INDOZONE.ID - Pada masa Feodal Jepang, Shogun (gubernur militer) sering menegakkan hukum pemerintahan dengan keras dimana orang yang melanggar akan mendapatkan hukuman yang cukup kejam.
Tidak jarang para pelanggar dijatuhi hukuman mati akibat perbuatan mereka sendiri. Adapun metode eksekusi yang sering digunakan antara lain seperti pemenggalan kepala, seppuku, maupun merebus orang hidup-hidup.
Akan tetapi, ada salah satu hukuman yang dimana para korbannya merasakan kematian yang lambat dan menjijikan. Hukuman tersebut bernama Gochiso Zeme.
Baca Juga: Kasus Salah Tangkap 3 Remaja Memphis yang Dikira Bunuh Bocah untuk Ritual Setan, Hampir Kena Hukuman Mati
Gochiso Zeme sendiri digunakan untuk menghukum penjahat kelas kakap dan pengkhianat tingkat tinggi. Adapun metode dari Gochiso Zeme sendiri yaitu dengan cara memaksa korban untuk memakan kotoran manusia.
Biasanya, kotoran manusia yang digunakan tersebut didiamkan selama beberapa lama di tempat terbuka. Hal ini mengundang lalat untuk bertelur disana dan menghasilkan belatung.
Korban akan dipaksa makan kotoran tersebut setiap harinya tanpa henti. Jika korban menolak, algojo biasanya akan menyiksanya dengan kejam hingga ia mau memakannya.
Baca Juga: 5 Hukuman Mati Terkejam di Dunia, Mulai dari Daging Diiris hingga Disuruh Makan Kotoran
Kotoran tersebut mengandung E-Coli dimana ia akan menginfeksi organ dari korbannya. Akibatnya, korban akan mengalami syok septik dimana terjadi kegagalan organ akibat infeksi tersebut.
Selain itu, tubuh korban juga mengalami pembusukan secara perlahan akibat dari konsumsi kotoran tersebut secara terus menerus.
Umumnya korban akan mati setelah beberapa hari kemudian dengan kondisi yang cukup mengerikan sekaligus menjijikan akibat dari eksekusi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/ On The Edge