Ilustrasi tanda vital Bumi memburuk (Pixabay/@geralt).
INDOZONE.ID - Sebuah penelitian yang dirilis Jurnal BioScience, 29 Oktober lalu, memaparkan fakta mencengangkan: 22 tanda vital Bumi memburuk.
"Laporan ini menjadi peringatan sekaligus panggilan untuk melakukan sesuatu," kata William Ripple, Professor Ekologi di Oregon State University, kepada Live Science.
Ia merupakan salah satu penulis yang menyusun laporan tersebut.
Peneliti menyusun indikator untuk mengukur tanda vital Bumi pada 2020. Mereka mengidentifikasi 34 kriteria yang menggambarkan kondisi bumi.
Baca juga: 11 Mitos Seputar Kucing yang Cukup Populer di Kalangan Cat Lovers!
Selama lima tahun mereka memonitor semua indikator. Beberapa di antaranya seperti kadar karbon dioksida di atmosfer, konsentrasi metana, suhu laut, fluktuasi tinggi air laut, dan persentase hari yang mengalami panas ekstrem.
Sebagian besar indikator yang dipantau mencapai titik tertinggi pada 2024 dan 2025. Bumi kian panas meski emisi karbon turun secara signifikan.
Tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah modern dan yang terhangat dalam 125 ribu tahun terakhir.
Suhu laut dan pencairan es mencapai rekor tertinggi. Suhu permukaan secara global untuk pertama kali dalam sejarah di atas 1,5 derajat celsius dibanding masa Praindustri.
Baca juga: 17 Anggapan tentang Bumi dan Luar Angkasa yang Ternyata Salah Besar Menurut Sains
"Kami juga mencatat rekor kebakaran hutan dan meluasnya perubahan warna karang," kata Ripple.
Bumi saat ini 1,2 derajar celsius lebih hangat dibanding rata-rata antara tahun 1850-1900.
Tanda vital yang memburuk menyebabkan Bumi menjadi semakin tidak stabil.
Kondisi tersebut mendorong perubahan sistem iklim ke arah fenomena rumah kaca.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Livescience