Bentangan daratan di Laut Utara.
INDOZONE.ID - Tim ilmuwan internasional menemukan bentangan daratan yang tersembunyi di bawah perairan Laut Utara.
Menggunakan teknologi seismik (gelombang suara), daratan ini terlihat sebagai gambar 3D yang memiliki berbagai bentuk, mulai dari bukit hingga alur-alur panjang.
Daratan yang terkubur hampir satu kilometer di bawah Laut Utara ini, diteliti dan diperkirakan berasal dari sekitar satu juta tahun lalu.
Tim ilmuwan menggunakan data seismik untuk menemukan bentuk daratan zaman es ini. Hasil studi mengenai hal ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances, menunjukkan bentuk daratan tersebut tercipta ketika lapisan es yang berpusat di Norwegia meluas menuju Kepulauan Inggris.
Ini merupakan informasi penting karena bertepatan dengan periode pendinginan global yang disebut Transisi Mid-Pleistosen.
Baca Juga: Pemutihan Karang: Fenomena Global yang Mengancam Keanekaragaman Hayati Laut
Bentangan daratan ini sebenarnya merupakan landform glasial, bentuk daratan yang tercipta oleh proses glasial (lapisan es).
Jika daratan ini di atas permukaan laut, akan terlihat seperti wilayah kutub yang merupakan dataran es.
Bentangan daratan yang ditemukan ini, sangat berguna untuk memahami dan memprediksi bagaimana lapisan es saat ini merespons perubahan iklim dan pemanasan global.
entuk bentangan ini sering terkubur di bawah lapisan sedimen tebal sehingga menyulitkan identifikasi oleh para ahli.
Dr. Christine Batchelor, Dosen Senior Geografi Fisik di Universitas Newcastle, yang membantu memetakan dan menafsirkan bentuk-bentuk daratan ini berkata, "Kita perlu mempelajari bagaimana lapisan es di masa lalu merespons perubahan iklim jangka panjang. Dengan menggunakan data seismik modern, hasil kami menunjukkan bahwa lapisan es di barat laut Eropa berkembang secara signifikan sebagai respons terhadap pendinginan iklim.”
Baca Juga: Mengenal Tradisi Upacara Sedekah Laut di Desa Banyutowo
Dilansir dari Knewz, para peneliti menggunakan teknologi seismik 3D untuk mengenali daratan ini. Pada awalnya, teknologi ini merupakan metode yang dikembangkan untuk menilai kesesuaian sedimen dalam infrastruktur minyak, gas, dan energi terbarukan.
Teknologi ini mengungkapkan, bahwa lanskap daratan tersebut terbentuk di bawah lapisan es besar di bawah air, yang pernah meluas dari Norwegia ke Kepulauan Inggris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Knewz