Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 25 MEI 2026 • 21:10 WIB

Asal Usul Kemiringan Bumi dan Hubungannya dengan Pembentukan Tata Surya

Asal Usul Kemiringan Bumi dan Hubungannya dengan Pembentukan Tata SuryaIlustrasi Bumi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Masih banyak orang yang belum menyadari bahwa posisi Bumi sebenarnya tidak tegak lurus saat mengelilingi Matahari. Planet tempat manusia hidup ini ternyata berada dalam kondisi sedikit miring terhadap orbitnya.

Para ilmuwan menyebut kemiringan sumbu Bumi mencapai sekitar 23,5 derajat. Karena itulah, cahaya Matahari tidak menyinari seluruh wilayah di Bumi dengan intensitas yang sama dalam waktu bersamaan.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan posisi Bumi bisa miring seperti itu? Pembahasan kali ini akan mengulas lebih jauh tentang salah satu misteri menarik di alam semesta tersebut.

Baca juga: 5 Fakta Ilmiah Asal Air di Bumi, Ternyata Berkaitan dengan Luar Angkasa

Dilansir dari Universe Today, Senin (25/5/2026) ilmuwan memaparkan bahwa kemiringan posisi Bumi terkait dengan proses pembentukannya bersama dengan planet-planet lainnya di Tata Surya.

Selain diyakini membuat posisi Bumi menjadi miring sejak awal pembentukannya, para ilmuwan juga berpendapat bahwa lahirnya Matahari menciptakan pusat gravitasi baru di Tata Surya. 

Proses tersebut memunculkan gaya pasang surut antara Matahari dan sisa nebula yang memicu ketidakstabilan pada gas serta debu di sekitarnya.

Seiring berjalannya jutaan tahun, material luar angkasa mulai saling bertabrakan dan berkumpul hingga membentuk massa serta gravitasi sendiri. 

Dari proses itu lahirlah benda-benda langit kecil yang dikenal sebagai protoplanet. Tabrakan antarprotoplanet kemudian menghasilkan planet dengan ukuran lebih besar, termasuk Bumi.

Para peneliti menduga benturan besar dengan protoplanet inilah yang membuat posisi Bumi menjadi miring dan tidak tegak lurus, layaknya bola yang berdiri sempurna di atas permukaan datar.

Posisi Bumi Memicu banyak Musim 

Kemiringan Bumi memiliki peran penting bagi keberlangsungan kehidupan di dalamnya. Hal ini karena posisi Bumi yang miring menyebabkan terjadinya perbedaan musim di berbagai wilayah dunia. 

Di negara-negara beriklim subtropis atau yang dikenal dengan empat musim, umumnya terjadi musim dingin, semi, gugur, dan panas. 

Sementara itu, negara beriklim tropis seperti Indonesia hanya mengalami dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. 

Jika dibandingkan dengan planet lain, kemiringan Bumi membuat variasi musim menjadi lebih seimbang dengan suhu yang tidak terlalu ekstrem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Universe Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Asal Usul Kemiringan Bumi dan Hubungannya dengan Pembentukan Tata Surya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!