INDOZONE.ID - Burung camar sedang mendapat sorotan di Inggris. Hewan ini terlibat dalam beberapa kasus gangguan penerbangan dan lalu lintas udara.
Ada dugaan burung-burung camar kehilangan kendali karena terbang dalam keadaan mabuk.
Usut Punya usut, hal ini berkaitan dengan kebiasaan burung camar melahap gerombolan semut terbang. Saat mencari pasangan, semut terbang melakukan perkawinan di udara.
Setiap koloni biasanya berisi sekitar 5.000 pekerja, bahkan bisa mencapai hingga 15.000 semut terbang berkumpul selama masa kawin.
Baca juga: Sentuhan Bulan Kuno yang Mengubah Wajah Planet Mars
Nah, banyak jenis semut menghasilkan asam formiat sebagai mekanisme pertahanan yang sebenarnya beracun bagi burung.
Bila burung camar mengonsumsi semut dalam jumlah berlebihan, mereka bisa mengalami kebingungan atau bahkan ‘terbius’ akibat paparan zat kimia tersebut.
Ahli entomologi, Dr. Rebecca Nesbit, mengungkapkan bahwa asam formiat yang dihasilkan oleh semut dapat membuat burung camar tampak seperti ‘mabuk,’ sehingga mereka bereaksi lebih lambat terhadap bahaya.
Akibat reaksi yang melambat tersebut, burung camar pun menjadi lebih berani mendekati manusia dibandingkan biasanya.
Baca juga: Moluska Laut Ajaib Ini Dapat Berubah Menjadi Pabrik Penyimpan Energi Matahari!
Mereka menunjukkan perilaku agresif dan kehilangan rasa takut terhadap keberadaan manusia, bahkan tidak segan mencuri makanan langsung dari tangan orang di jalan.
Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung lebih lama karena cuaca hangat membuat gerombolan semut tetap aktif. Mereka juga muncul dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Walaupun tampak seperti ‘mabuk’ akibat mengonsumsi semut, ada sisi menarik dari fenomena ini.
Perilaku tersebut justru menunjukkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan ketersediaan sumber makanan musiman yang melimpah.
Semut terbang melakukan penerbangan perkawinannya sebagai bagian dari siklus hidup yang krusial, sementara burung camar memanfaatkannya sebagai sumber makanan berlimpah.
Baca juga: Gunung Kailash: Gunung Suci yang Tak Pernah Didaki, Ada Apa di Baliknya?
Keseimbangan antara kedua makhluk ini menjadi contoh nyata bagaimana alam bekerja secara dinamis, dengan rantai makanan yang terus berputar dan saling menguntungkan.
Jadi, meskipun tampak lucu saat burung camar melayang-layang dengan gerakan yang tak beraturan di langit, di balik fenomena tersebut nyatanya terkandung proses biologis yang sangat menarik.
Dengan latar belakang biologis yang begitu menakjubkan, tidak mengherankan jika burung camar sampai mengalami efek ‘mabuk’ setelah menyantap semut-semutnya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Science Focus