Seismoscope Zhang Heng. (Atlas Obscura)
INDOZONE.ID - Bayangkan sebuah guci perunggu besar yang diam tak bergerak, namun bisa mengetahui terjadinya gempa bumi di wilayah yang sangat jauh sebelum orang-orang menyadarinya.
Inilah alat legendaris ciptaan Zhang Heng pada abad ke-2 Masehi.
Di tengah era yang penuh dengan mitos tentang bencana, Zhang Heng menciptakan detektor gempa pertama yang membuat kekaisaran Tiongkok terpukau.
Dikenal sebagai seismoscope, penemuan ini membuktikan bahwa ribuan tahun lalu, manusia telah mampu menciptakan teknologi canggih yang menjadi cikal bakal alat pendeteksi gempa modern.
Bagi dunia modern, kemampuan mengukur gempa mungkin terasa biasa.
Seismograf digital, akselerometer, hingga sensor berbasis AI telah menjadi bagian dari infrastruktur mitigasi bencana.
Baca juga: Mengenal Istilah Gempa Megathrust: Asal Mula Terjadi hinga Seberapa Besar Kekuatannya
Tanpa listrik, tanpa sensor, dan tanpa teknologi modern, Zhang Heng menciptakan sebuah bejana yang sanggup melacak getaran Bumi sejauh ratusan mil pada 1.900 tahun yang lalu.
Kedahsyatan seismoscope ini tidak hanya terletak pada kegunaannya, tetapi pada pesan yang dibawanya, bahwa akal manusia mampu melampaui batasan zaman.
Ia adalah bukti otentik bahwa kecerdasan purba bisa sebanding, bahkan lebih visioner, daripada teknologi masa kini.
Pada tahun 132 M, Zhang Heng memperkenalkan seismoscope ikoniknya yang menggunakan delapan naga sebagai penunjuk arah mata angin.
Mekanisme unik yang membuat bola logam jatuh dari mulut naga ke katak di bawahnya menjadi simbol kecerdasan teknologi Dinasti Han.
Bukti kehebatannya tercatat saat alat ini mendeteksi getaran yang tak dirasakan oleh siapa pun di Luoyang.
Meski sempat diragukan oleh para pejabat kekaisaran, ketenangan Zhang Heng membuktikan bahwa penemuannya melampaui persepsi manusia, ia mampu "mendengar" detak Bumi dari kejauhan sebelum laporan bencana tiba di istana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thoughtco.com