Kilas Balik Kisah Ryan Jombang: Pembunuh Berantai yang Habisi 11 Korban dan Memutilasinya karena Cinta Terlarang
INDOZONE.ID - Pada 2008, seorang manajer dari sebuah pabrik swasta bernama Heri Santoso meninggal karena dibunuh dan dimutilasi oleh Ryan Jombang.
Heri dibunuh dengan cara ditusuk oleh pisau dapur di bagian ulu hati dan dipukul menggunakan besi oleh Ryan, pada bagian tengkuknya hingga tewas.
Baca Juga: Kilas Balik Sumanto, Sosok Kanibal Asal Purbalingga yang Cari Kedamaian Abadi
Motif utama Ryan membunuh Heri adalah cemburu karena rayuan korban untuk berkenalan dengan kekasih Ryan, Noval.
Sejak kisah Heri terungkap di Depok, Jawa Barat, Ryan dikenal sebagai sosok pembunuh berantai yang juga memutilasi korbannya sebelum dikubur.
Masa Kecil Ryan Jombang
Very Idham Henyansyah atau dikenal dengan Ryan Jombang berasal Jombang, Jawa Timur, yang lahir pada 1 Februari 1978.
Ia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Sang kakak, Mulyo Wasis, merupakan saudara yang berasal dari satu ibu, tetapi berbeda ayah.
Sejak Ryan kecil, ia memiliki hubungan yang jauh dengan keluarganya. OLeh karena itu, ia lebih sering menghabiskan waktunya di pesantren.
Pada masa kecilnya, Ryan merupakan anak baik-baik, cerdas, dan berprestasi. Akan tetapi, Ryan memiliki kepribadian yang berbeda dari anak-anak lain pada umumnya.
Menginjak bangku SMP, Ryan sering mengikuti aktivitas seni yang identik dengan perempuan. Mulai dari berdansa hingga berdandan. Hal ini juga membuat Ryan lebih sering berteman dengan perempuan ketimbang laki-laki.
Saat SMA, kepribadian Ryan makin tidak menentu. Kondisi itu membuat Ryan makin susah bergaul dengan teman-temannya.
Alhasil, Ryan tidak mampu bertahan lama saat SMA. Dia pun sering berpindah-pindah sekolah.
Seiring bertambahnya usia, Ryan makin tidak mampu mengontrol emosinya. Jika ia sedang marah, Ryan cenderung merusak seluruh barang yang ada di sekitarnya.
Hingga satu saat, Ryan memiliki niatan untuk membunuh ibu kandungnya karena merasa diperlakukan dengan keras.
Ia mengejar sang ibu di sekitar rumah, tetapi gagal. Hal ini membuat hubungan Ryan dengan sang ibut pun menjadi tidak baik.
Akibat tekanan yang diberikan oleh sang ibu, Ryan memilih untuk beranjak dari Jombang ke Jakarta.
Tekanan yang diberikan oleh ibunya, berupa tekanan sosial yang menyinggung orientasi seksual Ryan.
Di Jakarta, Ryan mendapatkan dirinya diterima oleh lingkungan sekitar, tepatnya lingkungan homoseksual atau penyuka sesama jenis.
Tidak hanya diterima, Ryan pun mendapatkan banyak pengagum dari beberapa laki-laki. Salah satunya adalah Heri Santoso.
Pembunuhan Dilanda Rasa Cemburu
Heri merupakan gebetan Ryan. Ia bermain ke apartemen Ryan di daerah kota Depok.
Heri sempat melihat foto laki-laki tampan yang dipajang oleh Ryan di kamarnya, ia bertanya siapa sosok laki-laki itu. Ryan menjawab, dia adalah Noval yang juga merupakan gebetan Ryan.
Namun, Ryan tidak menyangka Heri akan tertarik dengan Noval. Ia merayu Ryan untuk segera mengenalkan Noval kepadanya. Heri pun menggunakan uang untuk merayu Ryan, tetapi gagal.
Ryan risih hingga mereka pun beradu mulut. Masih kesal, Ryan beranjak ke dapur untuk mengambil sebuah pisau dapur yang kemudian digunakan untuk menusuk Heri di bagian ulu hatinya.
Selain itu, Ryan menyeret Heri ke kamar mandi untuk dipukul menggunakan tongkat besi pada bagian kepalanya hingga tewas.
Untuk menghilangkan jejaknya, Ryan memutuskan untuk memutilasi Heri menjadi tujuh bagian dan masukan potongan-potongan itu ke dalam tas. Kemudian, ia pergi ke Ragunan untuk membuang tas tersebut di Jl. Kebagusan Raya.
Sepulangnya dari Ragunan, Ryan bertemu dengan Noval dan ia mengakui perbuatannya kepada sang kekasih.
Anehnya, Noval ikut senang. Barang-barang Heri yang masih tertinggal di apartemen Ryan, digunakan oleh kedua pasangan untuk berfoya-foya.
Namun, setelah membunuh dan berfoya-foya, Ryan ditangkap oleh pihak kepolisian.
Ilustrasi Jenazah. (FREEPIK)
Efek Domino Ryan Jombang
Pada saat Ryan pergi ke ATM untuk menarik uang dari kartu Heri, ia tidak menyadari bahwa wajahnya direkam oleh CCTV ATM.
Pihak kepolisian yang melihat ini mencurigai gerak gerik Ryan dan memutuskan untuk menangkapnya.
Namun, di kantor polisi, Ryan tidak banyak menyangkal. Justru. Mirisnya lagi, Ryan mengaku kepada kepolisian, bahwa Heri bukanlah korban pertamanya.
Insiden kematian Heri membuka kembali masa lalu Ryan di Jombang. Ia mengaku telah membunuh 10 orang di kampung halamannya sebelum Heri.
Setelah membunuh korban, Heri pun menguburnya di halaman belakang rumah. Di Jombang, pihak kepolisian mulai mencari jasad para korban.
Nah, ditemukan empat kerangka manusia di sebuah kolam bekas. Tidak jauh dari kolam, ditemukan juga dua kerangka manusia.
Pola pembunuhannya selalu sama. Korban akan diundang ke rumah Ryan sebelum dihabisi dengan cara tengkuk mereka dipukul menggunakan besi hingga tewas, mencuri barang berharga para korban, lalu menguburnya di belakang rumah.
Ryan membunuh dengan motif yang beragam. Tetapi, kebanyakan di antaranya adalah kondisi ekonomi Ryan yang kurang cukup.
Menurut para psikolog, Ryan memiliki kepribadian manipulatif. Oleh sebabnya, ia sering berbohong, melakukan tindakan agresif, susah ditebak, obsesif, dan kompulatif.
Mereka tidak menemukan kelainan psikologis dalam diri Ryan, kecuali ketimpangan pada orientasi seksualnya.
Ryan juga merupakan orang yang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keinginannya, termasuk membunuh, mencuri, dan memanipulasi.
Kondisi Ryan Jombang Sekarang
Akibat telah membunuh 11 orang dan sebagian dimutilasi, Ryan dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Depok.
Ia sempat mengajukan banding dan kasasi kepada pihak pengadilan, tetapi ditolak. Sementara itu, ia melakukan puasa Kifarat untuk menghapus seluruh dosa yang sudah diperbuat sambil menunggu ajal karena menyesali perbuatannya.
Penulis: Gadis Kinamulan Esthiningtyas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube RJL 5 – Fajar Aditya, YouTube BiCo Story