Minggu, 26 JANUARI 2025 • 15:14 WIB

Vigilante di Dunia Nyata, Pedro Rodrigues Bunuh Lebih dari 100 Orang Penjahat: Ujungnya, Mati Usai Tobat!

Author

Pedro Rodrigues Filho.

INDOZONE.ID - Pedro Rodrigues Filho disebut sebagai pembunuh berantai terbesar di Brasil. Bagaimana tidak, dia mengaku telah membunuh lebih dari 100 orang, yang mayoritas pengedar narkoba, pemerkosa, dan pembunuh.

Dengan rentetan pembunuhan tersebut, Pedro jelas ditakuti. Meski begitu, Pedro justru meninggal dunia karena dibunuh pada 5 Maret 2023 usai bertobat.

Lantas, bagaimana kisah hidup Pedro yang menghabisi begitu banyak penjahat? Tenang, INDOZONE akan menjelaskannya kepadamu!

Membunuh sejak Muda

Pedro lahir di Minas Gerais, Brasil, pada 29 Oktober 1954. Saat lahir, dia memiliki luka di tengkorak karena sang ayah menganiaya ibunya waktu mengandung.

Menilik fakta itu, dapat diperkirakan kehidupan Pedro kecil tidaklah mudah. Bahkan, saat berumur 14 tahun, Pedro sudah membunuh orang.

Gilanya, korban pembunuhan pertama Pedro adalah wakil wali kota di kota kelahirannya, Santa Rita do Sapucaí. 

Baca Juga: Kilas Balik Kisah Joseph Metheny: Pembunuh Berantai Gemoy yang Jadikan Daging Korbannya Burger

Apa kesalahan sang wakil wali kota? Jadi, dia memecat ayah Pedro, yang berprofesi sebagai penjaga keamanan sekolah, karena dituduh mencuri makanan di dapur.

Tak hanya sang wakil wali kota, Pedro juga membunuh seorang petuga keamanan yang dicurigainya sebagai pelaku pencurian makanan tersebut.

Pedro menghabisi dua korbannya itu dengan senapan sang ayah di balai kota. Kejahatan itu menandai catatan pembunuhan Pedro.

Tahu dirinya jadi buronan polisi, Pedro pun melarikan diri ke Mogi das Cruzes di Sao Paulo. Di sana, Pedro merampok tempat penjualan narkoba dan membunuh para pengedar yang ditemuinya.

Karena aksi tersebut, Pedro pun disebut sebagai seorang vigilante dengan julukan Pedrinho Matador.

Seperti Lelaki Umumnya, Pembunuh Berantai pun Jatuh Cinta 

Sekilas, Pedro terkesan kejam meski korban-korbannya mayoritas merupakan pelaku kejahatan. Meski begitu, Pedro juga bisa merasakan cinta, seperti lelaki pada umumnya.

Dia diketahui jatuh cinta dan hidup bersama dengan perempuan bernama Maria Aparecida Olympia, yang dipanggil Botinha.

Pedro Rodrigues Filho.

Namun, ketika mengandung, Olympia dibunuh oleh pemimpin geng yang ingin balas dendam kepadanya.

Dilatari dendam, Pedro pun memburu pelaku pembunuhan sang kekasih hati. Dalam menjalankan misinya, Pedro juga membunuh orang-orang terkait pembunuhan Olympia.

Usaha keras Pedro pun membuahkan hasil saat dirinya membunuh semua anggota geng tersebut.

Bunuh Banyak Narapidana di Penjara, Termasuk sang Ayah

Atas berbagai kejahatannya, Pedro pun masuk ke penjara. Akan tetapi, penjara tidak menghentikannya membunuh.

Pada masa ini, dia mendapatkan kabar ibunya meninggal karena dianiaya oleh sang ayah. Terbakar amarah, Pedro menjadikan sang ayah sebagai korban selanjutnya.

Baca Juga: Kenalan dengan La Catrina, Pembunuh dan Bos Kartel Narkoba Terbesar di Meksiko: Cantik, tapi Berbahaya!

Upaya Pedro membunuh sang ayah terealisasikan karena mereka dikurung di penjara yang sama. Dia pun menyusun rencana supaya bisa muncul di sel sang ayah.

Pedro pun menghabisi sang ayah dengan 22 tusukan. Selain itu, dia merobek dada sang ayah, lalu mengunyah sedikit jantung ayahnya.

“Saya hanya mengunyahnya. Saya memotong ujung jantungnya dan mengunyahnya, lalu saya melemparkannya ke atas tubuhnya,” ungkap Pedro.

Perlu diketahui, sebelum membunuh sang ayah, Pedro sudah menghabisi nyawa narapidana lain di penjara.

Sedikitnya, 47 narapidana kehilangan nyawa mereka karena aksi Pedro. Dia pun yakin, korban-korban pembunuhannya ini adalah orang yang pantas mati.

Dia pun menegaskan, aksinya dilatarbelakangi oleh amarah dan balas dendam, bukan nafsu membunuh. Jadi, dia hanya membunuh orang-orang yang pantas mati karena kejahatannya.

Dipenjara Puluhan Tahun, lalu Bebas

Pedro pun mendapatkan hukuman penjara 128 tahun, sebelum ditambah jadi 400 tahun karena aksinya.

Namun, di Brasil kala itu, ada aturan yang membuat hukuman penjara maksimal seseorang adalah 30 tahun. Akan tetapi, sejak itu, hukuman penjara di Brasil ditingkatkan jadi 40 tahun.

Pedro Rodrigues Filho.

Akhirnya, Pedro hanya menjalani hukuman tambahan empat tahun penjara atas sederet pembunuhan di penjara.

Pada 2007, Pedro pun bebas dari penjara. Dia menandai lembaran baru dalam hidupnya dengan menjadi penjaga malam.

Selang empat tahun, Pedro kembali masuk ke penjara atas tuduhan mengancam orang lain, kepemilikan senjata ilegal, dan terlibat dalam kerusuhan ilegal. 

Atas kejahatannya kali ini, Pedro pun kembali masuk penjara. Pada 2018, Pedro keluar penjara karena berperilaku baik. 

Baca Juga: Fenomena Anak-anak di Bawah Umur Direkrut Jadi Pembunuh Bayaran oleh Anggota Geng di Swedia

Tobat dengan Jadi Content Creator, lalu Mati Dibunuh

Setelah keluar penjara, dia menjadi content creator di YouTube. Di platform media sosial global itu, dia membagikan kisah hidupnya sebagai pelajaran supaya orang-orang tidak melakukan tindakan kriminal.

Namun, kisah hidup Pedro terhenti pada 5 Maret 2023 saat dirinya ditembak di depan kediaman salah seorang keluarganya, Sao Paulo.

Pedro, yang kala itu berumur 68 tahun, meninggal dunia dengan beberapa luka tembak di leher. Tembakan-tembakan tersebut datang dari sebuah mobil hitam.

Dalam kejadian itu, para tersangka sempat mengancam kerabat Pedro dengan berucap, “Itu tidak ada hubungannya denganmu. Bawa putrimu dan masuklah ke dalam."

Para tersangka langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara, tetapi polisi kemudian menemukan mobil yang mereka kendarai, serta sejumlah amunisi di dekatnya.

Hingga kini, belum diketahui siapa yang menghabisi nyawa Pedro sang pembunuh berantai terkejam di Brasil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: All That Interesting

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU