Misteri Kematian Streamer Korea Ah Yeong di Kamboja, Dari Dibuang di Jalan hingga Underwear yang Terbalik
INDOZONE.ID - Kasus kematian seorang wanita yang disebut streamer asal Korea Selatan yang mayatnya ditemukan di Kamboja cukup menyita perhatian publik. Semenjak kasusnya mencuat awal Juni lalu hingga hari ini, publik menemukan banyak hal yang keji sekaligus aneh.
Berdasarkan laporan Koreaboo pada 10 Juni lalu, seorang wanita Korea berusia 30-an ditemukan tewas di Kamboja pada tanggal 6 Juni. Setelah terungkap identitasnya, hasil laporan otopsi, serta fakta-fakta lainnya, banyak hal yang tak terduga dari kasus ini.
Berikut detail fakta dari kasus kematian tersebut.
Dibungkus dengan selimut merah
Jenazahnya ditemukan oleh penduduk setempat, dibungkus dengan selimut merah, dan dibuang di kolam di sebuah desa dekat Phnom Penh, ibu kota negara tersebut.
Polisi Kamboja mulai menyelidiki kejadian ini dan mengidentifikasi korban, "A," sebagai turis Korea. Kemudian dikonfirmasi bahwa dia adalah Ahyeong, seorang BJ (broadcasting jockey) terkenal di Korea Selatan, dengan lebih dari 250.000 pengikut di media sosial.
Baca Juga: Kisah Kematian Misterius Putri Manajer Bon Jovi yang Tak Terungkap dan Jadi Inspirasi Lagu
Saat itu, polisi Kamboja mengatakan kepada media bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan pembunuhan dan sedang menunggu laporan autopsi untuk menentukan penyebab kematian yang pasti.
Media melaporkan bahwa polisi saat ini sedang menunggu laporan autopsi untuk mengkonfirmasi penyebab kematian yang pasti.
Liburan ke Kamboja dan tewas
Polisi Korea telah mengonfirmasi bahwa korban pergi ke Kamboja dalam perjalanan dengan seorang kenalan dan menjalani perawatan di sebuah rumah sakit setempat.
Sebelumnya, Ah Yeong sempat mengumumkan kepergiannya dari pekerjaan tersebut melalui unggahan Instagram.
"Saya selesai dengan hidup BJ saya. Saya akan menjauh dari sorotan untuk sementara waktu. Setelah saya kembali ke Korea, saya akan mengunggah video yang berbagi beberapa pemikiran jujur saya. Saya telah melihat dan mendengar banyak hal, dan itu memberi saya banyak wawasan. Saya harap Anda dapat menganggapnya sebagai 'Pendapat Ahyeong.' Dan, seperti yang selalu saya katakan, saya suka berkomunikasi. Silakan berani dan kirimkan DM kepada saya. Saya tidak akan mengabaikannya. Tetapi saya akan mengabaikan komentar aneh, hehe. Kehidupan baru Ah Yeong sebagai orang biasa. Saya harus hidup dengan semangat."
Kontroversi terbunuh karena suntikan dan wajah yang lebam
Menurut media berita Kamboja, influencer tersebut tiba di negara itu pada tanggal 2 Juni. Pada hari keduanya di negara itu, Ahyeong dilaporkan meninggal setelah menerima suntikan di sebuah rumah sakit.
Polisi setempat melaporkan bahwa pasangan Tiongkok yang memiliki rumah sakit tersebut telah ditangkap.
Namun, seorang saksi lokal menimbulkan keraguan mengenai penyebab kematiannya ketika mereka menyatakan bahwa influencer tersebut terlihat seperti telah dianiaya secara brutal.
Baca Juga: Munculnya Suasana Magis dan Misterius di Candi Prambanan lewat Gelaran Sendratari Ramayana
"Media lokal dan kedutaan besar mengatakan bahwa sepertinya dia tidak dibunuh, tetapi wajahnya ditemukan sangat bengkak."
Informan anonim tersebut juga mengatakan bahwa ada rumor yang bertentangan dengan laporan lokal.
"Ada rumor yang menyebutkan bahwa dia telah diserang."
Sementara itu, beberapa detektif masih percaya bahwa penyerangan tersebut terjadi setelah kematian influencer tersebut dan bahwa pasangan Tiongkok tersebut telah memukul mayat Ahyeong agar tidak bisa diidentifikasi.
Bukti baru: kesaksian dan dugaan motif
Pada tanggal 10 Juli, Koreaboo memberi lanjutan kasus tersebut setelah acara SBS memberikan bukti baru.
