Semburan lava dan kilatan petir akibat erupsi Gunung Ruang.
INDOZONE.ID - Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, dikenal memiliki banyak gunung berapi aktif.
Salah satu gunung berapi paling aktif di negara ini adalah Gunung Merapi. Tercatat erupsi gunung berapi di Indonesia sudah beraktivitas sekitar pada abad ke-3 Masehi.
Baru-baru ini, Gunung Ruang di Sulawesi Utara mengalami erupsi pada Selasa (16/4/2024), memunculkan muntahan lava setinggi lebih dari 30 meter, dengan kilatan petir yang memukau tetapi amat berbahaya.
Semburan lava dan kilatan petir akibat erupsi Gunung Ruang.
Baca Juga: Mengenal 'Red Sprite', Fenomena Langit Paling Misterius Muncul saat Badai Petir Besar
Nah, kamu pasti penasaran dari mana kilatan petir itu muncul? Simak penjelasannya berikut.
Fenomena ini dikenal sebagai petir vulkanik. Petir vulkanik berbeda dari badai petir biasa.
Dalam badai petir, sambaran petir biasanya terjadi setelah terbentuknya kristal es di awan. Namun, dalam letusan gunung berapi, sambaran petir dapat terjadi sebelum terbentuknya kristal es di awan abu.
Pengamatan paling awal tentang petir vulkanik tercatat pada tahun 79 M, saat Gaius Plinius Caecilius Secundus, atau yang lebih dikenal sebagai Pliny the Younger, menggambarkan letusan Gunung Vesuvius.
Dalam catatannya, Pliny the Younger menggambarkan bagaimana petir vulkanik muncul selama letusan, menciptakan pemandangan yang spektakuler namun menakutkan.
Petir vulkanik tidak terbentuk jauh di dalam kerak bumi, melainkan di gumpalan gunung berapi. Fenomena ini terjadi selama fase aktif letusan dan lebih sering terjadi pada letusan dengan gumpalan abu besar.
Ketika lava mencapai permukaan, ia meletus melalui titik-titik lemah di kerak bumi. Selain itu, ketika gunung berapi meletus, lahar biasanya disertai abu dan jelaga dalam jumlah besar. Kadang-kadang, jika partikel bermuatan, petir akan dihasilkan.
Semburan lava dan kilatan petir akibat erupsi Gunung Ruang.
Dilansir WorldAtlas, para ilmuwan telah mengidentifikasi dua fase produksi petir vulkanik selama letusan hebat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WorldAtlas