Sejarah Bumi Lebih Wild dari Film Sci-Fi, Ini Buktinya!

  • Kurangi plastik sekali pakai
  • Pilih barang yang bisa dipake ulang atau gampang terurai
  • Buang sampah di tempatnya (iya, yang ini sebenarnya dasar banget)
  • Dukung kebijakan pemerintah yang ngelola sampah lebih baik
  • Sebarkan info biar makin banyak yang sadar

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Kalau semua orang mulai peduli, dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang kita bayangin!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Nessie Judge

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU