Kisah kematian Katherine Korzilius yang jadi inspirasi lagu Bon Jovi. (INDOZONE/M Fadli).
Di antara beberapa lagu milik grup rock dunia Bon Jovi, terdapat satu lagu yang berkisah tentang tragedi, lantaran lagu tersebut terinspirasi dari kasus kematian misterius seorang anak. Lagu itu diberi judul 'August 7, 4:15.'
Dari judul lagunya sendiri sudha dipastikan itu adalah waktu kejadian (bulan, tanggal, jam, dan menit - red) yang menimpa Katherine Korzilius, anak dari Paul Korzilius yang saat itu menjadi manejer tur Bon Jovi. Kasus naas tersebut memiliki banyak fakta yang ganjil mengingat polisis sampai saat ini masih belum bisa mengungkap kasus misterius tersebut.
Berikut adalah isi dalam lirik serta kronologi beserta kejanggalan dari kematian tersebut yang Indozone himpun dari berbagai sumber.
Jon Bon Jovi membuat lagu 'August 7, 4;15' yang bercerita tentang kejadian misterius ini yang dibuat setahun sebelumnya. Berikut adalah lirik lagu tersebut.
It was another day, A perfect Texas afternoon / A mother and two children play / The way they always do.
As they raced home from the mailbox / A mother and her son / Against a little girl of 6 years old / The independent one.
The deputies went door to door / Through all the neighborhood / They said I got some news to tell you folks / I'm afraid it ain't so good.
Somehow something happened / Someone got away / Someone got the answers for what happened here today / Oh no, oh no, oh no, no, no, no / Tell me it was just a dream, August 7 4:15 / God closed His eyes and the world got mean / August 7 4:15
Now the people from the papers and the local T.V. news / Tried to find the reason / Cop dogs sniffed around for clues / Someone shouted "Hit and Run" / The coroner cried "Foul" / Her blue dress was what she wore
The day they laid her body down / Oh no, Oh no, Oh no, no, no, no / Tell me it was just a dream, August 7 4:15 / God closed His eyes and the world got mean / August 7 4:15
I know tonight that there's an angel / Up on Heaven's highest hill / And no one there can hurt you baby / No one ever will
Somewhere someone's conscience is like a burning bed / The flames are all around you / How you gonna sleep again
Oh no, oh no, oh no, no, no, no / Tell me it was just a dream, August 7 4:15 / God closed His eyes and the world got mean / August 7 4:15.
Terjemahan
Kala itu / Di sebuah sore yang sempurn di texas / Seorang ibu dan dua anak bermain / Seperti yang selalu mereka lakukan.
Saat mereka berlari pulang dari kotak surat / Seorang ibu dan putranya / Melawan seorang gadis kecil berusia 6 tahun / Yang mandiri
Para deputi pergi dari pintu ke pintu / Melalui semua lingkungan / Mereka bilang aku punya berita untuk memberitahu kalian / Aku khawatir itu tidak begitu baik.
Entah bagaimana sesuatu terjad i/ Seseorang lolos / Seseorang mendapat jawaban atas apa yang terjadi di sini hari ini / Oh no, oh no, oh no, no, no, no / Katakan padaku itu hanya mimpi, 7 Agustus 4:15 / Tuhan menutup-Nya mata dan dunia menjadi jahat / 7 Agustus 4:15
Sekarang orang-orang dari surat kabar dan berita T.V. lokal / Mencoba menemukan alasannya / Anjing polisi mengendus-endus mencari petunjuk / Seseorang berteriak "Tabrak Lari" / Petugas koroner berteriak "Buruk" / Gaun birunya adalah apa yang dia kenakan
Pada hari mereka membaringkan tubuhnya / Oh no, oh no, oh no, no, no, no / Katakan padaku itu hanya mimpi, 7 Agustus 4:15 / Tuhan menutup mata-Nya dan dunia menjadi jahat / 7 Agustus 4 :15
Aku tahu malam ini bahwa ada seorang malaikat / Di atas bukit tertinggi Surga / Dan tidak ada seorang pun di sana yang dapat menyakitimu sayang / Tidak seorang pun akan melakukannya
Di suatu tempat hati nurani seseorang seperti tempat tidur yang terbakar / Nyala api ada di sekitar Anda / Bagaimana Anda akan tidur lagi / Oh no, oh no, oh no, no, no, no / Katakan padaku itu hanya mimpi, 7 Agustus 4:15 / Tuhan menutup matanya dan dunia menjadi jahat / 7 Agustus 4:15.
Tanggal 7 Agustus 1996, bertepatan dengan hari ulang tahun Paul Krozilius, manajer Bon Jovi. Untuk itu, sang istri beserta Katherine dan kakaknya, Chris berniat ingin membelikan hadiah ulang tahun buat suami dan ayahnya tersebut.
Saat pulang, Katherine berinisiatif untuk mengambil surat di kotak surat yang terletak di persimpangan wilayah Elder Circle. Katherine sudah terbiasa melakukan hal ini dan jarak dari mail box ke arah rumahnya bila berjalan kaki cukup dekat.
Namun, setelah ditunggu beberapa lama Katherine tidak pulang. Sehingga kakaknya, Chris dan ibunya berniat menjemputnya dan turut menyusuri rute yang harusnya dilewati Katherine. Sayangnya, mereka tidak menemukannya.
Baca Juga: 7 Pembunuhan yang Jadi Inspirasi Lagu, Salah Satunya Terinspirasi dari Kasus Munir
Nancy dan Chris terus mencari keberadaan Katherine dengan mengambil rute yang seharusnya dilalui mobil. Satu setengah mil dari arah mail box, keduanya menemukan Katherine dalam keadaan tergeletak di tengah jalan.
Saat ditemukan, Katherine masih bernapas namun sudah tak sadar. Namun karena tulang kepalanya retak, Katherine tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal.
Asumsi pertama dari kondisi Katherine adalah korban tabrak lari. Namun hal itu sangat janggal; mengapa Katherine bisa berada di lokasi itu mengingat Katherine harusnya berjalan ke arah berlawanan.
Hal itu juga diperkuat dengan laporan forensik yang mengatakan luka yang terdapat di tubuh Katherine bukanlah luka dari tabrak lari. Berdasarkan keterangan dokter forensik, luka tersebut hanya bisa didapat bila Katherine terjatuh dari mobil, dilempar seseorang, atau melompat dari mobil yang sedang melaju.
Dengan penjelasan dari forensik tersebut, munculah teori dari kepolisian. Jangan-jangan Katherine diculik seseorang.
Tapi ada juga yang mengatakan bila kemungkinan Katherine terjatuh karena tidak sengaja. Dalam artian Katherine sempat bergelantungan di mobil Nancy setelah mengambil surat tanpa sepengetahuan Nancy.
Banyak yang mengatakan kemungkinan Katherine berpegangan pada salah satu bagian belakang mobil dan tidak sengaja jatuh karena hal itu.
Merasa tidak puas dengan asumsi itu, keluarga Korzilius menyewa jasa detektif swasta bernama Barbara O'Brian. Sang detektif memeriksa kondisi mobil Nancy dan jalur yang dilewati.
Sang detektif pun memastikan tidak mungkin Katherine bergelantungan atau berpegangan di mobil tersebut. Salah satu alasannya adalah cuaca yang panas.
Menurut sang detektif, cuaca musim panas di Agustus saat itu sangat terik, sehingga membuat semua pegangan atau bagian mobil akan panas. Tentu tak mungkin Katherine berpegangan pada bagian apa pun di mobil itu.
Selain itu, posisi kaca spion di mobil Nacy berfungsi dengan baik, yang meyakini kalau Nancy pasti menyadari kalau ada seseorang yang berpegangan di mobil miliknya.
Ada dua hal yang janggal. Yaitu dari laporan penciuman anjing pelacak serta fakta aneh tentang kondisi korban saat ditemukan.
Menurut polisi yang membawa anjing pelacak, jejak Katherine setelah meninggalkan mail box tersebut berhenti di sebuah tanah kosong yang tak jauh dari lokasi mail box. Hal itu menguatkan dugaan telah terjadi sesuatu di lokasi tersebut.
Selain itu, saat Nancy menemukan pertama kali tubuh Katherine, kondisi pakaian, rambut dan serta sendalnya tidak berantakan. Biasanya kalau korban ditabrak atau jatuh dari kendaraan, kondisi pakaian korban dan rambutnya harusnya berantakan dan sendalnya harusnya melayang entah kemana. Namun, yang dilihat saat itu pakaian, rambut, dan sendal korban terlihat rapi pada tempatnya.
Kondisi hal ini mengindikasikan seseorang telah meletakkan korban di lokasi tersebut lalu meninggalkannya. Namun sampai saat ini apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab belum terpecahkan.
Baca Juga: Cerdas Banget, Ini 5 Orang Detektif yang Jadi 'Sherlock Holmes' di Dunia Nyata
Dalam kasus ini, beberapa penyuka cerita misteri dan true crime memiliki berbagai teori apa yang terjadi bila membaca beberapa fakta yang ada.
Seperti yang dijelaskan oleh keterangan forensik di atas, luka di tubuh Katherine bisa disebabka oleh tiga kejadian: terjatuh dari mobil, dilempar seseorang dari mobil, atau melompat dari mobil yang sedang melaju.
Beberapa dari penggemar cerita detektif seperti Detectives ID, memiliki teori pada kejadian ketiga, yaitu melompat dari mobil yang sedang melaju. Dalam teorinya, saat Katherine selesai mengambil surat dna berjalan kaki, ia diculik oleh sebuah mobil tepat di kawasan tanah yang kososng, tempat jejaknya menghilang.
Saat di dalam mobil yang beradu kencang, Katherine teriak dan melepaskan diri lalu membuka pintu dan melompat hingga meninggal dunia. Kejadian sleanjutnya, pelaku sadar dan berhenti lalu keluar dari mobil dan melihat kondisi Katherine. Merasa bersalah, kemungkinan pelaku merapikan baju dan rambutnya, serta memakaikan sendal yang mungkin terlempar tanpa dilihat oleh orang lain. Setelah itu pelaku kabur dan meninggalkan di lokasi.
"Teori ini harusnya didukung dengan adanya jejak ban mobil yang berdecit tak jauh dari lokasi ditemukan. Namun jejak itu tak ada pemberitaanya di media, sehingga teori ini hanya menjadi teori," kata salah satu member Detectives ID berinisial M kepada Indozone.
Nah, apa teori kalian?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: