Selasa, 13 AGUSTUS 2024 • 11:16 WIB

The Poughkeepsie Killer, Kisah Kriminal di New York yang Menelan Nyawa 8 Orang PSK

Author

Kendall Francois

INDOZONE.ID - Kendall Francois, seorang pria kelahiran Poughkeepsie, New York, AmerikanSerika (AS) pada 26 Juli 1971. Ia adalah alumni Sekolah Menengah Arlington, New York.

Di bangku SMP, Kendall kerap diejek "Si Bau" oleh teman-temannya karena aroma tubuhnya yang kurang sedap.

Lebih parahnya lagi, ia kerap mengeluarkan candaan berbau sensual kepada teman perempuan di sekolahnya.

Meski demikian, Kendall merupakan atlet football dan gulat saat SMA.

Setelah lulus di tahun 1989, Kendall langsung mengabdikan dirinya untuk AS dengan menjadi seorang tentara.

Baca Juga: Ubadssagen, Kisah Pembunuhan Keji dan Mutilasi Pemilik Kapal Selam ke Jurnalis Kim Wall

Kendall hanya bertugas selama 4 tahun usai dikeluarkan karena masalah obesitas yang dialaminya.

Setelah itu, Kendall melanjutkan studinya di Dutchess Community College jurusan seni.

Usai lulus kuliah, Kendall hanya menjalani kehidupannya sebagai orang biasa.

Mencari PSK

Kebiasaannya setiap hari hanya mengantar Ibunya bekerja di sebuah psikiatri, kemudian berjalan-jalan di kota Poughkeepsie hanya untuk mencari PSK.

Kendall mempunyai uang untuk menyewa para "kupu-kupu malam" itu, dari uang gaji ibunya.

Bahkan, Kendall sudah menjadi pelanggan tetap dari 3 orang pelacur, Wendy Meyers, Gina Barone dan Catherine Marsh.

Baca Juga: Raymond Washington, Pendiri The Crips, Salah Satu Gangster Brutal di Amerika

Per 24 Oktober 1996, Kendall memulai aksi sadisnya dengan Wendy sebagai korban pertamanya.

Saat sedang berhubungan, Kendall mencekik Wendy hingga tak sadarkan diri, kemudian ia membenamkan kepala Wendy di bathtub hingga Wendy menghembuskan napas terakhirnya.

Satu bulan setelahnya, Gina dan Catherine menjadi korban kedua dan ketiga dari aksi sadis Kendall. Mereka berdua tewas usai dicekik Kendall saat berhubungan.

Memasuki awal tahun 1997, Kendell kembali dengan 2 korban terbarunya, Kathleen Hurley dan Mary Healey Giaccone.

Di sisi lain, pihak keluarganya Catherine mulai melaporkan keberadaannya Catherine yang tak kunjung pulang selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Kisah di Balik Foto Hukuman Gantung Thomas Shipp dan Abram Smith, Diduga Ada Kaitannya dengan Ku Klux Klan

Penyelidikan Detektif

Tugas pencarian pun dilakukan oleh Detektif Bill Siegrist dari Kepolisian Poughkeepsie.

Dari proses investigasinya, Detektif Bill mendapat sejumlah laporan dari para PSK setempat soal pria yang kerap berbuat kasar saat sedang menyewa jasa salah satu rekannya.

Singkat cerita, hasil investigasi sang detektif tertuju pada satu nama, yaitu Kendall Francois.

Detektif Bill pun mendatangi kediaman Kendall untuk mendapatkan informasi soal hilangnya Catherine, namun Kendall hanya memberikan sedikit informasi saja kepada sang detektif.

Pada 1998, Kendall kembali didatangi polisi usai adanya laporan dari keluarganya Mary. Dan lagi-lagi, Kendall hanya memberi info yang sedikit, membuat proses investigasi polisi jadi terhambat.

Sebenarnya, Kendall sempat ditangkap polisi pada 5 Mei 1998 usai adanya laporan mengenai aksi pemukulan terhadap seorang PSK. Namun, Francois hanya dipenjara selama 15 hari.

Baca Juga: William Kemmler dan Kisah Eksekusi Kursi Listrik Pertama di AS

Nasib Sial

Per bulan Juni 1998, Kendall kembali menambah jumlah korbannya dengan membunuh 3 orang pelacur, antara lain Sandra Jean French, Audrey Pugliese dan Catina Newmaster.

Para korbannya Kendall

Tanggal 1 September 1998 menjadi hari tersial dalam hidup Kendall. Mula-mula, ia menyewa seorang PSK bernama Christine Sala untuk ia bawa ke rumah.

Kendall memaksa Christine untuk berhubungan dengannya di dalam mobilnya, saat itu ia memarkirkannya di dalam garasi rumahnya.

Christine malah menolak keinginan pelanggannya dan membuat Kendall emosi. Ia mencekik Christine dan nyaris membunuhnya.

Baca Juga: John Filip Nordlund dan Kisah Pembantaian Penumpang Kapal Feri di Swedia

Beruntung, Christine berhasil membujuk Kendall untuk membawanya kembali ke tempat awal mereka bertemu, dengan embel-embel mencari tempat yang lebih nyaman.

Kendall pun membawa Christine pergi. Saat Ia melintasi sebuah SPBU, Christine nekat melompat keluar mobil, meninggalkan Kendall sendirian di dalam mobilnya.

Beruntung, kejadian itu disaksikan oleh seorang wanita bernama Deborah Lownsdale yang kebetulan sedang melintas di sekitar SPBU.

Di saat yang sama, Deborah melihat dua orang Polisi yang sedang berpatroli di tempat. Ia pun segera melaporkannya kepada para polisi itu dan langsung menemui Christine.

Usai ditemui, Christine menjelaskan semua yang dia alami kepada Detektif Skip Mannain dan Bob McCready yang sedang berpatroli di lokasi.

Baca Juga: Kisah Tragis Kasi Beck Akhmetukov, Agen MI6 Asal Turki yang Tewas di Swedia

Mayat Membusuk

Beberapa jam kemudian, Kepolisian Poughkeepsie menyerbu rumah Kendall dan segera menggiringnya ke kantor Polisi.

Setelah itu, polisi akhirnya menemukan beberapa wanita yang selama ini mereka cari, di mana mayat mereka sudah dalam kondisi membusuk.

Berdasarkan temuan polisi, ada 8 orang wanita PSK yang jadi korbannya Kendall.

Pernyataan sadis Kendall keluar saat di persidangan. Dia mengaku bahwa membunuh itu lebih mudah dibanding menjalin hubungan asmara.

Kendall saat digiring oleh Polisi

Pada 7 Agustus 2000, hakim memutuskan hukuman penjara seumur hidup untuk Kendall, tanpa diizinkan untuk mengajukan banding.

Ia menghabiskan masa hidupnya di Attica Correctional Facility dan Wende Correctional Facility.

Kendall meninggal akibat HIV/AIDS yang diidapnya pada 11 September 2014. Kendall mengidap penyakit tersebut sejak tahun 1995.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Allthatsinteresting.com, Murderpedia.org, New York Daily News

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU