Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 06 AGUSTUS 2023 • 06:45 WIB

BRIN Datangi Temuan Guci Kuno di Kropakan Klaten

BRIN Datangi Temuan Guci Kuno di Kropakan KlatenPenampakan guci kuno yang ditemukan di Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.

INDOZONE.ID - Adanya temuan guci kuno berusia ribuan tahun di Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, beberapa hari yang lalu, menarik tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendatangi tempat tersebut.

Ini kedatangan tim peneliti dari BRIN untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu yang tidak begitu lama.

Saat berada di lokasi temuan guci, tanpa sengaja tim BRIN menemukan kowi, terselip di dinding tanah. Kowi adalah alat untuk melebur emas atau perhi. Bentuknya kecil cekung.

Menurut Sugeng Riyanto dari BRIN, temuan ratusan artefak di Kropakan ini sangat menarik dan boleh dikatakan lengkap.

"Di sini warga menemukan batu candi, pipisan, lingga yoni, guci, manik-manik, gerabah, pripihan seperti mata uang, sumur kuno, dan lain-lain, secara berturut-turut dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Ini semakin menguatkan kalau di Kropakan sini dulu merupakan tempat permukiman era Mataram Kuno sekitar abad 9-10 Masehi," kata Sugeng Riyanto.

Sugeng yang ditemani tiga tim lainnya memerinci lebih detail. Batu candi jaman dulu sebagai lambang tempat peribadatan, lalu juga ditemukan batu pipisan yang berfungsi untuk menggilas biji-bijian atau jamu, ada sistem pertanian, dan lain-lain.

Secara geologi, Kropakan dilewati lebih dari satu sungai, yang membuat tanah pertanian subur.

BRIN Datangi Temuan Guci Kuno di Kropakan KlatenPenampakan guci kuno yang ditemukan di Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga: Sederet Fakta Anjing Jindo, Hidup Ribuan Tahun hingga Jadi Julukan Jin Ho Gae di 'The First Responders 2'

"Dulu nenek moyang kita tinggal di sini, pasti ada pertimbangan tertentu. Di sini tanahnya subur," tambah Sugeng.

Selain ratusan artefak yang sudah ditemukan warga, Desa Mranggen khususnya Kropakan juga mempunyai beberapa lokasi 'sakral' yang sampai sekarang masih terawat.

Menurut keterangan Kades Mranggen, Miseran, beberapa lokasi sakral tersebut adalah umbul Kroman, umbul di Dukuh Karanggotan, dan embung Mranggen.

Dengan banyaknya pasokan air tersebut, tidak berlebihan kalau Desa Mranggen ini pertaniannya subur.

"Menurut sejarah, dulu Mranggen ini penghasil polowijo dan rempah-rempah, ada polo, cengkeh, tebu, lada, dan lain-lain. Dijual sampai keluar negeri," kata Miseran.

Miseran melanjutkan, selain itu masyarakat di sini juga masih berpegang teguh pada berbagai tradisi, yang merupakan kekayaan budaya.

Ada tradisi kenduri berbagai moment seperti kenduri Ruwahan, kenduri selikuran saat puasa, kenduri bulan Suro, dan lain-lain.

BRIN Datangi Temuan Guci Kuno di Kropakan KlatenPenampakan guci kuno yang ditemukan di Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga: Sempat Hilang Kontak, NASA Deteksi Sinyal dari Voyager 2 Pesawat Ruang Angkasa yang Tempuh Ujung Dunia

Miseran berpendapat, semua tradisi yang masih dirawat masyarakat sampai saat ini, bukan merupakan klenik atau sesat. Namun murni menjaga dan melestarikan budaya nenek moyang.

Dengan temuan selengkap ini, membuat BRIN sangat takjub dan mengapresiasi tingkat kepedulian masyarakat yang menjaga semua temuan artefak tersebut.

"Biasanya di daerah lain, kalau ada temuan hanya guci saja, atau gerabah saja, tidak selengkap di sini. Ke depan, Situs Kropakan ini akan kita dukung menjadi museum terbuka, untuk lokasi penelitian dan edukasi," ujar Sugeng.

Kades Mranggen mendukung penuh rencana pembuatan museum tersebut. Pihaknya akan menyiapkan tanah kas desa untuk pendirian museum tersebut.

Adanya temuan guci berusia ribuan tahun dari Dinasti Tang tersebut di tempat ini, Sugeng memperkirakan ada hubungan dagang antara orang pribumi dengan orang China.

Sehingga sering terjadi barter barang-barang. Produk Cina dibawa kesini, pun sebaliknya. Hasil pertanian diimport ke Cina.

Di Desa Mranggen juga dulu pernah ditemukan batu-batu besar, kemungkinan dari letusan Gunung Merapi, yang jaraknya tidak sampai 10 kilometer dari puncak.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

BRIN Datangi Temuan Guci Kuno di Kropakan KlatenZ Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BRIN Datangi Temuan Guci Kuno di Kropakan Klaten

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!