HD 189733 b - Uranus - Neptunus (NASA)
INDOZONE.ID - Di Bumi, hujan identik dengan air. Akan tetapi di luar sana, kondisi cuaca bisa jauh lebih ekstrem dan sulit dibayangkan.
Beberapa planet bahkan memiliki hujan kaca hingga berlian, fenomena yang terdengar indah sekaligus mengerikan.
Berdasarkan penjelasan dari NASA, Rabu (14/04/2026) kondisi atmosfer di planet-planet tertentu memang sangat berbeda dari Bumi, baik dari segi suhu, tekanan, maupun komposisi kimianya.
Salah satu contoh paling ekstrem adalah HD 189733b. Sekilas, planet ini tampak berwarna biru cerah seperti Bumi. Namun, tampilan tersebut sangat menipu.
Baca juga: Jupiter Bukan yang Terbesar, Ini Fakta Planet Raksasa di Alam Semesta
Dikutip dari NASA, warna biru itu bukan berasal dari lautan, melainkan dari atmosfer yang dipenuhi partikel silikat. Dalam kondisi tertentu, partikel ini dapat membentuk hujan kaca.
Lebih lajut, yang membuatnya lebih ekstrem, hujan tersebut tidak jatuh lurus ke bawah seperti di Bumi, melainkan menyamping karena angin super kencang yang mencapai sekitar 5.400 mph atau sekitar 2 km per detik.
Kecepatan ini bahkan beberapa kali lipat lebih cepat dari kecepatan suara.
Selain hujan kaca, fenomena lain yang tidak kalah unik adalah hujan berlian. Hal ini diperkirakan terjadi di Neptunus dan Uranus.
Mengutip penjelasan NASA, kondisi tekanan dan suhu yang sangat tinggi di atmosfer kedua planet ini dapat memecah molekul metana yang mengandung karbon.
Baca juga: Inilah 24 Planet yang Mirip Bumi dan Bisa Dihuni, Bahkan Jauh Lebih Nyaman Lho!
Dalam tekanan ekstrem, karbon tersebut dapat berubah menjadi berlian.
Berlian-berlian ini kemudian jatuh ke bagian dalam planet, menyerupai hujan. Namun, proses ini terjadi jauh di dalam atmosfer, sehingga tidak bisa diamati secara langsung seperti hujan di Bumi.
Baca juga: Planet Ekstrasurya Baru Ditemukan, Baunya seperti Telur Busuk!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA