Minggu, 16 JUNI 2024 • 21:00 WIB

Kisah Kaoru Kobayashi, Tukang Koran Penjagal Bocil yang Pengin Cepat Dihukum Mati

Author

Ilustrasi

INDOZONE.ID - Kaoru Kobayashi adalah seorang pria asal Sumiyoshi-ku, Osaka, Jepang kelahiran 30 November 1968. Ia bekerja sebagai tukang pengantar koran untuk menghidupi keluarganya.

Ia berasal dari keluarga berekonomi menengah ke bawah dan hidup sebagai seorang piatu karena kehilangan Ibunya yang meninggal pada saat berumur 10 tahun.

Sekilas kisah hidupnya terdengar sangat menyedihkan. Tapi siapa sangka, Ia sudah menjadi pelaku pelecehan seksual di usianya yang ke-21.

Pada tahun 1989, Kaoru divonis hukuman penjara 2 tahun usai melecehkan 8 orang anak di bawah umur.

Belum berhenti sampai situ, usai bebas dari penjara, aksi kriminal Kaoru jauh lebih sadis.

Pada Oktober 1991, Kaoru harus kembali mendekam dipenjara usai menghabisi nyawa seorang anak perempuan berumur 5 tahun. Ia divonis 3 tahun penjara, tapi Ia baru dibebaskan pada 23 Juli 1996.

Kaoru Kobayashi

Di tahun 2000, Kaoru bekerja sebagai tukang koran untuk media The Asahi Shimbun di Tomio, prefektur Nara selama 4 bulan, mulai dari bulan Maret sampai Juli 2000.

Setelah itu, Kaoru kembali menjadi tukang pengantar koran untuk media Mainichi Shimbun di wilayah Ikoma, prefektur Nara.

Baca Juga: Charles C. Morgan, Agen Departemen Keuangan AS yang Kematiannya Misterius

Selang 4 tahun usai kembali bekerja sebagai tukang koran, Kaoru kumat lagi dan kembali melakukan aksi sadisnya.

Pada 17 November 2004, Kaoru menculik seorang anak perempuan berumur 7 tahun bernama Kaede Ariyama, yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari sekolahnya.

Tidak ada motif tertentu di balik aksi penculikan tersebut. Ia melakukan itu memang karena keinginannya sendiri.

Usai menculik Kaede, Kaoru menghabisi nyawa Kaede dengan cara menenggelamkannya di sebuah bak mandi.

Setelah Kaede meninggal, Kaoru sempat menyiksa anak perempuan itu hingga beberapa giginya terlepas, juga kaki dan tangannya lecet. Usai puas menyiksa Kaede, Kaoru membuang jenazahnya di kota Heguri.

Kaoru sempat mengirim email kepada Ibunya Kaede menggunakan ponsel milik sang bocah. Dalam pesan tersebut, Kaoru mengirim foto Kaede sambil menulis pesan, "Aku sudah mendapatkan anakmu".

Sang Ibu segera menghubungi Polisi untuk melakukan pencarian terhadap Kaede. Pada malam harinya, jenazah Kaede berhasil ditemukan.

Belum puas dengan menghabisi nyawanya Kaede, pada 14 Desember 2004, Kaoru lagi-lagi mengirim email kepada Ibunya Kaede lewat ponsel Kaede yang Ia curi usai menculik dan menghabisi nyawanya.

Dalam pesan kali ini, Kaoru mengirim foto Kaede bersama dengan pengasuhnya saat mengunjungi sebuah toko.

Kaoru menulis, "Aku akan mengambil pengasuhnya setelah ini". Soal bagaimana Kaoru bisa mendapatkan foto tersebut, Ia bilang kalau Ia mendapatkannya dari internet.

Beruntung, Polisi berhasil melacak keberadaan Kaoru. Ia berhasil diringkus Polisi pada 30 Desember 2004 saat sedang mengantar koran. 

Dari hasil investigasi, Polisi berhasil mengetahui tempat tinggal Kaoru yang berada di kota Kawai, Kitakatsuragi, prefektur Nara.

Di sana, Polisi berhasil menemukan beberapa barang milik Kaede, seperti ponsel dan tas ranselnya.

Tak hanya itu, Polisi juga menemukan beberapa celana dalam perempuan, koleksi video dan majalah berisi pornografi anak.

Diduga Kaoru mencuri celana dalam perempuan tersebut selama periode June sampai Desember 2004.

Tempat dibuangnya jenazah Kaede Ariyama

Fakta lain soal Kaoru akhirnya terungkap di tanggal 19 Januari 2005. Tak cuma melakukan penculikan dan pembunuhan, Kaoru ternyata mencuri uang langganan koran Mainichi Shimbun sebesar ¥262,000.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Manajer Mainichi Shimbun. Akibatnya, Kaoru pun langsung dipecat sebagai tukang pengantar koran resmi mereka.

Baca Juga: Tragedi Bunuh Diri Massal Sekte Heaven's Gate, Agama UFO yang Dikenal Eksentrik dan Kontroversial

Kaoru menjalani sidang perdananya di tanggal 18 April 2005. Atas tindakannya, Ia pun dijatuhi hukuman mati, namun terkait tanggal eksekusinya, tanggalnya beberapa kali mengalami perubahan.

Puncaknya, usai menjalani beberapa kali persidangan, Kaoru pun resmi dieksekusi mati pada 21 Februari 2013 dengan cara digantung.

Kaoru saat ditangkap oleh Polisi

Sedikit informasi, saat menjalani masa tahanannya, Kaoru didiagnosa mengidap gangguan kepribadian antisosial dan pedofilia.

Meski begitu, Ia masih sepenuhnya sadar dengan tindakannya selama berbuat kriminal terhadap para korbannya.

Pada persidangan perdananya, Kaoru mengatakan sebuah pernyataan yang menarik.

"Aku ingin menjalani hukuman mati secepat mungkin dan meninggalkan warisan kepada orang-orang seperti halnya Tsutomu Miyazaki dan Mamoru Takuma," katanya.

Pertanyaannya adalah, siapakah 2 orang yang disebut oleh Kaoru ini? Mengapa Kaoru menjadikan 2 orang itu sebagai inspirasi dari tindakan kriminalnya?


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Murderpedia.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU