Ilustrasi pantangan dan larangan Nyepi
INDOZONE.ID - Ada beberapa tradisi saat Hari Raya Nyepi yang tidak hanya di dalam rumah saja, tapi juga sebelum perayaannya dimulai.
Begitu pentingnya hari ini, maka umat Hindu menyambutnya dengan serangkaian tradisi mulai dari upacara, pawa, kunjungan ke keluarga hingga yang terakhir adalah Ngembak Geni.
Simak penjelasan tentang Hari Raya Nyepi berikut ini seperti yang dikutip dari situs Binus
Rangkaian Hari Raya Nyepi dimulai dari upacara Melasti yang dilakukan tiga hingga empat hari menjelang Hari Raya Nyepi. Upacara ini biasanya dilakukan di pura-pura yang terletak di tepian laut. Upacara Melasti bertujuan untuk mensucikan diri secara spiritual.
Baca juga: Apa yang Dilakukan Umat Hindu Saat Hari Raya Nyepi?
Dalam upacara ini melibatkan prosesi berjalan kaki ke arah pantai sambil membuang ‘kotoran’ ke laut lalu dilanjutkan dengan persembahyangan. Selain untuk menyucikan diri, upacara ini juga bertujuan untuk menyingkirkan sifat buruk manusia.
Kegiatan ini dilakukan satu hari menjelang Hari Raya Nyepi. Upacara ini dilakukan sebagai upaya pembersihan alam semesta dari berbagai kekuatan negatif serta untuk menyambut Tahun Baru Saka.
Upacara ini juga ditujukan untuk menanamkan nilai-nilai luhur serta spiritual pada manusia agar selalu merawat alam serta lingkungan sekitar. Upacara Mecaru juga disebut dengan Bhuta Yadnya yang pada hakikatnya merawat lima unsur alam yaitu tanah, api, udara, air dan eter.
Upacara ini dikhususkan untuk mengusir segala kejahatan yang datang setelah dilakukan ritual Mecaru sebelum. Utamanya pada saat sore hari.
Upacara pengerupukan dilakukan dengan cara mengelilingi rumah dengan membawa obor sambil menaburkan nasi tawur. Di desa dan banjar, prosesi ini dilakukan sebanyak tiga kali dengan membawa obor serta alat musik.
Sedangkan di Kuta Bali, identik dengan festival ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan boneka raksasa yang terbuat bambu atau bubur kertas. Ogoh-ogoh dibuat sedemikian rupa untuk melambangkan berbagai sifat buruk manusia.
Baca juga: Makna Ogoh-Ogoh dalam Tradisi Menjelang Nyepi
Setelah pawai selesai, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai simbol pembersihan dari semua sifat jahat manusia. Semua ini dilakukan sebagai persiapan ritual Nyepi.
Dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, ini adalah hari yang sangat sakral. Prosesi Nyepi dimulai sejak pukul 06.00 WITA dan berakhir keesokan harinya di jam yang sama. Dalam momen ini terdapat empat pantangan yaitu tidak boleh dilanggar yaitu bepergian, menyalakan api, mencari hiburan, dan keluar rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Binus