Kasus Kematian Quinn Brothers, 3 Anak Kecil di Irlandia Utara yang Meninggal Gara-gara Oknum Ormas Agama
INDOZONE.ID - Ini adalah sebuah insiden yang terjadi di tanggal 12 Juli 1998 pukul 04:30 pagi waktu setempat. Kejadian ini terjadi di Ballymoney, County Antrim, Irlandia Utara.
Saat itu, semua warga sedang tertidur dengan nyenyak. Tiba-tiba, datang sebuah mobil berisi sekelompok orang membawa bom molotov. Mereka melemparkan bom tersebut ke rumah-rumah warga.
Tragisnya, kejadian tersebut membuat salah satu keluarga menjadi korban. Keluarga tersebut terdiri dari seorang Ibu tunggal dan 3 anak laki-lakinya yang masih berumur 9-11 tahun. Sang Ibu mengalami luka-luka, sementara ketiga anaknya tewas terbakar hidup-hidup.
Baca Juga: Gara-gara Masalah Sepele, Pesawat Terbang Ini mengalami Kecelakaan di Paris Pada 1973 Silam
Dari kejadian tersebut, ada 4 orang terduga pelaku, mereka adalah Garfield Gilmour, Johnny McKay, Raymond Parke dan Ivan Parke. Saat diinvestigasi, keempat pelaku merupakan anggota dari Ulster Volunteer Force (UVF), sebuah pasukan loyalis umat Protestan Ulster yang ada di Irlandia Utara.
Dari semua pelaku yang terlibat, hanya Garfield saja yang diproses lebih lanjut, karena motif utama dari aksinya itu adalah karena menyimpan dendam kepada keluarga korban. Sementara 3 pelaku lainnya dibebaskan karena tidak terbukti melakukan aksi pengeboman di TKP.
Korbannya adalah keluarga Quinn, yang terdiri dari seorang Ibu yang bernama Chrissie Quinn dan 3 orang anak laki-lakinya yang bernama Richard, Mark dan Jason Quinn. Chrissie memiliki anak sulung yang bernama Lee Quinn. Pada saat kejadian, Lee sedang dititipkan di rumah Neneknya di Rasharkin.
Baca Juga: Misteri Aokigahara, Hutan yang Dikenal Sebagai Tempat Bunuh Diri di Jepang
Chrissie bercerai dengan suaminya yang bernama Jim Dillon. Setelah itu, Chrissie menetap di rumah temannya yang bernama Raymond Craig.
Soal dendamnya Garfield terhadap keluarga Quinn, semuanya disebabkan karena tuduhan Garfield kepada Kakaknya Chrissie yang bernama Colm Quinn. Garfield dan kekasihnya yang bernama Christina Lofthouse, menuduh Colm memberikan permen ganja kepada anak mereka, padahal itu cuma permen biasa.
Colm pun terus diancam oleh Garfield dan Christina, hingga membuatnya terpaksa melarikan diri ke Carnany. Ancaman tersebut masih terus berlanjut, hingga puncaknya Garfield mengancam akan menghabisi keluarganya Colm. Garfield mengeluarkan ancaman tersebut sekitar 3 bulan sebelum kejadian di Ballymoney.
Baca Juga: Kisah Horor 3 Roh Pendendam di Jepang: Ada Roh Para Wanita hingga Hantu Wanita yang DIsiksa
Sebelum kasusnya Garfield, ada kasus lain yang diduga menjadi penyebab dari insiden yang dialami oleh keluarga Quinn.
Sekitar 1 tahun sebelum kejadian, sempat ada kasus pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok UVF. Mereka membunuh seorang Polisi bernama Gregory Taylor.
Kemudian, ada 5 keluarga yang tinggal di sekitar TKP yang mengaku mendapat "kartu ucapan" berupa butiran peluru ukuran 9 milimeter. Bersamaan dengan peluru tersebut, ada sebuah ucapan bernada ancaman kepada para keluarga itu.
Lalu, ada keluhan dari warga sekitar wilayah Drumcree, County Armagh yang mengaku tidak bisa menggunakan akses jalan umum. Wilayah tersebut diketahui ditinggali oleh warga pengikut kaum Protestan Loyal Orang Institution, atau yang dikenal sebagai Orange Order.
Sebenarnya, umat Protestan Orange Order dan Ulster ini memiliki hubungan yang baik. Namun, para oknum umat Ulster tersebut membentuk sebuah pasukan paramiliter sukarela yang bernama UVF. Ulah para oknum itulah yang merusak hubungan baik antara 2 umat Protestan tersebut.
Kejadian tersebut memancing simpati dari berbagai pihak, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Untuk hukuman yang diterima Garfield, pada awalnya Ia divonis hukuman penjara selama 6 tahun. Hukuman tersebut mulai berlaku sejak tanggal 5 Juni 2000.
Baca Juga: Asal Usul Mata Air 3 Rasa di Gunung Muria, Mitosnya Dapat Tumbuhkan Rasa Percaya Diri
Selang 9 hari setelah dibebaskan, hukuman Garfield pun ditambah menjadi hukuman penjara selama 14 tahun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Belfast Telegraph