Kisah Pencurian Berlian dari Tempat Penyimpanan Terbesar, Pelakunya Ditangkap Gara-gara Sepotong Roti
INDOZONE.ID - Sebuah kisah pencurian berlian terheboh yang pernah terjadi di salah satu negara di Eropa ini terbilang unik. Apalagi pelakunya ditangkap dengan cara yang unik pula.
Kisah ini terjadi pada 22 tahun silam. Pada tanggal 15 Februari 2003 empat orang pencuri berhasil menggasak berlian senilai 100 juta dollar dari tempat penyimpanan berlian terbesar dan teraman di dunia yaitu dari Antwerp Diamond Centre (ADC) Belgia.
Gedung ini dilengkapi oleh keamanan bersenjata, kamera keamanan di setiap sudut, serta alarm yang sensitif, tempat ini pun memiliki brankas baja yang sulit ditembus serta berada di bawah tanah.
Gedung ini memiliki 3 blok dan ruangan bawah tanah, bukan hal yang mudah untuk bisa menembus segala keamanannya terlebih lagi di dalam brankas terdapat banyak deposit box yang kuncinya hanya dimiliki oleh pemilik berlian tersebut.
Baca Juga: Dilakukan Presiden Prancis hingga Madonna, Ahli Yakini Pencurian DNA Bakal Terjadi di Masa Depan
ADC ini biasa digunakan untuk penyimpanan dan perdagangan berlian yang berada di Belgia, seseorang yang menyewa deposit box akan mendapatkan kunci dan kartu pengenal yang bisa digunakan untuk bisa mengakses segala ruangan.
Dengan keberadaan tempat berharga ini menggerakan niat jahat pada salah satu orang pria, ia merencanakan rencana aksinya selama 2 tahun dengan berpura-pura menjadi pedagang berlian dan menyewa deposit box.
Ia bergaul seperti orang pada umumnya di sana sembari mempelajari segala sistem keamanan yang ada, setelah ia mendapatkan informasi-informasi yang diperoleh mengenai sistem keamanan, selanjutnya ia merekrut tiga teman untuk menjadi bagian dari aksinya.
Aksi Dimulai
Langkah pertama karena brankas tersebut hanya dapat dibuka menggunakan tiga angka, salahsatu pencuri menyimpan kamera kecil di atas brankas supaya ketika ada orang yang mmebuka brankas dapat terekam angkanya oleh kamera.
Setelah itu pada 15 Februari 2003 mereka memulai aksinya pada malam hari dengan memadamkan listrik yang terhubung langsung pada CCTV dan alarm, hal tersebut terbilang kurang efektif dikarenakan alarm dan CCTV masih berfungsi karena menggunakan baterai cadangan.
Lalu CCTV tersebut dipasangi sensor untuk memanipulasi gerakan yang ada, setelah itu semua pencuri masuk gedung dan brankas yang pin nya sudah diketahui dari kamera, di dalam brankas tersebut terdapat ratusan deposit box dan mereka langsung menggasak semua berlian dalam depost box itu menggunakan alat pembobol yang dipunyainya.
Mereka berhasil mencuri berlian senilai 100 juta dollar, setelah itu mereka langsung membersihkan TKP, mereka membawa semua barang bukti ke dalam karung untuk disembunyikan karena terdapat sidik jarinya.
Pada saat perjalanan pulang, mereka berhenti di sebuah supermarket dan salahsatu pencuri pergi membeli roti, setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya ke hutan lalu membuang sampahnya begitu saja dengan berserakan dan asal, inilah awal mula petaka datang untuk mereka, karena yang dibuang itu termasuk kartu nama pencuri, pembungkus berlian, kaset CCTV, lalu roti.
Investigasi Dilakukan
Setelah diketahui ADC kebobolan, pihak berwajib kewalahan untuk menumpas kasus ini karena tidak ada barang bukti sekecil pun di TKP, namun di hutan ada seseorang yang menemukan sampah, ia terkejut ketika melihat pembungkus berlian yang di sana terdapat label ADC, lalu ada kartu nama dan barang-barang lainnya yang semua mengarah ke ADC.
Ketika Polisi berhasil menerima laporan tersebut, mereka langsung berhasil menangkap pelaku yang memiliki kartu nama tersebut dan pencuri lainnya dapat diketahui dari sidik jari pada sampah tersebut dan dari DNA yang terdapat di roti. Kasus ini diselesaikan pada tanggal 26 Februari 2003.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/@Maq