Kisah Teresa Lewis, Wanita Pertama dan Satu-satunya yang dieksekusi Mati di Negara Bagian Virginia, AS
INDOZONE.ID - Ini adalah kisah tentang Teresa Lewis, seorang wanita asal Danville, Virginia.
Ia hidup di sebuah lingkungan keluarga yang sederhana, di mana orang tuanya bekerja sebagai buruh di sebuah penggilingan bahan tekstil.
Wanita kelahiran 26 April 1969 ini, dulunya adalah seorang penyanyi di gereja. Namun sayangnya, Teresa putus sekolah di usianya yang ke-16 usai memutuskan menikah.
Teresa dan suaminya dikaruniai seorang putri bernama Christie Lynn Bean.
Akan tetapi, Teresa terjatuh ke dalam "dunia kegelapan" dengan menjadi seorang pecandu alkohol dan obat penghilang rasa sakit (painkillers). Karena hal inilah yang membuat pernikahannya berakhir.
Baca Juga: Misteri Pesugihan Nyai Puspo Cempoko: Sekali Melanggar Ritual Langsung Berujung Tragis
Singkat cerita di tahun 2000, Teresa bekerja di sebuah pabrik tekstil di kawasan Dan River.
Disitulah ia berjumpa dengan calon suami barunya, yang tak lain tak bukan adalah atasannya sendiri.
Sang atasan yang bernama Julian Clifton Lewis Jr. ini adalah seorang duda beranak tiga.
Hubungan mereka kian dekat usai Teresa dan Christie pindah ke rumah Julian pada Juni 2000, sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.
Pada Desember 2001, anak sulung Julian yang bernama Jason, meninggal akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.
Sepeninggalnya, Julian memperoleh uang asuransi milik Jason sebesar $200.000 (sekitar $356.000 menurut kurs tahun 2024).
Baca Juga: Misteri Pesugihan Gunung Kemukus: Ritual Aneh Tanpa Tumbal yang Kontroversial
Sementara anak kedua Julian yang bernama Charles, memberikan asuransi sebesar $250.000 (sekitar $438.000) kepada orang tuanya, bersamaan dengan kepergiannya ke Irak untuk menjalankan tugasnya sebagai tentara AS pada Agustus 2002.
Pada 30 Oktober 2002, Teresa dikejutkan dengan kematian Julian dan Charles. Mereka ditemukan tewas dengan luka tembak di sekujur tubuhnya.
Polisi pun didatangkan ke lokasi untuk melakukan investigasi, sekaligus mengkonfirmasi penyebab kematian Julian dan Charles.
Dalam proses investigasinya, polisi menemukan adanya transaksi penarikan uang asuransi yang dilakukan oleh Teresa.
Seharusnya hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh, tapi beberapa minggu setelahnya, Teresa mengaku kalau dia sudah merencanakan aksi pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya sendiri.
Diketahui kalau Teresa menyuruh 2 orang pria bernama Matthew Jesse Shallenberger dan Rodney Lamont Fuller sebagai eksekutor.
Tidak hanya itu, Teresa menjadikan kedua pemuda itu sebagai eksekutor dalam rencana kriminalnya usai ketiganya menjalin hubungan terlarang.
Teresa mengaku tertarik dengan kedua pemuda itu usai bertemu di sebuah toko swalayan Wal-Mart terdekat.
Matthew dan Rodney sebenarnya pernah mencoba untuk membunuh Julian dan Charles pada 23 Oktober 2002, sialnya percobaan mereka gagal, walaupun mereka sudah dibayar $1.200 (sekitar $2.100 menurut kurs 2024) oleh Teresa.
Saat berhasil menjalankan aksinya pada 30 Oktober 2002, Matthew dan Rodney hanya mendapat $300 (sekitar $525 menurut kurs 2024), 4 kali lipat lebih rendah dari bayaran pertamanya.
Baca Juga: Fenomena Langka Bumi Akan Memiliki Mini-Bulan Kedua di Tahun Ini, Kok Bisa?
Atas perbuatannya, Matthew dan Rodney divonis penjara seumur hidup.
Akan tetapi pada tahun 2006, Matthew memilih untuk mengeksekusi dirinya sendiri.
Menariknya, Christie juga dipenjara selama 5 tahun karena tidak melaporkan kejahatan ibu kandungnya, padahal ia mengetahui semua rencana sang Ibu.
Untuk Teresa sendiri, Ia mendapat vonis hukuman mati berdasarkan hasil putusan sidang pada 3 Juni 2003.
Sebelum masa eksekusinya tiba, Teresa berubah menjadi sosok napi yang paling disukai oleh para napi lainnya. Menurutnya itu adalah satu-satunya cara untuk meminta maaf kepada aparat.
Baca Juga: Paratarsotomus Macropalpis, Tungau Asal California yang Memiliki Kecepatan Luar Biasa
Pada 23 September 2010, Teresa menjalani proses eksekusi matinya dengan cara disuntik.
Fun fact, Ia menjadi wanita pertama dan satu-satunya di negara bagian Virginia, AS yang mendapat hukuman mati sampai detik ini.
Sebagai makanan terakhirnya, Teresa menyantap 2 dada Ayam goreng, kacang manis dengan mentega, pie apel dan minuman soda.
Kathy Lewis Clifton, anak bungsu dari Julian menjadi saksi dari proses eksekusi mati Ibu tirinya.
Baca Juga: Misteri Pesugihan Popok Wewe Gombel: Kisah Nyata yang Menggegerkan Jawa Tengah
Kalimat terakhir yang diucapkan Teresa menjelang ajalnya adalah ungkapan cinta dan permohonan maaf Teresa kepada Kathy. Beruntung, Kathy memaafkan tindakan Iibu tirinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikimedia