INDOZONE.ID - Jamur dikenal sebagai tumbuhan aneh yang kerap ditemukan di hutan atau kebun. Bahkan fungi atau jamur berseluler sering dianggap sebagai organisme yang hanya dapat menginfeksi kulit. Namun, pandangan para ilmuwan terhadap jamur kini berubah drastis.
Mereka mulai melihat jamur sebagai makhluk yang lebih kompleks. Beberapa ahli bahkan berani menyebut jamur sebagai tumbuhan yang cerdas, dan ada pula yang berpendapat bahwa jamur bisa memiliki kesadaran sendiri.
Jamur berkembang dalam bentuk jaringan bawah tanah yang dikenal sebagai miselium, yaitu serangkaian filamen tipis yang merambat untuk mencari sumber makanan dan pasangan. Bagian yang tampak di atas tanah hanyalah “badan buah” yang berperan dalam menyebarkan spora. Meski tanpa otak atau sistem saraf, jamur mampu menavigasi perubahan kecil di lingkungan mereka dengan cara yang sangat efisien.
Baca juga: Daftar Manfaat Positif Jamur Enoki untuk Tubuh yang #KAMUHARUSTAU!
Salah satu peneliti, Cecelia Stokes dari University of Wisconsin, menjelaskan bahwa kemampuan jamur untuk beradaptasi sudah mengagumkan dan membuka kemungkinan agar kita memperluas definisi kecerdasan, sama seperti yang kita lakukan dengan kecerdasan buatan.
Hal ini makin menarik ketika diketahui bahwa jamur membentuk jaringan luas yang disebut “wood wide web”, yang menghubungkan dan bertukar nutrisi dengan akar pohon di hutan.
Magic mushroom atau dikenal Jamur Psychedelic. (photo/Dok. Wikipedia)
Lebih dari itu, jamur juga menunjukkan perilaku seperti belajar dan mengingat. Dalam sebuah studi di Jepang, jamur pengurai kayu Phanerochaete velutina mampu menentukan waktu yang tepat untuk beralih dari sumber makanan kecil ke sumber yang lebih besar. Selain itu, jamur ini juga dapat “mengingat” arah pertumbuhan menuju sumber makanan tersebut meskipun tempatnya dipindahkan. Perilaku ini dikenal sebagai “memori struktural”, sebuah fenomena yang sangat mengagumkan mengingat organisme ini tidak memiliki otak.
Penelitian lain menunjukkan bahwa jamur bisa mengenali pola bentuk dalam lingkungannya, membedakan antara susunan kayu berbentuk salib dan lingkaran, lalu memilih area mana yang layak untuk tumbuh lebih lanjut. Ini mirip dengan pengenalan pola yang biasa ditemui dalam komputer maupun kemampuan manusia mengenali wajah atau suara.
Pandangan tentang kecerdasan dan kesadaran kini mulai diperluas. Dr. Nicholas Money, seorang pakar biologi jamur, menyatakan bahwa kesadaran bisa dilihat sebagai spektrum yang meliputi berbagai bentuk kehidupan, mulai dari kera hingga amoeba, termasuk juga jamur.
Baca juga: Fakta atau Mitos: Benarkah Jamur Bisa Berbicara Satu Sama Lain Seperti Bahasa Manusia?
Dengan demikian, jamur bukan hanya organisme sederhana dan pasif seperti yang sering kita kira. Mereka adalah organisme dengan sistem komunikasi dan memori yang kompleks, yang mungkin menyimpan lebih banyak misteri tentang kecerdasan di alam daripada yang selama ini kita bayangkan.
Saat kita menelaah lebih jauh tentang jamur, kita pun diajak untuk membuka pemikiran bahwa kecerdasan dan kesadaran tidak harus selalu berasal dari otak manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Science Focus