Kilas Balik Insiden American Airlines Flight 63 di 2001, Penerbangan yang Gagal Dibajak Gara-gara Bom Sepatu
INDOZONE.ID - Umumnya, tindakan kriminal pembajakan pesawat terbang adalah salah satu aksi kejahatan yang kerap terjadi di luar negeri.
Sejarah pun sudah mencatat banyak sekali kasus pembajakan pesawat terbang dari yang paling mematikan sampai yang memiliki keunikannya tersendiri.
Salah satunya adalah kasus pembajakan yang terjadi di Amerika Serikat yang satu ini. Seperti apa kasusnya? Ini dia pembahasannya.
Baca Juga: Evolusi Pembalut: Dari Perban Prajurit hingga Jadi Kebutuhan Kesehatan Wanita
Pada 22 Desember 2001, terjadi sebuah aksi pembajakan pesawat terbang dari maskapai American Airlines Flight 63 dengan jurusan penerbangan Paris, Perancis menuju Flordia, Amerika Serikat.
Pesawat yang digunakan adalah pesawat Boeing 767-300ER dengan jumlah penumpang sebanyak 197 orang.
Kejadian di Pesawat
Pada awalnya, semua berjalan dengan normal. Seluruh penumpang menikmati penerbangan mereka tanpa ada kendala. Sesampainya mereka di Benua Atlantik, tiba-tiba tercium bau gosong dari dalam pesawat.
Pramugari bernama Hermis Moutardier langsung mencari darimana asal bau tersebut. Dan ternyata, bau tersebut berasal dari seorang pria bernama Richard Reid.
Dari penglihatannya Moutardier, Richard terlihat seperti hendak merokok di dalam pesaawat, yang mana tentu saja hal tersebut tidak diperbolehkan.
Sang pramugari langsung memperingati penumpangnya untuk tidak merokok dan dijawab dengan anggukan kepala si penumpang.
Baca Juga: Kisah Perjalanan Park Geun-hye: Presiden Wanita Pertama Korsel hingga Kontroversi Skandal Politik
Beberapa menit kemudian, Moutardier kembali melihat dengan "kelakukan anehnya". Saat ditanya, Richard menunjukkan adanya bahan peledak di salah satu sepatu yang sedang Ia buka. Richard menyimpan sepatu "peledak" itu di pangkuannya.
Sempat terjadi aksi tarik-menarik antara pramugari dan penumpang itu dan membuat kegaduhan di dalam pesawat. Moutardier sempat berteriak meminta bantuan kepada pramugari lain, lalu datanglah Cristina Jones, salah satu rekan Moutardier yang juga seorang pramugari.
Kedua pramugari itu mencoba merebut sepatu "peledak" milik Richard, namun dengan bentuk tubuh Richard yang tinggi besar (tinggi 1,93 meter dan berat 98 kg), Ia bisa merebut kembali sepatu miliknya.
Richard juga sempat menggigit jempol Cristina dalam aksi tarik-menarik tadi. Kedua pramugari itu pun kalah dan Richard bisa melepaskan diri dari para pramugari itu. Sialnya, Dia langsung ditahan oleh penumpang lain dan langsung diamankan oleh mereka.
Akhir Cerita
Pilot pesawat yang mengetahui kejadian dibelakang langsung meminta bantuan kepada pihak keamanan setempat. Kemudian, Ia pun diminta untuk mengarahkan pesawatnya ke Bandara Internasional Logan yang berada di Boston.
Saat sudah berada dekat dengan bandara, 2 pesawat jet datang mengamankan pesawat American Airlines tersebut sampai mendarat di bandara. Dan setelah itu, Richard pun ditangkap dan dibawa ke penjara yang berlokasi di Colorado.
Dalam hasil investigasi Polisi, di dalam sepatu "peledak" buatannya Richard terdapat sejumlah obat-obatan terlarang yang Richard sembunyikan saat proses pengecekan di bandara sebelum berangkat.
Tidak hanya itu, Richard mengakui dirinya sendiri sebagai anggota Al-Qaeda, padahal itu cuma akal-akalannya saja. Akibat perbuatannya, Richard pun dijatuhi hukuman penjara selama 110 tahun.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia