INDOZONE.ID - Banyak banget hal tentang luar angkasa yang kita kira bener. Padahal sains udah lama bilang “nggak gitu, bro.”
Bahkan orang yang udah lama ngulik soal antariksa pun kadang masih kejebak sama mitos-mitos ini.
Nah, ini dia beberapa “fakta” populer soal Bumi dan luar angkasa yang ternyata udah dibantah sama penelitian ilmiah. Siap? Yuk kita bongkar satu-satu.
1. Mitos: Matahari warnanya kuning
Kita sering lihat matahari kayaknya kuning banget, kan? Padahal, aslinya cahaya matahari itu putih.
Warna kuning yang kita lihat itu cuma efek dari atmosfer Bumi yang “membelokkan” cahaya lewat proses yang namanya Rayleigh scattering, proses yang juga bikin langit kelihatan biru dan sunset jadi oranye kemerahan.
Baca juga: Dua Mumi Dinosaurus Ditemukan di Wyoming dalam Kondisi Lengkap, Pertama Kali dalam Sejarah!
Oh iya, astronom emang nyebut Matahari sebagai “bintang katai kuning” alias yellow dwarf, tapi itu cuma klasifikasi ilmiah, bukan soal warnanya beneran kuning.
2. Mitos: Sabuk asteroid itu tempat yang berbahaya
Film-film sering banget nunjukin kapal luar angkasa ngebut di antara batu-batu gede yang hampir nabrak. Padahal kenyataannya jauh banget dari situ.
Sabuk asteroid yang jaraknya sekitar 300 juta mil dari Matahari itu justru kosong banget.
Kalau semua asteroid di sana dikumpulin, massanya cuma sekitar 4% dari bulan. Jadi kalau NASA nemu dua asteroid yang tabrakan, itu udah kejadian langka banget.
3. Mitos: Ke luar angkasa bikin kamu nggak punya berat badan
Kebanyakan orang mikir kalau keluar dari atmosfer Bumi, kamu langsung jadi “tanpa bobot”. Tapi sebenernya bukan gitu caranya.
Baca juga: Studi: Perubahan Iklim Sebabkan Kematian 546 Ribu Orang Tiap tahun!
Kamu baru berasa “melayang” kalau udah terus jatuh ke arah Bumi tanpa pernah nyampe tanah — alias free fall terus-menerus.
Itu yang dialamin astronot di ISS. Mereka jatuh terus ke arah Bumi, tapi karena juga melaju kenceng banget (sekitar 28.000 km/jam), mereka nggak pernah nyentuh tanah.
Jadi bukan karena nggak ada gravitasi, tapi karena mereka terus jatuh di jalur yang melingkar.
4. Mitos: Nuklir bisa hancurin asteroid
Kayak di film Armageddon, ya? Sayangnya, itu nggak sesederhana itu.
Sebagian besar asteroid tuh bukan batu padat, tapi tumpukan puing yang rapuh.
Jadi kalau diledakin pake nuklir, hasilnya malah pecah jadi banyak serpihan kecil, kayak ngebuat peluru tunggal jadi tembakan shotgun.
Baca juga: Gunung Taftan, Tertidur 700 Ribu Tahun, Kini Bikin Ilmuwan Waswas
Tapi, beberapa ilmuwan punya ide buat pake ledakan nuklir secara hati-hati, biar bisa “dorong” asteroid keluar jalur lewat tekanan gas dari permukaan yang nguap.
Intinya: bisa, tapi nggak semudah di film.
5. Mitos: Zodiak bisa nebak kepribadian atau masa depan
Pasti familiar kan, “Kamu Leo banget sih!” — padahal, sains bilang nggak ada bukti yang mendukung itu.
Penelitian besar yang dipublikasikan di jurnal Nature tahun 1985 udah nunjukin kalau prediksi astrologi nggak lebih akurat dari tebak-tebakan biasa.
Bahkan waktu itu peneliti kerja sama langsung sama para astrolog profesional.
Baca juga: Mengungkap Arti Life Path Number: Ketika Tanggal Lahir Jadi Peta Takdirmu!
Jadi, kalau kamu suka baca ramalan zodiak, anggap aja hiburan, bukan panduan hidup.
6. Mitos: Kalau nelpon, sinyalnya mantul ke satelit.
Faktanya, HP biasa kayak yang kita pakai sehari-hari nggak pakai satelit buat kirim sinyal.
HP kamu nyambung ke menara seluler terdekat, terus diterusin lewat jaringan kabel bawah tanah dan koneksi antar-menara.
Satelit baru kepakai kalau kamu pakai satellite phone atau lagi nelpon internasional ke negara lain.
Jadi, 99% panggilan dan data internet di dunia tuh jalan lewat kabel laut, bukan satelit.
7. Mitos: Tembok Besar China satu-satunya bangunan yang bisa kelihatan dari luar angkasa
Faktanya, dari stasiun luar angkasa (sekitar 400 km di atas Bumi), banyak kok bangunan buatan manusia yang bisa dilihat — termasuk kota, bandara, bahkan stadion.
Baca juga: Fenomena 31/ATLAS, Objek Bintang Langka yang Memicu Spekulasi dan Ramalan Sejarah
Tapi kalau dari bulan? Nggak ada yang kelihatan. Yang kelihatan cuma cahaya samar dari kota di malam hari.
8. Mitos: Pasang surut laut cuma karena gravitasi bulan
Sebenernya nggak salah, tapi nggak sepenuhnya benar juga. Gaya tarik bulan emang ngaruh, tapi yang bikin air laut naik-turun itu juga hasil “kerjasama” antara bulan, matahari, dan bentuk Bumi.
Kadang air laut naik karena posisi bulan dan matahari sejajar (jadi tarikannya lebih kuat), kadang malah lemah kalau posisinya berlawanan. Jadi, nggak sesimpel “bulan narik air laut.”
9. Mitos: Jupiter muter ngelilingin Matahari
Lucunya, ini salah kaprah juga. Karena Jupiter gede banget, sebenarnya Matahari dan Jupiter saling ngelilingin satu titik tengah gravitasi yang disebut barycenter.
Baca juga: Katak Langka Ini Punya Mata di Mulutnya, Bikin Para Ilmuwan Bertanya-tanya
Nah, titik itu letaknya bukan di tengah Matahari, tapi sedikit di luarnya — sekitar 30.000 mil dari permukaannya. Jadi, bisa dibilang mereka “muter bareng.”
10. Mitos: Bumi itu bulat sempurna
Nggak juga. Bumi tuh bentuknya agak gepeng di kutub dan melebar di khatulistiwa, mirip bola yang ketekan dari atas bawah.
Itu karena rotasi Bumi bikin gaya sentrifugal di daerah khatulistiwa, jadi bagian tengahnya agak “mengembang.”
Bahkan, kalau kamu berdiri di ekuator, kamu bakal sekitar 21 km lebih jauh dari pusat Bumi dibanding kalau kamu berdiri di kutub.
11. Mitos: Ada sisi gelap di bulan
Sisi yang nggak pernah kita lihat dari Bumi emang sering disebut “sisi gelap,” tapi kenyataannya, semua bagian bulan kena cahaya matahari, cuma nggak bersamaan.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Diterjang Ombak Besar Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?
Ketika sisi yang kita lihat lagi gelap (bulan baru), sisi sebaliknya malah terang-benderang.
Jadi, “dark side of the moon” itu cuma istilah, bukan beneran gelap terus.
12. Mitos: Musim panas itu karena Bumi lebih dekat ke Matahari
Kenyataannya malah kebalik! Saat musim panas di belahan utara, posisi Bumi justru lagi agak jauh dari Matahari.
Yang bikin panas itu bukan jaraknya, tapi kemiringan sumbu Bumi. Jadi, sinar Matahari kena lebih langsung di belahan yang lagi miring ke arah Matahari, makanya lebih hangat.
Baca juga: Kenapa Bau Tanah Setelah Hujan Bikin Nostalgia? Ini Penjelasan Ilmiahnya
13. Mitos: Bulan itu deket banget sama Bumi
Kelihatannya deket, padahal jauhnya sekitar 384.000 km! Kalau naik pesawat jet ke sana tanpa berhenti, butuh waktu lebih dari dua minggu.
Foto dari luar angkasa sering bikin bulan kelihatan deket banget, padahal itu cuma efek perspektif aja.
14. Mitos: Nggak ada yang bisa lebih cepat dari cahaya
Di ruang hampa, cahaya emang paling cepat, sekitar 300.000 km/detik. Tapi kalau cahaya lewat benda kayak air atau kaca, kecepatannya bisa melambat.
Nah, partikel bermuatan kayak elektron kadang bisa ngebut lebih cepat dari cahaya di medium itu (bukan di ruang hampa), dan hasilnya muncul efek “cahaya biru” yang disebut radiasi Cherenkov. Keren, kan?
Baca juga: Fosil Gajah Purba Berusia 800 Ribu Tahun Ditemukan di Hutan Nganjuk
15. Mitos: Ruang angkasa itu selalu dingin.
Tergantung kamu lagi di mana! Di tempat gelap banget, suhu bisa nyentuh -270°C, tapi kalau kamu kena sinar Matahari langsung di luar angkasa, suhunya bisa 250°C.
Makanya, baju luar angkasa astronaut didesain tebal dan reflektif biar bisa tahan dua-duanya, super dingin dan super panas.
16. Mitos: Enrico Fermi yang bikin “Fermi Paradox” soal alien
Sebenernya, Fermi cuma pernah nanya santai, “Kalau alien itu ada, kenapa kita nggak pernah lihat?”
Tapi ide soal “Fermi Paradox” yang mempertanyakan keberadaan alien itu dikembangkan lebih jauh sama ilmuwan lain: Michael Hart dan Frank Tipler.
Baca juga: Rahasia di Balik Gerak Sidewinding Ular Derik
Jadi, nama Fermi keburu nempel aja padahal bukan dia yang ngembangin.
17. Mitos: Cuma ada tiga wujud benda: padat, cair, gas
Sebenernya ada satu lagi yang super penting: plasma.
Plasma itu bentuk materi paling umum di alam semesta — bintang, termasuk Matahari, semuanya plasma.
Selain itu, ada juga wujud-wujud lain kayak superfluid atau materi Bose-Einstein, tapi empat yang paling umum ya padat, cair, gas, dan plasma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Businessinsider.com