Ilustrasi makanan yang dijuluki superfood.
INDOZONE.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, istilah superfood semakin populer. Banyak orang percaya bahwa makanan yang diberi label superfood memiliki manfaat kesehatan luar biasa.
Makanan-makanan ini dipercaya yang bisa meningkatkan vitalitas, memperlambat penuaan, hingga mencegah penyakit kronis.
Namun, apakah semua klaim tentang superfood ini berdasarkan fakta? Atau ada beberapa mitos yang perlu kita waspadai?
Secara umum, superfood merujuk pada makanan yang dianggap sangat kaya nutrisi, seperti vitamin, mineral, antioksidan, dan serat.
Contoh makanan yang sering disebut superfood antara lain buah beri (seperti blueberry dan acai), kale, quinoa, biji chia, salmon, dan kacang almond.
Klaim yang sering menyertai makanan ini adalah bahwa mereka memiliki potensi untuk memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan makanan lainnya.
Namun, penting untuk diingat bahwa istilah superfood merupakan strategi pemasaran daripada istilah yang diakui oleh komunitas ilmiah.
Salah satu klaim terbesar tentang superfood adalah kemampuannya untuk mencegah penyakit, terutama penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.
Meskipun beberapa superfood memang mengandung antioksidan yang dapat membantu melawan kerusakan sel, tidak ada satu makanan pun yang bisa sepenuhnya mencegah penyakit.
Fakta: Mengonsumsi makanan sehat, termasuk superfood, sebagai bagian dari diet seimbang memang bisa membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Namun, pencegahan penyakit juga bergantung pada gaya hidup lain, seperti olahraga, tidur cukup, dan tidak merokok.
Ada anggapan bahwa superfood memiliki kandungan nutrisi yang jauh lebih tinggi daripada makanan lain, sehingga layak untuk diutamakan dalam diet harian.
Namun, banyak makanan sehari-hari seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang sebenarnya juga sangat kaya nutrisi, meskipun tidak mendapat label superfood.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: HelloSehat