Ilustrasi terumbu karang memutih. (Istimewa)
INDOZONE.ID - Pemanasan suhu air laut telah menjadi salah satu ancaman utama bagi kehidupan terumbu karang di seluruh dunia. Ketika suhu air meningkat terlalu tinggi, karang terpaksa mengeluarkan alga simbiotik yang dikenal sebagai zooxanthellae dari jaringannya.
Alga tidak hanya memberi warna pada karang tetapi juga menyediakan sebagian besar energi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.
Kehilangan zooxanthellae membuat karang kehilangan warnanya, berubah menjadi putih sepenuhnya—sebuah fenomena yang dikenal sebagai pemutihan karang.
Fenomena ini tidak hanya memengaruhi keindahan ekosistem bawah laut tetapi juga keberlanjutan berbagai spesies yang bergantung pada terumbu karang untuk tempat tinggal dan sumber makanan.
Baca Juga: Teripang, Hewan Berbentuk Unik yang Punya Peran Penting Jaga Terumbu Karang
Penyebab utama terjadinya pemutihan karang adalah perubahan iklim. Pemanasan planet menyebabkan perubahan suhu air, sedikitnya 2 derajat farenheit dapat memicu karang untuk mengeluarkan alga.
Di lain sisi, karang juga dapat memutih karena dipengaruhi oleh faktor lain, seperti pasang surut yang sangat rendah, polusi, atau terlalu banyak sinar matahari.
Karang tidak langsung mati ketika mengalami pemutihan, mereka hanya kehilangan warnanya. Namun, hilangnya zooxanthellae juga berarti hilangnya sumber makanan utama mereka.
Meskipun karang masih dapat menangkap partikel makanan kecil dari air menggunakan tentakelnya, sebagian besar spesies karang tidak dapat bertahan hanya dengan cara ini.
Dalam beberapa kasus, zooxanthellae dapat kembali ke inang karang dan memungkinkan karang untuk pulih dan tumbuh kembali. Namun, setelah mengalami pemutihan, karang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih sepenuhnya.
Dengan semakin sedikit karang yang bertahan hidup, kemampuan mereka untuk mereproduksi menurun sehingga merusak ekosistem terumbu karang, yang diketahui menjadi tumpuan kehidupan manusia dan satwa liar.
Antara tahun 2014 dan 2017, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, kurang lebih 75% terumbu karang tropis mengalami tekanan yang cukup panas.
Tekanan yang cukup panas itu mampu memicu pemutihan karang. Bagi 30% terumbu karang di dunia, tekanan panas tersebut cukup untuk membunuh karang.
Terumbu karang merupakan ekosistem dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan mendukung kehidupan berbagai hewan laut, seperti penyu, ikan, udang, kepiting, bintang laut, dan banyak lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Worldwildlife.org