Jurnalis penyelidik dari program Unanswered Questions dari SBS bertemu dengan orang pertama yang menemukan jenazah livestreamer tersebut, serta polisi. Dalam episode tersebut, saksi-saksi mengklaim bahwa leher livestreamer terlihat telah terkena sesuatu dan polisi kemudian menggunakan gunting untuk memotong pakaian dari tubuhnya untuk penyelidikan.
Para saksi juga mengungkapkan bahwa ada bekas jarum di dekat panggul korban.
Salah seorang kenalan BJ Ah Yeong juga mengungkapkan pesan teks antara mereka dan korban. Dalam pesan-pesan tersebut, livestreamer menyatakan bahwa dia ingin berhenti melakukan livestreaming dan bahwa dia berada di Kamboja karena ada penguntit.
Baca Juga: Bongkar Mitos Konsumsi Kangkung Bikin Ngantuk: Tak Ada Bukti Ilmiah yang Mendukung
Kenalan: "Apa yang akan kamu lakukan jika kamu berhenti streaming?"
Ah Yeong: "Saat ini saya berada di luar negeri karena ada penguntit. Begitu saya kembali ke Korea, saya berencana untuk menghabiskan waktu untuk diri sendiri."
Saksi ini juga menawarkan motif mungkin untuk kejahatan tersebut.
Karena dia seorang livestreamer, (pembunuh) mungkin berpikir dia memiliki banyak uang. Saya curiga dia dibunuh karena uang.
Wawancara dengan tersangka, pasangan pemilik rumah sakit
Produser acara tersebut kemudian berbicara dengan kenalan pasangan yang dicurigai, yang mengklaim bahwa livestreamer tersebut sudah dalam pengaruh obat-obatan saat masuk ke rumah sakit.
Dia sudah dalam pengaruh obat-obatan. Pasangan dokter tersebut hanya memberinya suntikan untuk menenangkan pernapasannya setelah melihat dia mengalami hiperventilasi.
Ketika produser bertanya kepada kenalan tersebut apakah pemilik rumah sakit adalah dokter yang berlisensi, kenalan tersebut menyatakan bahwa "Wanita itu berasal dari keluarga dokter, tetapi suaminya tidak." Namun, acara tersebut kemudian mengungkapkan bahwa wanita tersebut bukan dokter berlisensi.
Produser kemudian bertemu dengan suami dari pasangan yang dicurigai. Selama wawancara, suami tersebut menyatakan bahwa istrinya sedang pergi saat livestreamer meninggal dan bahwa dia yang menyembunyikan jenazah.
Baca Juga: 8 Tahun Kasus Akseyna: Daftar Lengkap Kejanggalan dan Hampir Putus Asanya Pihak Keluarga
"Istri saya menjaga bayi, jadi dia tidak tahu apa yang terjadi. Saya yang menyembunyikan jenazah. Dan saya tidak memberikan suntikan padanya (korban). Saya hanya memberikan obat yang umum digunakan di China setelah dia mengeluh pusing."
Kebohongan tersangka terbongkar dari CCTV
Namun, rekaman CCTV mengkontradiksi klaim suami bahwa istrinya sedang menjaga bayi mereka.
Rekaman menunjukkan bahwa yang menjaga bayi pasangan tersebut adalah nenek dari bayi tersebut, dan keduanya berada di dalam rumah sakit pada saat kematian korban.
Rekaman CCTV juga menunjukkan sebuah mobil van yang mengangkut apa yang tampaknya menjadi jenazah korban empat hari setelah livestreamer pertama kali masuk ke rumah sakit.
Tanpa luka, jejak narkoba, namun korban tak memakai bra dan underwear terbalik
Terakhir, produser bertemu dengan detektif yang menangani penyelidikan, yang mengungkapkan fakta yang mengejutkan.
Baca Juga: 5 Fakta Sadis Kematian Abby Choi, Korban Mutilasi Mantan Suami yang Tubuhnya Dijadikan Sup
Tubuh korban tidak memiliki tanda-tanda kekerasan, dan tes obat-obatan memberikan hasil negatif. Saat jenazah ditemukan, korban tidak mengenakan bra, dan celananya terbalik.
Ketika produser bertanya kepada suami apakah dia melakukan pelecehan seksual terhadap livestreamer, suami tersebut membantah bahwa ada tindakan kriminal yang terjadi.
Sementara itu, warga setempat mengklaim bahwa pengaruh Tiongkok sangat kuat di Kamboja. Saya tidak berpikir mereka (pasangan tersebut) akan dijerat dengan tindakan kriminal serius seperti yang kita pikirkan. Sebaliknya, saya pikir mereka hanya akan diadili karena menyembunyikan jenazah."
Sampai tulisan ini diturunkan, belum ada tersangka baru dan kesimpulan dari inverstigasi polisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Koreaboo, SBS