Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 19 JANUARI 2026 • 14:56 WIB

Mengenal Homo Floresiensis, Manusia Purba Terkecil dari Flores

Mengenal Homo Floresiensis, Manusia Purba Terkecil dari FloresFragmen tulang Homo Floresiensis, Manusia Purba Terkecil dari Flores (Dok. Badan Geologi.)

INDOZONE.ID - Penemuan tulang lengan manusia purba di Mata Menge, Flores, mengungkap fakta mengejutkan dunia. Homo floresiensis sudah bertubuh sangat kecil sejak 700.000 tahun lalu.

Fosil ini memperkuat dugaan bahwa “manusia hobbit” berevolusi dari Homo erectus Jawa yang mengalami penyusutan ukuran tubuh ekstrem akibat hidup terisolasi di pulau.

Fragmen tulang humerus dewasa yang sangat kecil ditemukan di situs Mata Menge, Cekungan So’a, Nusa Tenggara Timur.

Fosil ini berasal dari lapisan berusia sekitar 700.000 tahun. Menariknya, ini adalah tulang lengan atas manusia purba terkecil yang pernah tercatat dalam rekaman fosil global.

Dari ukuran tulang tersebut, para peneliti memperkirakan tinggi badan pemiliknya hanya sekitar 103–108 cm. Lebih pendek dibandingkan Homo floresiensis dari Liang Bua yang hidup sekitar 60.000 tahun lalu.

Lebih Kecil dari “Manusia Hobbit’ Liang Bua

Selama ini, Homo floresiensis dikenal lewat temuan di Liang Bua sejak 2004. Individu paling terkenal, LB1, diperkirakan memiliki tinggi sekitar 106 cm.

Baca juga: Tersimpan Sejak 1981, Fosil Ular Purba Ini Akhirnya Ubah Sejarah Evolusi Reptil

Namun fosil Mata Menge menunjukkan sesuatu yang lebih ekstrem. Berdasarkan rekonstruksi panjang humerus (211–220 mm), tinggi tubuh hominin Mata Menge justru bisa lebih kecil dari Homo floresiensis Liang Bua.

Artinya, tubuh mungil ini bukan hasil evolusi akhir, tapi sudah muncul sangat awal dalam sejarah manusia purba Flores.

Mengenal Homo Floresiensis, Manusia Purba Terkecil dari FloresHomo Floresiensis, Manusia Purba Terkecil dari Flores (Dok. Badan Geologi.)

Baca juga: Temuan Peneliti Mengenai Fosil di New Mexico Ungkap Kerabat Muskox di Zaman Es

Jejak Evolusi dari Homo erectus Jawa

Salah satu perdebatan lama akhirnya makin jelas. Fosil gigi, rahang, dan humerus dari Mata Menge menunjukkan kemiripan kuat dengan Homo erectus dari Pulau Jawa.

Kesamaan ini melemahkan hipotesis alternatif yang menyebut Homo floresiensis berasal dari Australopithecus atau Homo habilis. Kedua jenis tersebut bahkan belum pernah ditemukan di Indonesia.

Dengan kata lain, nenek moyang Homo floresiensis kemungkinan besar adalah Homo erectus berbadan besar yang bermigrasi ke Flores sekitar satu juta tahun lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Badan Geologi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Homo Floresiensis, Manusia Purba Terkecil dari Flores

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!