Selasa, 13 AGUSTUS 2024 • 15:01 WIB

Kasus Ibu Mutilasi Satu Keluarga yang Mengguncang Jakarta Tahun 2001

Author

Korban Mutilasi Jakarta 2001. (X / Twitter / @creepylogy_)

INDOZONE.ID - Pada November 2001, Jakarta digemparkan oleh kasus pembunuhan brutal yang melibatkan mutilasi. Tiga anggota keluarga, Abdullah (36), Julian (7), dan Farida (4), ditemukan tewas dengan cara yang sangat mengerikan.

Kronologi Peristiwa

Ilustrasi pengantar kue ke rumah Abdullah. (freepik.com)

Pada sore hari di bulan November 2001, seorang wanita pengantar kue mendatangi rumah Abdullah untuk merayakan ulang tahun Farida yang kelima. Karena tidak ada jawaban dari dalam rumah, pengantar kue meminta bantuan tetangga, Lumban, untuk mencoba menghubungi keluarga Hazim yang juga tidak mengangkat telepon.

Kecurigaan mulai muncul ketika Thesa, istri Lumban, mengingat adanya keributan tiga hari sebelumnya.

Lumban akhirnya memutuskan untuk memeriksa rumah Abdullah. Ia menemukan bahwa mobil-mobil keluarga masih terparkir di garasi dan pagar rumah tidak digembok, tetapi pintu terkunci.

Lumban bersama Thesa dan Acan, seorang pemuda yang kebetulan berada di sekitar, memutuskan untuk memeriksa.

Mereka membuka freezer dan menemukan beberapa kardus berisi potongan-potongan tubuh manusia yang telah dipotong dan diawetkan dengan tepung sagu dan sodium benzoat.

Baca Juga: Ubadssagen, Kisah Pembunuhan Keji dan Mutilasi Pemilik Kapal Selam ke Jurnalis Kim Wall

Proses Penyelidikan dan Penemuan

Ilustrasi korban mutilasi di Jakarta tahun 2001. (Freepik/kjpargeter).

Setelah penemuan tersebut, polisi segera turun tangan dan memulai penyelidikan. Kondisi TKP sangat bersih, tanpa jejak yang bisa diidentifikasi.

Olah TKP berlangsung selama dua hari, namun tidak ditemukan petunjuk yang signifikan. Pelaku tampaknya sangat profesional dengan meninggalkan sedikit sekali jejak.

Hasil autopsi menunjukkan bahwa potongan tubuh telah direbus dalam air panas dengan asam jawa, mirip dengan cara pengolahan makanan tradisional.

Ketiga korban diperkirakan meninggal tiga hari sebelum ditemukan, dengan penyebab kematian diduga akibat pendarahan otak yang diakibatkan oleh pukulan benda tumpul.

Baca Juga: 6 Kisah Mistis Kampus Harvard, Ada Korban Mutilasi hingga Arwah Gentayangan

Motif dan Keterangan Saksi

Ilustrasi KDRT Abdullah terhadap Novinda di Kasus Mutilasi Jakarta 2001. (freepik.com)

Selama penyelidikan, berbagai saksi memberikan keterangan yang membangun gambaran mengenai kehidupan rumah tangga Abdullah dan Novinda.

Thesa, tetangga dekat, mengungkapkan bahwa Abdullah sering bertindak kasar terhadap Novinda dan dia pernah menunjukkan luka memar di tubuhnya. Thesa juga mencatat adanya keributan dalam rumah tangga Abdullah dan Novinda.

Virna, adik kandung Novinda, mengungkapkan bahwa kakaknya sering menangisi kondisi pernikahannya dan mengaku mengalami perlakuan kasar dari Abdullah.

Virna menyebutkan bahwa Abdullah pernah menyiram Novinda dengan air panas dan mengurungnya selama dua hari. Ini menyebabkan Novinda kabur ke rumah teman sebelum akhirnya kembali ke rumahnya.

Yanto, seorang pekerja yang telah bekerja selama dua tahun dengan keluarga Abdullah, mengonfirmasi adanya keributan dan kekerasan dalam rumah tangga tersebut.

Ia juga mengingat Novinda pernah mengancam akan membunuh anak-anaknya. Meskipun tidak ada catatan klinis mengenai kondisi kejiwaan Novinda, kesaksian ini mengarah pada kemungkinan bahwa dia mengalami depresi berat atau gangguan kesehatan mental lainnya.

Pada akhirnya Novinda (32) diduga membunuh Abdullah dengan kunci inggris saat pria tersebut tidur.

Setelah itu, ia membunuh Julian dan Farida dengan cara yang sama. Mayat-mayat tersebut kemudian dipindahkan ke kamar mandi dan direbus dalam panci besar selama dua hingga tiga jam.

Setelah itu, potongan tubuh didinginkan dan dimasukkan ke dalam kardus yang disimpan di dalam freezer.

Hingga saat ini, kasus pembunuhan ini belum sepenuhnya terpecahkan.

Novinda menghilang tanpa jejak, meninggalkan rumah yang kini menjadi bangunan terbengkalai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X / Twitter / @creepylogy_

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU