Burung Enggang, salah satu ikon keanekaragaman hayati Indonesia, kini berada di ambang kepunahan.
INDOZONE.ID - Burung Enggang, salah satu ikon keanekaragaman hayati Indonesia, kini berada di ambang kepunahan.
Keberadaan hewan unik ini yang menjadi simbol budaya dan pelindung hutan ini terancam akibat aktivitas manusia, seperti alih fungsi lahan dan perburuan liar.
Kehilangan spesies ini tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada warisan budaya yang telah ada selama ratusan tahun.
Baca Juga: Fakta Menarik Burung Kormoran Jambul Ganda: Si Penguasa Air dan Langit
Yuk simak sederet fakta Burung Enggang yang keberadaanya hampir punah ini!
Menurut data lembaga konservasi, populasi burung Enggang di alam liar telah menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir.
Faktor utama penyebab penurunan populasi burung unik:
Hutan tropis di Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lain yang menjadi habitat utama burung Enggang semakin terfragmentasi akibat pembukaan lahan untuk pertanian, perkebunan, dan pembangunan infrastruktur.
Fragmentasi ini mengurangi area jelajah burung Enggang, yang memengaruhi kemampuan mereka mencari makan dan berkembang biak.
Burung Enggang sering menjadi target perburuan karena paruhnya yang dianggap bernilai tinggi di pasar gelap.
Paruh burung Enggang, yang disebut "gading burung", digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk seni ukir dan perhiasan, sehingga meningkatkan ancaman terhadap spesies ini.
Bagi masyarakat adat Dayak di Kalimantan, burung Enggang bukan sekadar fauna liar.
Spesies langka ini dianggap sebagai simbol kesucian, kebijaksanaan, dan pelindung hutan.
Kehadirannya sering dilibatkan dalam berbagai upacara adat sebagai representasi hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Netflix, Instagram