Kasus gadis 14 tahun yang menembak temannya. (Istimewa) INDOZONE.ID - Warga Bryansk, Rusia mungkin masih terkenang dengan kejadian tepat sebulan lalu. Tepatnya tanggal 7 Desember 2023 lalu terjadi sebuah penembakan dalam sekolah yang dilakukan seorang gadis berusia 14 tahun.
Kisah ini akan menjadi salah satu momen yang tidak pernah disangka oleh warga di sana.
Berikut ini rincian kejadian hingga nasib orang-orang terdekat sang pelaku saat ini yang disususn dari berbagai sumber.
Sosok pelaku Alina. (Istimewa)
Alina Afanaskina yang berumur 14 tahun adalah seorang gadis biasa. Gadis kelas delapan ini dijelaskan sebagai pendiam dan tenang.
Baca Juga: Kasus Penembakan Massal Paling Berbahaya Dalam Sejarah Republik Ceko, Baru Terjadi di 2023 Lalu
Diketahui bahwa Alina memiliki saudara kembar. Alina dan saudara kembarnya juga memiliki kakak perempuan yang lebih tua dan sudah menikah serta pindah ke Moskow.
Ayah gadis itu adalah seorang atlet, kabarnya dia berlatih tinju. Semua berjalan tenang dalam keluarga itu, karena mereka tidak terlibat dalam cerita buruk.
Alina pernah melewati semua tes psikologis, termasuk yang terbaru tentang kecenderungan bunuh diri yang dilakukan di sekolah, tanpa masalah. Tindakan dia mengejutkan semua orang.
Sekolah tempat kejadian. (Istimewa)
Seperti yang dikutip dari BBC dan Reuters saat itu, pada pukul 09:15 pagi waktu setempat, tersiar pengumuman di lapangan olahraga salah satu sekolah di Bryansk. Kala itu, Alina masuk ke ruang kelas Biologi di lantai 4 sekolahnya.
Siswa tersebut menembakkan senjata api ke teman sekelasnya selama pelajaran biologi. Dilaporkan bahwa dia naik ke lantai keempat sekolah.
Baca Juga: Dipercaya Bawa Keberuntungan, Ini Misteri di Balik Boneka Nenek Babushka Khas Rusia
Tiba-tiba, Alina mengeluarkan sebuah shotgun jenis Molot Bekas-3 dan langsung menembak teman dan gurunya.
Seorang murid yang menjadi saksi menceritakan saat kejadian terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, Newsweek