Ilustrasi Teori The Great Filter (Freepik)
INDOZONE.ID - Mengenal teori The Great Filter yang merupakan salah satu konsep paling menarik dalam upaya menjawab misteri besar alam semesta. Mengapa manusia belum pernah bertemu makhluk luar angkasa?
Teori ini muncul sebagai jawaban atas pertanyaan terkenal dari fisikawan Enrico Fermi yang bertanya,
“Di mana semua makhluk itu?” yang kemudian dikenal sebagai Paradoks Fermi.
Baca juga: Mengenal Ophiuchus dan Fakta di Balik Rasi Bintang Ke-13 yang Sempat Viral
Berdasarkan laman EarthSky, Jumat (17/04/2026) konsep The Great Filter pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Robin Hanson pada akhir 1990-an.
Teori ini menyatakan bahwa meskipun kehidupan mungkin banyak di galaksi, setiap peradaban akan menghadapi “saringan besar” yang menghambat mereka untuk berkembang menjadi peradaban maju.
Saringan ini bisa berupa bencana alam, seperti tabrakan asteroid, atau ancaman dari dalam, seperti perang nuklir.
Dengan kata lain, tidak semua peradaban berhasil bertahan cukup lama untuk menjelajah luar angkasa atau berkomunikasi dengan peradaban lain.
Baca juga: Fakta Ilmiah di Balik Bintang Berkelap-kelip yang Jarang Diketahui
Jika kehidupan cerdas sebenarnya umum di galaksi, seharusnya manusia sudah melihat tanda-tandanya. Namun kenyataannya, hingga kini belum ada bukti kuat.
Mengutip EarthSky, hal ini bisa berarti bahwa sebagian besar peradaban gagal melewati The Great Filter. Mereka mungkin punah sebelum mencapai tahap teknologi tinggi, sehingga tidak pernah sempat “menyapa” peradaban lain.
Di sinilah muncul pertanyaan besar yang bersifat eksistensial. Apakah manusia adalah peradaban langka yang berhasil lolos dari saringan tersebut, atau justru kita belum sampai pada fase paling berbahaya?
Sejumlah ilmuwan, termasuk peneliti dari NASA, berhipotesis bahwa manusia mungkin sedang berada di ambang The Great Filter.
Baca juga: Cantik Menawan! Mengenal Butterfly Nebula, Ledakan Bintang Berbentuk Kupu-Kupu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earthsky.org