Ilustrasi 7 Prinsip Samurai dalam Bushido (Freepik)
INDOZONE.ID - Samurai merupakan golongan prajurit elite di Jepang feodal yang dikenal bukan hanya karena kemampuan bertarung, melainkan karena nilai moral yang kuat.
Dalam kehidupan mereka, samurai berpegang pada Bushido, yaitu kode etik yang mengatur perilaku, pemikiran, hingga tanggung jawab seorang prajurit.
Akan tetapi, dalam praktiknya terdapat tujuh prinsip utama dalam Bushido yang dianggap menjadi fondasi kehormatan seorang samurai.
Melansir laman The Collector, Jumat (22/05/2026) prinsip-prinsip ini berkembang sejak era Kamakura dan kemudian dikenal luas sebagai pedoman moral para samurai.
Baca juga: Samurai dari Afrika: Fakta Sejarah Yasuke yang Jarang Diketahui
Gi berarti keadilan atau keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar. Prinsip ini menekankan bahwa seorang samurai harus bertindak berdasarkan akal sehat, moral, dan tanggung jawab.
Bagi samurai, keputusan tidak boleh dipengaruhi kepentingan pribadi. Mereka dituntut tegas dalam bertindak dan mampu membedakan mana yang benar serta mana yang salah.
Yu adalah keberanian yang disertai pengendalian diri. Dalam Bushido, keberanian bukan berarti bertindak sembrono atau agresif.
Seorang samurai diharapkan berani menghadapi bahaya, rasa takut, atau kemungkinan kematian, tetapi tetap tenang dan rasional.
Meski dikenal sebagai prajurit, samurai diwajibkan memiliki belas kasih. Jin berarti kebaikan hati, kepedulian, dan kemampuan memahami orang lain.
Kekuatan tanpa kebajikan dianggap tidak lengkap. Karena itu, samurai harus menyeimbangkan ketegasan dengan rasa kemanusiaan.
Baca juga: Bukan Sekadar Pendekar, Ini Evolusi Panjang Samurai Jepang
Rei berkaitan dengan penghormatan terhadap orang lain. Nilai ini mencerminkan tata krama, keanggunan, dan kesadaran akan martabat manusia.
Kesopanan bukan hanya soal perilaku formal, melainkan cara seorang samurai menunjukkan rasa hormat dalam setiap interaksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Collector