Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 19 APRIL 2026 • 15:53 WIB

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai: Sejarah, Letak, dan Bukti Kejayaannya Lengkap

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai: Sejarah, Letak, dan Bukti Kejayaannya LengkapIlustrasi, Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai (Nano Banana)

INDOZONE.ID - Pernahkah Anda bertanya-tanya, dari titik manakah cahaya peradaban Islam pertama kali berpendar dan menyebar ke seluruh pelosok Nusantara? Jauh sebelum hiruk-pikuk pelabuhan modern di Pulau Jawa atau gemerlapnya Kesultanan Malaka, sebuah kekuatan maritim raksasa telah berdiri megah di ujung utara Pulau Sumatra. Kesultanan Samudra Pasai tidak sekadar menjadi kerajaan Islam pertama di Indonesia, tetapi juga poros perniagaan global yang menghubungkan saudagar dari Arab, Persia, India, hingga Tiongkok. Meskipun masa kejayaannya telah usai berabad-abad lalu, jejak kebesarannya tidak sirna begitu saja.

Melalui berbagai peninggalan Kerajaan Samudra Pasai, kita dapat menelusuri bagaimana fondasi awal identitas Islam di Asia Tenggara dibentuk. Artikel ini akan mengurai deretan bukti sejarah, letak geografis, alasan di balik kejayaan ekonominya, hingga bagaimana warisan budayanya diteruskan oleh Kerajaan Aceh Darussalam.

Letak dan Siapa Pendiri Kerajaan Samudra Pasai?

Untuk memahami kebesaran kerajaan ini, kita harus merunut kembali ke abad ke-13. Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh Marah Silu, seorang tokoh karismatik yang kemudian memeluk agama Islam dan bergelar Sultan Malik as-Saleh. Menurut berbagai catatan sejarah, kerajaan ini resmi berdiri sekitar tahun 1267 Masehi, menjadikannya monarki Islam tertua yang tercatat secara valid di kepulauan Nusantara.

Secara geografis, letak Kerajaan Samudra Pasai sangatlah strategis. Pusat pemerintahannya berada di pesisir utara Pulau Sumatra, yang saat ini secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Lokasinya yang langsung menghadap ke perairan internasional menjadikannya pintu gerbang utama bagi para pelayar dunia sebelum mereka memasuki kawasan kepulauan rempah-rempah di wilayah timur.

Baca juga: 10 Situs Peninggalan Kerajaan Wajo, Sulawesi Selatan: Saksi Bisu Kejayaan Peradaban Masa Lalu

Mengapa Kerajaan Samudra Pasai Menjadi Pusat Perdagangan?

Pertanyaan yang sering muncul di benak para pelajar sejarah adalah: Kerajaan Samudra Pasai menjadi pusat perdagangan karena apa? Jawabannya terletak pada kombinasi antara anugerah geografi dan kebijakan ekonomi yang terbuka.

Pertama, letaknya yang berada persis di jalur pelayaran Selat Malaka membuat pelabuhan Pasai menjadi titik transit wajib (episentrum) bagi kapal-kapal niaga yang harus menunggu pergantian arah angin muson untuk melanjutkan pelayaran ke Tiongkok atau kembali ke India dan Timur Tengah.

Kedua, Samudra Pasai bukan hanya pelabuhan transit, melainkan juga wilayah penghasil komoditas bernilai tinggi, terutama lada, sutra, dan kapur barus. Ibnu Battuta, seorang pengembara legendaris asal Maroko yang singgah di Pasai pada tahun 1345 Masehi, mendeskripsikan kerajaan ini sebagai kota yang sangat makmur, hijau, dan dipimpin oleh seorang raja (Sultan Malik az-Zahir) yang sangat saleh serta mencintai ilmu pengetahuan.

"Pasai adalah pelabuhan yang sangat ramai, di mana para pedagang dari berbagai bangsa bertemu. Hukum Islam ditegakkan dengan baik, dan rajanya sangat menghormati para ulama serta cendekiawan dari luar negeri." Catatan Rihlah Ibnu Battuta (1345 M).

Bukti Adanya Samudra Pasai: Rincian Peninggalan Sejarah

Lalu, apa bukti adanya Samudra Pasai? Keberadaan kerajaan ini dibuktikan melalui catatan penjelajah asing (seperti Marco Polo pada 1292 M dan Ibnu Battuta) serta artefak fisik yang masih terawat. Berikut adalah contoh peninggalan sejarah dari Kerajaan Samudra Pasai:

Nama Peninggalan Bentuk Fisik Fakta Sejarah & Maknanya
Makam Sultan Malik as-Saleh Batu Nisan (Nisan bergaya Gujarat) Berangka tahun 1297 M. Bukti fisik tertua masuknya Islam sebagai institusi kerajaan di Nusantara.
Makam Sultan Mahmud Malik Az-Zahir Batu Nisan Makam putra Sultan Muhammad yang memerintah saat kunjungan Ibnu Battuta.
Kitab Durru al-Manzum Karya Sastra/Teologi Bukti perkembangan intelektual dan peran Pasai sebagai pusat ilmu agama.
Koin Dirham (Deureuham) Uang Koin Emas Bukti bahwa Pasai memiliki sistem ekonomi maju dan mata uang sendiri yang diakui dalam perdagangan internasional.
Lonceng Cakra Donya Lonceng Raksasa Berhuruf Tiongkok & Arab Hadiah dari Kaisar Tiongkok (dibawa oleh Laksamana Cheng Ho) sebagai simbol persahabatan diplomasi.
Makam Ratu Nahrasyiyah Makam Berukir Marmer Mewah Bukti bahwa emansipasi dan kepemimpinan perempuan (Sultanah) telah diakui dalam peradaban Pasai.

1. Makam Sultan Malik as-Saleh: Tonggak Awal Sejarah

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai: Sejarah, Letak, dan Bukti Kejayaannya LengkapMakam Sultan Malik Al Saleh, pendiri Kerajaan Samudera Pasai (kerajaan Islam pertama di nusantara), terletak di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, sekitar 17 km timur Lhokseumawe. (Iqbalhafidh (commons.wikimedia.org))

Peninggalan yang paling monumental adalah makam sang pendiri kerajaan. Nisannya terbuat dari batu granit yang diimpor dari Cambay, Gujarat, India. Kaligrafi Arab yang terukir di nisan tersebut tidak hanya menuliskan nama dan tanggal wafatnya (Ramadan 696 Hijriah / 1297 Masehi), tetapi juga menyematkan kutipan ayat suci Al-Qur'an dan puisi sufi. Ini menjadi bukti otentik yang menepis keraguan tentang eksistensi kerajaan ini.

2. Makam Sultan Mahmud Malik Az-Zahir

Selain makam sang pendiri, Makam Sultan Mahmud Malik Az-Zahir menjadi situs yang sangat penting. Sultan Mahmud adalah cucu dari Sultan Malik as-Saleh (putra dari Sultan Muhammad). Di masa pemerintahannya, Samudra Pasai mencapai stabilitas politik dan ekonomi yang luar biasa.

Bahkan, penjelajah Ibnu Battuta mencatat kekagumannya terhadap kepribadian Sultan Mahmud yang sangat rendah hati dan rajin berdiskusi mengenai ilmu agama dengan para ulama. Nisan makamnya yang berukir indah menjadi saksi bisu era keemasan diplomasi dan religiusitas Pasai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai: Sejarah, Letak, dan Bukti Kejayaannya Lengkap

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!