Sabtu, 06 JUNI 2026 • 17:46 WIB

Misteri Simbol Ouroboros 'Ular yang Mengigit Ekor' di Makam Jenderal Belanda J.H.R Kohler di Jakarta

Author

Simbol Ouroboros di Museum Taman Prasasti (INDOZONE/M Fadli)

INDOZONE.ID - Di sudut sunyi Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat, berdiri sebuah makam tua yang hingga kini masih menyimpan misteri. Makam itu milik Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler, perwira Belanda yang tewas dalam perang Aceh pada abad ke-19. Namun bukan hanya sejarah militernya yang menarik perhatian, melainkan simbol-simbol aneh yang terukir di prasasti makamnya.

Salah satu simbol paling mencolok adalah gambar ular melingkar yang menggigit ekornya sendiri, dikenal sebagai Ouroboros. Lambang kuno itu sejak lama dikaitkan dengan simbol keabadian, lingkaran kehidupan tanpa akhir, hingga kelompok-kelompok mistik Eropa.

Keberadaannya di makam seorang jenderal Belanda membuat banyak peneliti dan pemburu teori konspirasi menduga adanya hubungan dengan organisasi rahasia seperti Freemasonry.

Makam Kohler berada di kompleks pemakaman tua Kerkhof Laan di Batavia, yang kini dikenal sebagai Museum Taman Prasasti. Kondisinya masih cukup baik meski beberapa bagian relief mulai rusak dimakan usia. Setelah melewati gerbang utama museum dan berjalan ke arah kanan, pengunjung akan dengan mudah menemukan prasasti besar berbentuk kotak setinggi sekitar dua meter.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Simbol Freemason dan Ouroboros di Museum Taman Parasasti Jakarta

Bagi pengunjung biasa, makam itu mungkin terlihat seperti prasasti kolonial Eropa pada umumnya. Namun bagi mereka yang memahami simbolisme kuno, relief di makam Kohler dianggap menyimpan banyak makna tersembunyi.

Di bagian atas prasasti terlihat simbol Hexagram atau Bintang David di beberapa sisi. Pada rusuk vertikal makam terdapat obor terbalik dengan nyala api mengarah ke bawah. Selain itu, terdapat simbol Iron Cross atau Salib Besi yang oleh sebagian orang dikaitkan dengan simbol Templar.

Museum Taman Prasasti di Jakarta (INDOZONE/M Fadli)

Namun simbol yang paling menyita perhatian tetaplah Ouroboros, ular melingkar yang menggigit ujung ekornya sendiri.

Dalam berbagai tradisi kuno seperti yang dikutip dari akun Seujarah Atjeh di Facebook, Ouroboros melambangkan siklus tanpa akhir, keabadian, dan kesemestaan. Simbol ini telah digunakan sejak zaman Mesir kuno dan kemudian muncul dalam filsafat Yunani, alkimia, hingga tradisi mistik Eropa.

Karena kombinasi simbol-simbol tersebut, muncul berbagai spekulasi bahwa Kohler memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok esoterik seperti Freemasonry, Rosikrusian, hingga Templar. Sebagian teori bahkan menyebut simbol itu berkaitan dengan ajaran mistik Luciferian yang berkembang di Eropa pada masa lalu.

Namun sejumlah sejarawan mengingatkan bahwa tidak semua simbol kuno otomatis membuktikan keterlibatan seseorang dengan organisasi rahasia tertentu. Pada abad ke-19, simbol-simbol seperti Bintang David, obor, dan Ouroboros cukup sering digunakan dalam seni makam Eropa sebagai lambang spiritualitas, kehormatan militer, atau filosofi kehidupan.

Baca juga: Alasan Jack The Ripper Identitasnya Baru Terungkap Sekarang: Benarkah Ditutupi Polisi karena Terkait Freemason?

Meski begitu, jejak Freemasonry di Hindia Belanda memang bukan sekadar mitos. Rekam sejarah menunjukkan organisasi tersebut pernah berkembang di Nusantara, terutama di kalangan elite kolonial dan kaum terpelajar.

Peneliti Freemasonry, Sam Ardi, pernah mengungkap bahwa sejumlah tokoh Indonesia tercatat menjadi anggota organisasi tersebut. Nama besar seperti pelukis terkenal Raden Saleh hingga dokter dan tokoh nasional Dr. Radjiman Wediodiningrat disebut pernah terhubung dengan Freemasonry.

Organisasi itu diketahui berkembang di Hindia Belanda antara tahun 1836 hingga 1954. Pada masa kolonial, Freemasonry menjadi tempat berkumpulnya pejabat, tentara, pengusaha, ilmuwan, hingga kaum intelektual. Mereka dikenal menggunakan simbol-simbol tertentu sebagai identitas persaudaraan.

Namun perjalanan Freemasonry di Indonesia tidak berlangsung mulus. Pada era Presiden Soekarno, organisasi tersebut dibubarkan karena dianggap bertentangan dengan ideologi negara dan dicurigai sebagai jaringan rahasia asing.

Baca juga: Doa Mengembalikan Santet kepada Pengirimnya yang Ampuh buat Proteksi Diri

Meski demikian, berbagai diskusi mengenai jejak Freemasonry kembali muncul pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, ketika isu keterbukaan sejarah mulai berkembang.

Hingga kini, simbol-simbol di makam Kohler masih menjadi perdebatan. Sebagian orang melihatnya sebagai bukti keberadaan kelompok rahasia di Batavia tempo dulu, sementara lainnya menganggap itu hanyalah bagian dari tradisi seni makam Eropa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan, Facebook

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU