Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 17:59 WIB

Keajaiban Jamur Hitam yang Ditemukan di Lokasi Chernobyl: Mengubah Radiasi menjadi Kehidupan

Keajaiban Jamur Hitam yang Ditemukan di Lokasi Chernobyl: Mengubah Radiasi menjadi KehidupanIlustrasi jamur hitam. (Instagram/@galaxies)

INDOZONE.ID - Ledakan reaktor No. 4 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di dekat Pripyat, Ukraina, pada 26 April 1986 masih menjadi bencana nuklir terburuk dalam sejarah manusia.

Ledakan tersebut menyisakan zona eksklusi sepanjang 30 kilometer,  sebuah bentang alam tandus dengan tingkat radiasi tinggi yang masih ada hingga kini, puluhan tahun setelah peristiwa di mana pemukiman dan tempat tinggal manusia dibatasi.

Di zona ini, para ilmuwan menemukan spesies yang tidak terduga dapat bertahan hidup: jamur hitam tangguh bernama Cladosporium sphaerospermum. Setelah bencana Chernobyl, para ilmuwan mengamati bercak-bercak hitam di dinding reaktor No. 4 jamur yang tampaknya tumbuh subur di lingkungan dengan radiasi sangat tinggi.

Baca juga: Kecerdasan Jamur: Mitos atau Fakta yang Dapat Mengubah Pandangan Kita

Jamur ini telah menyesuaikan diri dengan tingkat radiasi yang mematikan bagi sebagian besar makhluk hidup. Menariknya lagi adalah kemampuannya untuk "memakan" radiasi ini, menggunakannya sebagai sumber energi, mirip dengan bagaimana tumbuhan memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesis.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa C. sphaerospermum dan beberapa spesies jamur hitam lainnya, seperti Wangiella dermatitis dan Cryptococcus neoformans, memiliki melanin, pigmen yang juga menentukan warna kulit manusia.

Namun, pada jamur-jamur ini, melanin memiliki fungsi unik: menyerap radiasi dan mengubahnya menjadi energi yang dapat digunakan, sehingga memungkinkan mereka tumbuh di lingkungan dengan radiasi sangat tinggi.

Ini merupakan adaptasi luar biasa yang menyajikan gambaran sekilas tentang bagaimana kehidupan dapat berkembang di beberapa tempat paling ekstrem dan tidak bersahabat di planet ini.

Jamur yang Makan Radiasi: Bagaimana Radiasi Bisa Jadi Sumber Energi

Cladosporium sphaerospermum termasuk dalam kelompok jamur yang dikenal sebagai jamur radiotropik. Jamur radiotropik dapat menangkap dan memanfaatkan radiasi pengion untuk mendukung proses metabolisme.

C. sphaerospermum memiliki kandungan melanin yang tinggi, yang memungkinkannya menyerap radiasi, mirip dengan cara tanaman menyerap sinar matahari melalui klorofil, seperti yang dijelaskan dalam artikel Oktober 2008 di Perpustakaan Kedokteran Nasional.

Walaupun proses ini tidak identik dengan fotosintesis, tetapi proses ini memiliki tujuan yang serupa, yakni mengubah energi dari lingkungan untuk mendukung pertumbuhan. Fenomena ini, yang disebut radiosintesis, telah membuka jalan baru yang menarik dalam penelitian biokimia dan radiasi.

Melanin, yang ditemukan pada banyak organisme, berfungsi sebagai pelindung alami terhadap radiasi UV. Pada C. sphaerospermum, melanin tidak hanya melindungi, tapi juga membantu produksi energi dengan mengubah radiasi gamma menjadi energi kimia.

Jamur yang Makan Radiasi: Sekutu Baru dalam Melawan Radiasi

Penemuan C. sphaerospermum di Zona Terlarang Chernobyl telah menarik perhatian pada jamur radiotropik, terutama karena potensinya dalam bioremediasi, proses penggunaan organisme hidup untuk menghilangkan polutan dari lingkungan.

Di lokasi radioaktif seperti Chernobyl, di mana metode pembersihan konvensional sulit dan berbahaya, jamur radiotropik dapat menjadi alternatif alami yang lebih aman, seperti yang dijelaskan dalam artikel FEMS Microbiology Letters April 2008.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Forbes

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keajaiban Jamur Hitam yang Ditemukan di Lokasi Chernobyl: Mengubah Radiasi menjadi Kehidupan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!