INDOZONE.ID – Sebuah makalah ilmiah kontroversial kembali memicu perdebatan. Sekelompok ilmuwan mempertanyakan apakah objek antarbintang 3I/ATLAS sebenarnya adalah teknologi alien “yang mungkin bermusuhan” yang sedang menyamar—mirip dengan klaim sebelumnya tentang 'Oumuamua. Namun para ahli menyebut klaim ini "omong kosong".
Mengutip situs LiveScience, objek 3I/ATLAS ditemukan pada 1 Juli lalu dan dikonfirmasi sebagai objek antarbintang kurang dari 24 jam setelah penemuan. Berdasarkan pengamatan awal, objek ini kemungkinan besar adalah komet raksasa dengan koma (awan gas, es, dan debu) selebar 24 kilometer.
Simulasi komputer bahkan memperkirakan bahwa objek ini bisa jadi berusia 3 miliar tahun lebih tua dari tata surya kita.
Namun, dalam sebuah makalah yang diunggah ke server pracetak arXiv pada 16 Juli, tiga peneliti termasuk astronom pemburu alien terkenal Avi Loeb, menyebut kemungkinan bahwa 3I/ATLAS adalah teknologi alien tersembunyi yang dikirim oleh peradaban luar angkasa maju dan mungkin agresif.
Baca juga: Piramida Dibangun Alien? Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan yang Bikin Teori Konspirasi Goyah
Para peneliti menyebut makalah ini sebagai "latihan pedagogis" atau eksperimen pemikiran, dan tidak menawarkan bukti langsung keterlibatan alien. Mereka hanya menyoroti "karakteristik anomali" dari komet tersebut dan menawarkan teori alternatif untuk menjelaskannya.
Avi Loeb, yang sebelumnya juga mengklaim bahwa 'Oumuamua adalah pesawat alien berdasarkan bentuknya yang aneh dan pergerakan tak biasa, kembali jadi sorotan. Ia dikenal sebagai kepala Proyek Galileo—inisiatif yang mencoba mendeteksi tanda-tanda teknologi alien dan UFO.
Ia juga memimpin ekspedisi pada 2023 yang mengklaim menemukan potongan "teknologi alien" dari meteor antarbintang di Samudra Pasifik—klaim yang kemudian dibantah oleh banyak peneliti.
Dalam blog pribadinya, Loeb menulis bahwa jika 3I/ATLAS adalah "artefak teknologi", ini bisa menjadi bukti dari dark forest hypothesis, yaitu teori yang menyatakan bahwa makhluk luar angkasa memilih diam untuk menghindari bahaya dari peradaban lain.
"Jika hipotesis ini benar, dampaknya bisa sangat serius bagi umat manusia, dan mungkin perlu dilakukan langkah-langkah pertahanan," tulisnya.
Baca juga: 14 Film Bertema Alien di Netflix Bikin Tegang, Mana Favoritmu?
Beberapa alasan utama yang diajukan Loeb dan timnya:
Mereka juga mengklaim belum ada bukti kimia (volatiles) yang biasa ditemukan pada komet, meski objek itu baru mendekati matahari—waktu di mana biasanya senyawa ini mulai terdeteksi.
Mayoritas ilmuwan menanggapi makalah ini dengan skeptis. Darryl Seligman, astronom dari Michigan State University, menyebut bahwa banyak observasi teleskopik telah menunjukkan tanda-tanda klasik aktivitas komet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Live Science