Senin, 12 AGUSTUS 2024 • 20:14 WIB

Ubadssagen, Kisah Pembunuhan Keji dan Mutilasi Pemilik Kapal Selam ke Jurnalis Kim Wall

Author

Kim Wall

INDOZONE.ID - Ubadssagen adalah bahasa Denmark yang mengisahkan pembunuhan keji, yang dilakukan pemilik kapal selam kepada seorang jurnalis bernama Kim Wall.

Pada 10 Agustus 2017, seorang jurnalis asal Swedia bernama Kim Wall sedang bersiap-siap untuk mengisi acara pesta perpisahannya dengan rekan medianya.

Rencananya, Kim akan pindah ke Beijing, Tiongkok pada 16 Agustus 2017.

Tiba-tiba, Kim mendapat undangan dari seorang enterpreneur asal Denmark bernama Peter Madsen untuk melakukan sesi wawancara.

Kebetulan Kim sudah meminta Peter untuk melakukan wawancara pada awal tahun 2017, namun Peter baru punya jadwal kosong saat itu.

Kim pun menerima undangannya Peter dan merencanakan pertemuannya di Pelabuhan Refshaleøen, Kopenhagen, Denmark.

Kim meminta rekannya yang bernama Ole Stobbe untuk mengantarnya ke lokasi. Ia meninggalkan Ole di pelabuhan, sementara dirinya pergi bersama dengan Kapal Selam UC3 Nautilus milik Peter.

Baca Juga: Fakta-fakta Insiden Debora Xi, Gadis Remaja Guatemala yang Kesetrum hingga Kepala Terpisah

Pembunuhan Kim?

Sayangnya, itu adalah saat terakhirnya Ole melihat Kim. Mereka berdua tiba di pelabuhan pada pukul 19.00 waktu setempat. Hingga pukul 01.43 di tanggal 11 Agustus 2017, kapal selam itu tidak pernah berlabuh lagi.

Ole pun langsung menelepon Polisi untuk datang ke lokasi, namun pencarian mereka harus berakhir dengan tangan kosong.

Barulah pada pukul 10.30, kapal selam tersebut ditemukan oleh mercusuar Drogden di bagian tenggara Pulau Amager. Kapal tersebut ditemukan dalam kondisi rusak di perairan Teluk Køge.

Polisi hanya menemukan peter di dalam kapal selam tersebut, sementara Kim tidak ditemukan di dalam kapal. Peter ditemukan berlumuran darah.

Polisi menduga Peter telah membunuh Kim, dan membuang jasad Kim ke laut.

Baca Juga: Kronologi Kepala Gadis 15 Tahun Terpisah dari Badannya: Tersengat Kabel Listrik Tegangan Tinggi!

Dugaan pihak kepolisian ternyata benar pada 21 Agustus 2017, dimana seorang pesepeda menemukan potongan tubuh seorang wanita tanpa kaki, tangan dan kepala terapung di wilayah yang sama dengan penemuan kapal selam tersebut.

Kemudian, polisi pun menemukan potongan kepala dan kaki Kim yang dibungkus plastik berkat bantuan Polisi Swedia dan Anjing pelacak.

Selain itu, polisi juga menemukan potongan metal dan sebilah pisau yang digunakan oleh Peter untuk membunuh Kim.

Enam hari kemudian, kepolisian melakukan penyelaman di bagian tenggara Pulau Amager untuk menemukan bukti lain terkait kasus pembunuhannya Kim. Benar saja, mereka menemukan sebuah gergaji di lokasi.

Hasil Autopsi

Pada November 2017, potongan tanga Kim akhirnya ditemukan. Dari hasil autopsinya, polisi menemukan 15 luka tusukan di bagian selangkangan Kim,dan tidak ada tanda kekerasan yang ditemukan pada potongan tubuh Kim lainnya.

Baca Juga: Kisah Kodak, Primadona Produk Fotografi di Masa Lalu yang Bangkrut Akibat Enggan Berinovasi

Selama proses persidangan, Peter terus mengubah pengakuannya guna menghindari tuduhan pembunuhan yang ditujukan kepadanya.

Hingga akhirnya, terdapat bukti berupa video mutilasi yang disimpan pada komputer milik Peter. Bukan cuma itu, Peter juga menyimpan video porno yang memperagakan praktik hubungan seksual sambil mencekik pasangan mainnya.

Pada 16 Januari 2018, hakim memberikan tuntutan kepada Peter atas kasus pembunuhan, penyiksaan dan pelecehan seksual yang ia lakukan pada Kim. Kemudian pada 25 April 2017, Peter mendapat hukuman penjara seumur hidup.

Peter Madsen

Ketika di penjara, Peter sempat berulah 2 kali. Pertama di Agustus 2018, di mana ia masuk ke Rumah Sakit usai berkelahi dengan salah satu narapidana yang usianya lebih muda darinya.

Kedua pada 20 Oktober 2020. Ia sempat berusaha untuk kabur dari penjara, namun gagal dalam usaha pelariannya tersebut.

Di sisi lain, Kim mendapat penghargaan "Jurnalis Terbaik Tahun 2017" oleh media Prix Europa.

Kemudian, keluarga dan teman-temannya Kim melakukan aksi galang dana pada 10 Agustus 2018, tepat setahun setelah kematiannya Kim.

Pada 9 November 2018, kedua orang tua Kim merilis sebuah buku untuk mengenang anaknya yang diberi judul The book of Kim Wall: When words end.

Sementara Ole menjadi saksi kunci dari kisah terakhirnya Kim menjelang kematiannya. Ia kerap diundang oleh beberapa media untuk menceritakan bagaimana sosok Kim Wall di kehidupan sehari-harinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Marieclaire.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU