Kamis, 09 JANUARI 2025 • 09:21 WIB

Usai Culik Anak dengan Tebusan US$100, Gangster Ini Minta Nasihat Orang Tua si Anak Bagaimana Investasi Uangnya

Author

Kisah Cheung Tze-keung (Zhang Ziqiang), gangster Hong Kong, yang dijatuhkan hukuman mati pada tahun 1998. (Instagram/@bisnisgaji)

INDOZONE.ID - Cheung Tze-keung (Zhang Ziqiang), merupakan gangster Hong Kong yang juga dikenal sebagai orang aneh. Salah satunya kisahnya yang lucu saat menculik anak orang kaya, namun bingung dengan uang tebusan yang ia terima sehingga ia meminta nasehat kepada orang tua si anak.

Cheung Tze-keung adalah seorang penculik, perampok, penyelundup senjata sekaligus dicari karena pembunuhan. Dia terkenal sebagai dalang dari penculikan Walter Kwok dan Victor Li, putra Li Ka Shing, orang terkaya di Asia pada masa itu.

Sang gangster sebagai kriminal sebelum kasus penculikan

Mengutip situs skillon, pada 22 Februari 1990, Cheung Tze-king mendatangi Bandara Kai Tak, tempat dia membawa kiriman jam tangan Rolex senilai kisaran 62 juta.

Baca Juga: Kisah Kusni Kasdut, Perampok Legendaris hingga Dapat Julukan 'Robin Hood' Indonesia

Cheung Tze-keung bermitra dengan Yip Kai-foon dalam serangkaian perampokan bersenjata. Pada 12 Juli 1991, dia akhirnya kembali ke Kai Tak, di mana Cheung merampok sebuah mobil keamanan.

Kemudian, Cheng Tze-keung ditangkap pada bulan September 1991 dan dipenjara selama 18 tahun karena kasus perampokan mobil keamanan.

Namun, dia dibebaskan dan dibebaskan usai banding pada bulan Juni 1995 saat hakim memutuskan tidak ada kasus terhadap Cheung karena bukti-bukti dipenuhi dengan banyak inkonsistensi dan petugas keamanan yang awalnya mengidentifikasi dia menarik kembali kesaksiannya.

Penculikan anak orang terkaya di Asia

Selanjutnya, pada 23 Mei 1996, dia menculik salah satu pria dari putra Li Ka Shing, orang terkaya bernama Victor Li Tzar-kuoi. Cheung menyebut bahwa dia mengikuti Li Ka-shing.

Kemudian, dia menyandera di rumah Li Ka Shing sendiri selama tiga hari hingga tebusan dibayarkan. Perampok yang berani itu mengikatkan bahan peledak di pinggangnya dan secara pribadi pergi ke tempat Li Ka-shing untuk melakukan negosiasi mengenai jumlahnya.

Tebusan tersebut sebesar 1,04 miliar dolar Hong Kong, jumlah tertinggi yang tercatat oleh Guinness World Records. Dari kedua penculikan ini, dia mendapat julukan "Big Spender" (Pengeluaran Besar).

Baca Juga: Butch Cassidy: Legenda Perampok Kereta Api dan Bank Amerika

Minta nasehat dari ayah dari si anak yang diculik

Namun setelah menerima uang tebusan tersebut, Cheung mendatangi Li Ka-shing, si orang terkaya tersebut. Bukan untuk melakukan kejahatan kriminal, tapi malah minta nasehat bagaimana uang tebusan yang ia terima bisa menghasilkan melalui investasi.

Mengingat Li Ka-shing adalah orang kaya yang biasa berinvestasi dan berhasil, sang gansgter pun mengharapkan bantuan. 

Saat itu. Li Ka-Shing memberi nasehat agar ia "memulai hidup baru" dan hidup dengan baik menggunakan uang yang telah diambilnya.

Meskipun mendapat nasihat tersebut, Cheung terus melanjutkan aktivitas kriminalnya.

Kalah judi dan ditangkap di daratn CIna 

Cheung Tze-keung kemudian ditangkap lagi pada bulan Agustus 1998, dan gengnya yang berjumlah 35 orang ditangkap oleh polisi daratan. 

Pada saat penangkapannya, ia dilaporkan bahwa Cheung berencana untuk menculik raja judi Makau, Stanley Ho. Cheung diketahui telah kehilangan sedikitnya 404 miliar di kasino Makau milik Ho.

Cheung Tze-keung dijatuhi hukuman mati oleh pengadlian di Guangzhou dan dieksekusi dengan cara ditembak pada tanggal 5 Desember 1998 saat berusia 43 tahun.

Penulis: Nadya Mayangsari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Www.skillon.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU